Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemprov Sumsel » Sumsel Bikin Lansia Tersenyum Asli : “Yang Tua Jangan Ditinggal, Mereka Dulu yang Ngajar Kita Jalan”

Sumsel Bikin Lansia Tersenyum Asli : “Yang Tua Jangan Ditinggal, Mereka Dulu yang Ngajar Kita Jalan”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
  • visibility 985
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau ada yang bilang tua itu kutukan, berarti dia belum pernah lihat bagaimana lansia di Sumatera Selatan diajak tertawa bareng sambil fisioterapi dan perekaman KTP. Ya, tanggal 12 Juni 2025 lalu, ada acara Kampanye dan Bakti Sosial Lanjut Usia Nasional ke-29  digelar meriah di Sentra Budi Perkasa, Jl. Sosial KM 5 Palembang. Tapi tenang, ini bukan sekadar seremoni peluk-cium lalu pulang makan tumpeng, karena acara betul-betul menyentuh uban dan tulang ekor.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Drs. H. Edward Candra, datang bukan sekadar bawa sambutan manis, tapi juga membawa semangat bahwa rambut putih jangan cuma dihargai saat foto keluarga, tapi juga disayang negara. “Ini bukan cuma seremoni, ini bukti cinta,” katanya, dengan nada yang seperti ingin memeluk seluruh oma-opa se-Sumsel.

Bisa dibilang, acara ini seperti reuni akbar para pejuang hidup yang kini rambutnya putih, lututnya agak ngilu, tapi semangatnya tetap nyala. Ada donor darah, pemeriksaan kesehatan, fisioterapi, bahkan sampai perekaman akta kematian yang ini agak serem tapi penting. Negara memang harus berpikir panjang, bukan cuma saat bikin spanduk ucapan Hari Lansia, tapi juga saat oma butuh kursi roda dan opa butuh tempat curhat yang bukan cuma dinding dapur.

Plt. Kepala Dinas Sosial Sumsel, Hj. Neng Muhaiba, MM, bilang bahwa semua ini dilakukan dalam semangat “Lansia Bahagia, Indonesia Sejahtera”. Dan benar saja, wajah-wajah lansia yang datang tampak sumringah, apalagi saat sembako dibagikan. Jangan salah, satu paket sembako kadang bisa lebih membahagiakan daripada ajakan liburan ke Pagar Alam karena kebutuhan perut nggak bisa ditunda kayak janji caleg.

Lansia itu ibarat akar pohon tua. Mereka diam, tapi menopang banyak. Kalau akar dicuekin, pohon bisa tumbang, daun-daun (alias anak muda) bisa ngambang ke mana-mana. Acara seperti ini ibarat menyirami akar supaya meski tak berbuah lagi, tapi tetap jadi peneduh bangsa.

Bandingkan saja dengan Jepang, negara yang lansianya diajak kerja paruh waktu merangkai bunga atau jadi petugas taman baca. Atau Finlandia, di mana oma-opa diajari coding dasar supaya bisa nonton YouTube tanpa salah pencet. Di Jogja sendiri, komunitas “Lansia Menari” rutin manggung tiap Sabtu sore di alun-alun. Di Bandung, ada program “Taman Lansia” tempat kakek-nenek bisa pacaran halal sambil senam jari.

Nah, di Sumsel? Masih on progress, tapi sudah mulai ke arah sana. Sekda bahkan bilang, akan ada program kreatif dan kewirausahaan buat lansia. Siapa tahu nanti ada Opa-Opanpreneurship jualan keripik digital lewat TikTok. Atau Nenekpreneur yang bisa buka jasa storytelling dongeng zaman penjajahan pakai live streaming.

Edward Candra menutup acara dengan kalimat yang layak dijadikan status WhatsApp. “Semoga para lansia kita senantiasa bahagia, sehat, dan terus bisa berkontribusi dalam pembangunan masyarakat”.

Artinya, jangan remehkan opa-oma atau nenek yang nyapu halaman atau kakek yang suka nonton berita. Mereka mungkin tak bersuara lantang di parlemen, tapi doa dan petuah mereka adalah fondasi dari rumah tangga bangsa.

Jangan sampai acara seperti ini cuma jadi tahunan seperti kue lapis waktu lebaran muncul lalu lenyap. Semangat membahagiakan lansia harus jadi rutinitas, kayak minum jamu atau update status Facebook.

Negeri yang besar bukan diukur dari gedung pencakar langit atau jalan tol yang mulus, tapi dari seberapa tulus ia memeluk orang-orang tuanya yang sudah sepuh kalau anak muda adalah harapan bangsa, maka lansia adalah doanya dan negara yang kuat adalah negara yang ingat siapa yang dulu menyuapi dan meninabobokan cita-cita.

Negara yang kuat bukan cuma punya jalan tol panjang dan gedung tinggi menjulang. Tapi negara yang tahu caranya memuliakan oma-opa, para sesepuh yang rambutnya sudah seperti kapas tapi hatinya tetap sekeras batu bara Lahat karena sejatinya, kemajuan itu bukan cuma soal siapa yang paling cepat lari, tapi siapa yang tak lupa menuntun yang sudah lebih dulu jalan.

Sumsel sudah melangkah, meski belum sempurna. Acara seperti Kampanye dan Bakti Sosial Lansia ini adalah contoh bahwa pemerintah tak cuma bisa bicara di podium, tapi juga bisa menyingsingkan lengan baju untuk membagikan alat bantu dengar dan sekotak sembako.

Dan kalau boleh sedikit berandai-andai andaikan seluruh kabupaten di Indonesia bikin program rutin buat oma -opa mungkin kita tak butuh terlalu banyak motivator di YouTube, karena petuah dari orang tua itu ibarat kopi tubruk kadang pahit, tapi menyadarkan.

Jadi, mari kita rawat oma-opa,  seperti kita merawat warisan pusaka. Jangan biarkan mereka hanya jadi foto di dinding ruang tamu sambil kita sibuk nonton sinetron atau scroll TikTok. Ingat, sebelum kita bisa baca alfabet, mereka sudah ngajarin kita baca kehidupan, karena kalau oma-opa saja sudah tak kita dengar suaranya, maka siapa lagi yang akan mengingatkan kita bahwa hidup ini bukan lomba lari, tapi estafet nilai?.[***].

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pimpin Apel Forum Lalin Palembang, Walikota Bahas Keluhan Masyarakat Terkait Kemacetan Jalan Hingga Parkir Liar

    Pimpin Apel Forum Lalin Palembang, Walikota Bahas Keluhan Masyarakat Terkait Kemacetan Jalan Hingga Parkir Liar

    • calendar_month Senin, 8 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 722
    • 0Komentar

    MENGHADAPI Kota Palembang kian hari kian macet, petugas Polrestabes dan Dishub agar dapat betul-betul hadir mengatur uraian lalu lintas Hal itu disampaikan Walikota Palembang Harnojoyo, saat menjadi pembina apel Forum Lalu lintas (Lalin) Kota Palembang di halaman kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang Kelurahan 35 Ilir Kecamatan Ilir Barat 2, Senin [8/11/2021]. Dalam apel yang […]

  • Pecel Madiun Sehat Ala Bicik Mona, Harmoni di Meja Makan

    Pecel Madiun Sehat Ala Bicik Mona, Harmoni di Meja Makan

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.130
    • 0Komentar

    –Sayuran Segar dan Sambal Kacang, Tentang Harmoni Hidup Sederhana “Pecel itu bukan sekadar sayur rebus disiram sambal kacang,” kata Bicik Mona sambil tersenyum nakal. “Pecel itu filosofi hidup sederhana. Kalau sayurnya macem-macem tapi tetap bisa rukun dalam satu piring, berarti manusia juga bisa hidup damai meski beda karakter.” Bayangkan meja makan sore itu. Ada kangkung […]

  • Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20 2023, Netizen: Rusia Dibanned FIFA, Mengapa Israel Tidak?

    Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20 2023, Netizen: Rusia Dibanned FIFA, Mengapa Israel Tidak?

    • calendar_month Senin, 3 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.015
    • 0Komentar

    SEPAKBOLA menjadi pusat perhatian dunia dalam beberapa waktu terakhir. Fédération Internationale de Football Association (FIFA) secara resmi membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 Tahun 2023. Keuntungan menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 antara lain meningkatkan profil negara atau kota, peningkatan pariwisata dan ekonomi, peningkatan infrastruktur, peningkatan kesadaran olahraga, meningkatkan hubungan internasional, dan mempromosikan nilai-nilai […]

  • Bikin Kaget, Provost Polres Lubuklinggau Periksa Urine Anggota

    Bikin Kaget, Provost Polres Lubuklinggau Periksa Urine Anggota

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.247
    • 0Komentar

    PROVOST Polres Kota Lubuklinggau  memeriksa urine seluruh anggotanya secara dadakan. Pemeriksaan tersebut membuat seluruh anggota Polres Lubuklinggau kaget. Hal itu dilakukan guna memberantas penyalahgunaan narkoba di intern, karena penyalahgunaan narkoba merupakan penyakit serius dan tidak boleh dianggap biasa saja. Oleh sebab itu penananganannya harus dilaksanakan secara komprehensif. Salah satunya integritas dari aparat penegak hukum sebagai […]

  • Paripurna DPRD OKI, Iskandar Resmi Mundur dari Jabatan Bupati OKI

    Paripurna DPRD OKI, Iskandar Resmi Mundur dari Jabatan Bupati OKI

    • calendar_month Kamis, 25 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.412
    • 0Komentar

    OKI -Iskandar, SE mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Bupati Ogan Komering Ilir yang diumumkan dihadapan Rapat Paripurna DPRD OKI, Kamis, (25/5/23). Keputusan pengajuan diri ini merupakan bentuk kepatuhan pada peraturan perundang-undangan, yaitu melaksanakan ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2018 tentang tata cara pengunduran diri […]

  • Ingin Tepat Sasaran, Sumsel – Legistatif Sinergikan Prioritas Pembangunan 2019

    Ingin Tepat Sasaran, Sumsel – Legistatif Sinergikan Prioritas Pembangunan 2019

    • calendar_month Senin, 12 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 940
    • 0Komentar

    Sksekutif sangat menginginkan arah rencana pembangunan daerah Provinsi Sumsel dapat bersinergi.

expand_less
WordPress Archive Around – Multipurpose Business WordPress Theme Arran – Personal Portfolio Elementor Template Kit Array Themes Atomic WordPress Theme Array Themes Baseline WordPress Theme Array Themes Camera WordPress Theme Array Themes Candid WordPress Theme Array Themes Checkout WordPress Theme Array Themes Editor WordPress Theme Array Themes Fixed WordPress Theme Array Themes Latest WordPress Theme