Kilang Tua, Risiko Makin Kompleks, Kenapa Pengalaman Plaju Dilirik Pelindo?
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 29 menit yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Usianya boleh tak lagi muda, tetapi tantangan yang dihadapi Kilang Plaju justru terus berkembang. Sebagai salah satu kilang minyak tertua di Indonesia yang masih beroperasi, kompleksitas kegiatan di dalamnya membuat pengelolaan risiko menjadi bagian penting untuk menjaga operasi tetap aman dan andal.
Pengalaman itulah yang menarik perhatian PT Pelindo Regional 2 Palembang.
Tak hanya melihat bagaimana sebuah kilang menjalankan kegiatan operasional, Pelindo datang untuk menggali praktik manajemen risiko yang diterapkan di lingkungan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju.
Pertukaran pengalaman tersebut berlangsung melalui agenda Implementasi Sistem Manajemen Risiko, ISO 45001, dan ISO 14001 di Kilang Plaju.
Bagi industri dengan karakteristik operasional yang kompleks, risiko tidak bisa hanya dibicarakan ketika masalah sudah muncul.
Justru kemampuan mengenali potensi risiko sejak awal menjadi salah satu kunci agar kegiatan bisnis dapat berjalan secara konsisten.
Area Manager Risk Management PT Pertamina Patra Niaga RU Plaju, Indra Gunawan, mengatakan pengelolaan risiko di lingkungan kilang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses bisnis.
“Pengelolaan risiko bukan hanya bagaimana kita merespons risiko yang muncul, tetapi juga bagaimana kita mengenali dan mengantisipasinya sejak awal. Oleh karena itu, berbagi pengalaman dengan sesama BUMN menjadi kesempatan yang baik untuk saling belajar dan memperkuat praktik yang sudah berjalan,” ujar Indra.
Bahkan agenda yang dibahas tidak hanya menyentuh sistem manajemen risiko. Kedua pihak juga bertukar pengetahuan mengenai penerapan ISO 31000, ISO 45001, dan ISO 14001 yang berkaitan dengan manajemen risiko, keselamatan dan kesehatan kerja, serta pengelolaan aspek lingkungan.
Sehingga, bagi Pelindo karakter bisnis pelabuhan juga memiliki potensi risiko yang membutuhkan pengelolaan secara sistematis, meski bentuk dan lingkungan operasionalnya berbeda dengan industri pengolahan minyak.
Manager Kepatuhan Bisnis PT Pelindo Regional 2 Palembang, Iwan Sanjaya, mengatakan pengalaman Kilang Plaju memberikan perspektif baru bagi Pelindo dalam melihat penerapan manajemen risiko pada lingkungan bisnis dengan karakteristik yang berbeda.
“Kami melihat banyak hal yang dapat dipelajari dari pengalaman Kilang Plaju dalam mengelola risiko. Pertukaran pengetahuan seperti ini menjadi bagian dari sinergi antarsesama BUMN untuk memperkuat tata kelola dan terus meningkatkan kualitas pengelolaan risiko di masing-masing perusahaan,” kata Iwan.
Pertukaran pengalaman menunjukkan manajemen risiko tidak hanya ditempatkan sebagai bagian dari kepatuhan perusahaan. Dalam praktiknya, pengelolaan risiko berkaitan langsung dengan bagaimana perusahaan menjaga keselamatan, keandalan operasi, hingga keberlanjutan bisnis.
Sementara untuk Kilang Plaju sendiri, pengalaman menghadapi kompleksitas operasional menjadi pengetahuan yang dapat dibagikan.
Sementara bagi Pelindo Regional 2 Palembang, praktik tersebut menjadi bahan pembelajaran guna melihat kemungkinan penerapannya sesuai karakter bisnis perusahaan.
Kolaborasi ini , intinya sangat positif guna memperkuat semangat berbagi pengetahuan di antara perusahaan BUMN dalam ekosistem Danantara.
Bukan hanya soal menjalankan sistem dan memenuhi standar, tetapi bagaimana pengalaman dari satu lingkungan bisnis dapat menjadi pembelajaran bagi perusahaan lain untuk menghadapi risiko yang terus berubah. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
