Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Musim Kemarau, Saatnya Kompak Tanpa Bakar!

Musim Kemarau, Saatnya Kompak Tanpa Bakar!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
  • visibility 843
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Kalau ada pepatah mengatakan “lebih baik mencegah daripada memadamkan,” maka dalam urusan kebakaran lahan, pepatah itu harus ditulis dengan huruf kapital, tebal, dan kalau bisa dikasih lampu neon biar nyala terus tiap malam.

Soalnya, kebakaran lahan itu bukan cuma soal api dan asap, tapi soal nyawa, mata pencaharian, dan, tentu saja, soal harga diri bangsa yang kadang lebih cepat naik daun kalau udah viral duluan di media sosial.

Maka patut kita acungi jempol bahkan kalau bisa jempol kaki sekalian, kepada Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq, yang belum lama ini menggelar acara Konsolidasi Kesiapsiagaan Pengendalian Kebakaran Lahan di Palembang.

Acara ini ibarat reuni keluarga besar anti-api dari gubernur, kepala Dinas Lingkungan, sampai para bos perkebunan kelapa sawit. Lengkap! Tinggal panggil Mbah Dukun kalau perlu doa-doa tambahan biar langit nggak panas banget.

Tapi jangan salah. Acara ini bukan ajang ngopi-ngopi sambil selfie di bawah tenda. Ini ajang serius. Simulasi pemadaman api ditunjukkan langsung, peralatan diperiksa satu-satu, dan PT Sawit Mas Sejahtera selaku tuan rumah sampai-sampai bisa jadi kandidat “The Next Firefighter Idol”, kalau acara ini ditayangin di TV. Semua terlihat siap, sigap, dan tampak seperti orang yang baru sadar bahwa kebakaran lahan itu bukan cuma soal “ups, api nyala” tapi bisa berujung “duh, negara sebelah protes asap lagi.”

Nah,  selama ini kebakaran lahan itu seringkali seperti mantan toxic munculnya diam-diam, bikin sesak napas, dan susah diberantas. Kita sering dengar dalih “bukan disengaja, Pak, itu karena musim kemarau.” Lah, masa tiap tahun salahnya kemarau? Kalau begitu, kenapa negara-negara lain juga kemarau tapi nggak bikin puluhan ribu hektar jadi BBQ?

Contohlah Australia di sana, kalau kebakaran hutan terjadi, warganya langsung saling gotong royong, alat pemadam disiapkan kayak mau ikut kontes teknologi, bahkan helikopter disiapkan bukan buat jalan-jalan menteri, tapi buat nyiram hutan. Kita? Kadang kebakaran udah dua minggu, baru rapat diadakan. Alat pemadam masih diservis, sementara api sudah booking lahan seluas kabupaten.

Dan jangan lupa, ada juga pepatah “Kebakaran kecil jadi kawan, kebakaran besar jadi lawan.” Tapi jangan diplesetkan jadi, “kalau sudah kebakaran besar, ya tinggal tunggu hujan.”

Eh jangan! Itu mah bukan strategi pengendalian, tapi strategi pasrah total level kepala sekolah lagi nunggu BOS cair.

Di titik ini, kita perlu bicara soal tanggung jawab kolektif. Bukan cuma tanggung jawab pemerintah. Pengusaha, terutama yang pegang ratusan bahkan ribuan hektar lahan, harus sadar bahwa menjaga lahan dari api itu bukan cuma soal regulasi, tapi juga soal nurani. Jangan sampai yang mereka jaga cuma angka di neraca keuangan, sementara hutan dibiarin gosong kayak roti kelamaan di oven.

Menteri Hanif udah kasih sinyal kuat. Bahkan ada 146 anggota GAPKI plus 317 perusahaan lain yang diminta aktif. Kalau semuanya benar-benar turun tangan, kita yakin, Indonesia bisa jadi negara tropis bebas asap, bukan negara yang jadi langganan rapor merah indeks kualitas udara.

Dan simbolismenya pun cakep. Acara ditutup dengan penanaman pohon. Bukan bakar dupa. Artinya ini bukan hanya tentang mencegah api, tapi juga menumbuhkan harapan. Semoga pohonnya tumbuh, jangan cuma waktu difoto doang yang hijau.

Kalau lahan dibakar demi efisiensi, yang terbakar bukan cuma rumput dan semak, tapi juga reputasi. Maka mari kita tanamkan satu pepatah baru “Lebih baik berkeringat saat mencegah, daripada berkeringat karena kabur dari api yang terlanjur menyala”
Karena kalau lahan terus dibakar, jangan salahkan kalau cinta rakyat juga ikut gosong. Dan sekali cinta itu gosong, susah di-reseeding.

Ingatlah jangan main api di lahan, nanti rakyat ngamuk pakai wajan. Udahlah, yuk kita rawat bumi ini, biar gak cuma enak dilihat dari Google Earth, tapi juga enak dihirup udaranya tiap pagi.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dampak COVID, Pemerintah Terus Pulihkan Ekonomi Nasional, Gandeng 23 Merek Favorit Indonesia

    Dampak COVID, Pemerintah Terus Pulihkan Ekonomi Nasional, Gandeng 23 Merek Favorit Indonesia

    • calendar_month Senin, 2 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 677
    • 0Komentar

    PANDEMI membuat membatasi mobilitas penduduk relatif terbatas untuk menekan penyebaran Covid-19. Pemerintah optimistis Indonesia akan berhasil mengatasi pandemi secara gotong royong antara pemerintah dan perusahaan swasta. Salah satunya melalui kampanye GRAB Bersatu untuk Indonesia dengan 23 merek favorit Indonesia bertajuk “Bawa Merdeka Untuk Semua”. “Saya menyampaikan apresiasi dan dukungan atas inisiatif Grab dalam rangka menyambut […]

  • Agar tak jenuh, 11 kiat ini untuk mengisi waktu dengan bermakna & menyenangkan di hari tua

    Agar tak jenuh, 11 kiat ini untuk mengisi waktu dengan bermakna & menyenangkan di hari tua

    • calendar_month Kamis, 22 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.918
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pensiun jangan bingung-bingung, atau jangan banyak duduk diam dan tidur, karena aktivitas itu bisa membuat pensiunan malah tidak sehat. Bahkan jika darah naik, sering emosi dan marah-marah.Nah, ada baiknya waktu pensiun dimanfaatkan untuk berativitas yang bisa bikin bermakna. Ada beberapa kiat untuk mengisi waktu dengan bermakna dan menyenangkan di hari tua silahkan simak kiat […]

  • Perlu Dimaksimalkan, Posko PPKM Mikro di Daerah Ujung Tombak Pengendalian COVID-19

    Perlu Dimaksimalkan, Posko PPKM Mikro di Daerah Ujung Tombak Pengendalian COVID-19

    • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 936
    • 0Komentar

    KETUA Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito meninjau pelaksanaan tugas Posko p Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (28/7). Adapun peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan pelaksanaan PPKM Mikro di daerah itu berjalan secara optimal. Dalam sambutan dan arahannya, Ganip mengatakan bahwa Posko PPKM […]

  • Teken Tugu Berumur 92 Tahun Milik PDAM Tirta Musi, Harno : Semoga 2021 RKAP Terealisasi

    Teken Tugu Berumur 92 Tahun Milik PDAM Tirta Musi, Harno : Semoga 2021 RKAP Terealisasi

    • calendar_month Rabu, 30 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.196
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang Harnojoyo menandatangani batu prasasti Eks Gate Valve sebagai sumber pengairan di PDAM Tirta Musi. Menurutnya tugu pipa yang ada sejak zaman Kolonial Belanda di Kantor PDAM Tirta Musi memiliki nilai sejarah karena berdiri sejak 1928 atau berumur 92 tahun. “Pipa transmisi 9.300 mm CI dulunya, digunakan untuk pengisian tower di Gedung Waterleiding Jalan […]

  • Berapa Besaran Biaya Haji Kuota Tambahan yang Telah Disepakati antara Pemerintah & DPR RI !

    Berapa Besaran Biaya Haji Kuota Tambahan yang Telah Disepakati antara Pemerintah & DPR RI !

    • calendar_month Rabu, 24 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah dan Komisi VIII DPR RI sepakati tambahan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp288 miliar. Biaya tambahan ini akan dipergunakan untuk 7.360 kuota tambahan haji reguler tahun 2023. “Komisi VIII DPR RI Menyetujui penambahan kuota haji regular sebanyak 7360 jemaah regular dan 640 jemaah khusus dengan penggunaan nilai manfaat sebesar Rp 288.312.382.288,42,” […]

  • Setalah Bangun Infrstruktur, Jokowi Fokus Bangun SDM Secara Besar-besaran

    Setalah Bangun Infrstruktur, Jokowi Fokus Bangun SDM Secara Besar-besaran

    • calendar_month Selasa, 11 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 902
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Setelah gencar membangun infrastruktur, Pemerintah pada tahun depan akan memfokuskan untuk bangun sumber daya manusia (SDM). Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) bakal membangun Sumber Daya Manusia (SDM) jika terpilih sebagai presiden di periode selanjutnya. Rencana pembangunan SDM tersebut masih dalam tahap pematangan. “Setelah besar-besaran kita bangun infrastruktur di tanah air. […]

expand_less
WordPress Archive CarCare – Auto Service & Repair Elementor Template Kit Card Slider – Addon for WPBakery Page Builder Carddio – Card Payment & Online Banking Elementor Template Kit CarDealerz – Auto Dealer & Auto Shop Website Elementor Template Kit Cardioly – Cardiologist and Medical WordPress theme CardLab – Prepaid Card Selling WordPress Plugin Care – Medical and Health Blogging WordPress Theme Careera – Recruitment Agency Elementor Template Kit Careerfy – Job Board WordPress Theme Careerster CV Resume Elementor Template Kit