Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Lomba Lukis & Mewarnai Dua Pahlawan Sumsel, Lukis Dulu, Paham Belakangan

Lomba Lukis & Mewarnai Dua Pahlawan Sumsel, Lukis Dulu, Paham Belakangan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
  • visibility 1.022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, -Jangan pernah remehkan anak-anak kecil yang sedang memegang krayon atau kuas, meskipun tangan mereka masih belepotan cat, kadang pakai baju batik tapi mirip kena serangan zombie warna, siapa sangka mereka sedang membangkitkan semangat dua pahlawan nasional dengan cara yang lebih sopan dan artistik dibanding demo di lampu merah?

Ya, inilah yang sedang terjadi di Palembang, Sumatera Selatan, lewat lomba lukis dan mewarnai bertema “Menggores Warna, Gelorakan Patriotisme”, generasi muda tidak hanya diajak mengenal sejarah, tapi juga diajak bermain-main dengan serius. Serius dalam berkarya, main-main dalam ekspresi, ibarat makan pempek pakai cuka pedas, perih di lidah tapi bikin nagih.

Orang Prancis saja bisa bikin Revolusi sambil minum kopi di kafe. Masa kita enggak bisa mengenang AK,Gani dan Sultan Mahmud Badaruddin II sambil mewarnai dengan krayon 12 warna isi dua yang sudah patah-patah?.

Di Paris, seni jalanan dijadikan alat kritik sosial yang ampuh, di Korea Selatan, mural-mural bersejarah menghiasi gang-gang sempit dan jadi tempat selfie turis mancanegara. Nah, kenapa Palembang enggak bisa?. Wong Palembang itu punya sejarah yang lebih berdarah-darah dari kisah cinta di sinetron jam tujuh malam.

Lewat lomba ini, kita sedang berkata “Hei, anak-anak Palembang!, Pahlawan itu bukan hanya tokoh di buku IPS, mereka itu seperti super hero, tapi dari masa lalu, dan kalian bisa memanggil kembali semangatnya lewat warna!”.

Sultan Mahmud Badaruddin II itu ibarat Iron Man-nya Palembang, melawan Belanda bukan pakai laser, tapi pakai tekad baja dan semangat rakyat. Bandara aja pakai nama beliau, tapi kadang penumpang lebih tahu soal delay daripada sejarah tokohnya.

Lalu ada AK. Gani, yang otaknya encer kayak es dawet, beliau bukan cuma tentara, tapi juga dokter, diplomat, dan orang yang kalau zaman sekarang mungkin jadi CEO startup sambil ngisi podcast motivasi. Kalau beliau masih hidup hari ini, bisa jadi follower-nya di Instagram sudah jutaan. Feed-nya pasti penuh quote seperti “Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa memadukan idealisme dengan akrilik” – bukan kutipan asli AK. Gani, tapi bolehlah kalau mau disebar di status WA.

Kadang kita terlalu sibuk ngomongin nasionalisme sambil ngopi di kedai kopi franchise luar negeri. Tapi lupa, bahwa nasionalisme bisa juga muncul dari gambar anak kecil yang mewarnai Sultan Mahmud pakai warna ungu karena crayon hitamnya hilang. Tidak apa-apa, dalam seni, ekspresi bebas itu hukumnya fardhu ain.

Kegiatan ini jadi penting, karena seperti kata pepatah “Kalau tak kenal sejarah, nanti dikira pahlawan kita itu anak TikTok”

Lomba ini juga mengingatkan kita bahwa edukasi tak harus kaku dan membosankan. Bisa sambil ketawa, sambil berkarya, sambil nempel warna. Di Yogya, lomba serupa pernah diadakan dengan menggambar Pangeran Diponegoro. Di Jakarta, mural Soekarno jadi tempat belajar sejarah jalanan. Di Palembang, saatnya kita juga bisa berkata, “Kami juga punya jagoan!”

Kata Nelson Mandela, “Education is the most powerful weapon you can use to change the world”. Nah, kalau pendidikan digabung seni, lalu ditaburi sejarah lokal, bisa-bisa anak-anak kita bukan hanya pinter menggambar, tapi juga ngerti arti merdeka, bukan cuma tahu tanggal merah di kalender.

Seni adalah bahasa yang bisa dipahami siapa saja, dari anak TK sampai pensiunan, dari tukang ojek sampai dosen. Dan ketika seni digoreskan untuk mengenang para pahlawan, maka setiap garis, setiap warna, adalah doa dan penghormatan.

Jadi kalau Anda lihat anak kecil duduk bersila di halaman museum, serius memulas warna di gambar pahlawan, jangan cuma bilang, “Ih, lucu ya.” Tapi bilanglah “Di tangan anak-anak itulah, sejarah bisa hidup kembali. Dan di kuas merekalah, semangat bangsa ini dilukis ulang, versi lebih ceria”. Karena seperti kata pepatah Minang “Nan tuo dihormati, nan mudo dibimbing, nan indak tau sejarah dilukis bae”.

Mari dukung terus kegiatan seperti ini. Jangan sampai nanti kita lebih kenal superhero Marvel daripada pahlawan yang bikin Palembang tetap bangga jadi bagian dari Indonesia.Jangan lupa bawa tisu. Kadang bangga itu bisa bikin mata berkaca-kaca. Tapi kalau berkaca-kaca karena debu di museum, ya itu lain cerita.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Kembangkan Aplikasi Sindi, Tak Ada Lagi Tumpukan Berkas Di Meja

    Pemkot Kembangkan Aplikasi Sindi, Tak Ada Lagi Tumpukan Berkas Di Meja

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.225
    • 0Komentar

    MENUJU pelayanan e-paper, Pemerintah Kota Palembang saat ini telah mengembangkan sebuah aplikasi terbaru yakni Sistem Informasi Naskah Dinas (Sindi). Saat ini beberapa dinas telah menerapkan aplikasi ini yang bertujuan untuk mempermudah semua pekerjaan atau naskah atau surat menyurat yang ada di Dinas. “Sindi ini adalah sistem ketatalaksanaan surat menyurat di lingkungan pemerintah kota Palembang,” ujar […]

  • Ada One Day One Prison’s Product  Lapas Kelas II B di OKI, Ini Asanya

    Ada One Day One Prison’s Product  Lapas Kelas II B di OKI, Ini Asanya

    • calendar_month Sabtu, 8 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.074
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kayuagung, Reza Meidiansyah Purnama mengatakan “One Day One Prison’s Product merupakan salah satu cara pemasaran dan pengenalan dari produk-produk hasil karya Warga Binaan Lapas Kayuagung kepada masyarakat luas, selain itu dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menambah Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lapas Kayuagung yang didapat dari seluruh […]

  • Luncurkan Program Langit Biru, Pertamina Sumbagsel Perbaiki Kualitas Udara

    Luncurkan Program Langit Biru, Pertamina Sumbagsel Perbaiki Kualitas Udara

    • calendar_month Minggu, 12 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 774
    • 0Komentar

    PT PERTAMINA wilayah operasi Sumatera bagian selatan (Sumbagsel) meluncurkan Program Langit Biru (PLB) di 30 kota, sebagai upaya mewujudkan kualitas udara yang lebih baik. Dalam keterangan tertulis pada Sabtu (11/9/2021), Pejabat Sementara Manajer Komunikasi, Relasi dan Tangung Jawab Sosial PT Pertamina wilayah Sumbagsel Agustina Mandayati mengatakan, sejumlah 30 kota itu meliputi beberapa wilayah di Provinsi […]

  • Tinjau Venue JSC, Sekda : Kita Harus Up Date Lagi, Update Lagi…!

    Tinjau Venue JSC, Sekda : Kita Harus Up Date Lagi, Update Lagi…!

    • calendar_month Rabu, 28 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.392
    • 0Komentar

    Kelihatan berulang-ulang namun itu harus dilakukan karena dari waktu ke waktu harus punya progres.

  • Razia Gabungan Lapas Kelas II B Muara Enim, Ini Temuannya

    Razia Gabungan Lapas Kelas II B Muara Enim, Ini Temuannya

    • calendar_month Selasa, 6 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 994
    • 0Komentar

    GUNA memastikan di dalam lingkungan Lapas Kelas IIB Muara Enim Zero dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba, Senin (5/4/2021) dilakukan razia gabungan secara mendadak terhadap seluruh warga binaan penghuni Lapas. Dalam oprasi yang terdiri dari BNN Muara Enim, Kepolisian dan TNI ini, petugas menyisir satu persatu blok dan kamar kamar serta barang barang pribadi milik warga […]

  • Melihat 77 Tahun Kemerdekaan dari Kacamata Lingkungan

    Melihat 77 Tahun Kemerdekaan dari Kacamata Lingkungan

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 6.214
    • 0Komentar

    Minggu ini kita merayakan hari jadi Indonesia yang ke-77. Usia yang sangat matang bagi sebuah negara.       Namun, lewat bicara yang disampaikan pada 16 Agustus 2022, Presiden Joko Widodo justru masih mengingat beberapa hal yang masih jauh dari prinsip berkelanjutan untuk bertahan 77 tahun lagi.       Dukungan terhadap industri ekstraktif sangat […]

expand_less
WordPress Archive Glasseo – Eyewear Store Woocommerce Elementor Template Kit Glück – Digital Agency WordPress Theme Gleam – Portfolio Photography WordPress Theme Glee – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme + RTL Glekk – Elementor Blog & Magazine WordPress Theme Glider 3D Photo Slider WordPress Plugin v1.10 GlideX – Single Product WooCommerce Theme Glint – Personal Portfolio WordPress Theme Glitch Heading for Elementor Global Gallery – WordPress Responsive Gallery