Selasa, 8 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » “Buruh Bukan Sekadar Tenaga, Tapi Juga Suara, Jangan Cuma Jadi Obat Nyamuk di Sudut Pabrik!”

“Buruh Bukan Sekadar Tenaga, Tapi Juga Suara, Jangan Cuma Jadi Obat Nyamuk di Sudut Pabrik!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
  • visibility 730
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Musyawarah Daerah V Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (SP.KEP.SPSI) Sumatera Selatan baru saja digelar di Hotel Swarna Dwipa, dan alhamdulillah bukan di lapangan futsal atau pinggir jalan yang penuh debu. Dibuka langsung oleh Sekda Sumsel, H. Edward Candra, acara ini sebenarnya bukan sekadar ajang temu kangen sambil nyeruput kopi dan lempar pantun, tapi juga titik balik penting dalam menata ulang relasi antara pekerja dan pengusaha dua entitas yang, kalau akur, bisa bikin pabrik jalan terus tapi kalau bertengkar, bisa-bisa mesin mogok dan meja rapat kebanyakan nada tinggi.

Pak Sekda sendiri sudah buka dengan ucapan penuh harapan. Katanya, hubungan harmonis itu penting. Ya iyalah, kayak rumah tangga, kalau suami-istri nggak harmonis, berujung piring beterbangan. Sama juga, kalau buruh dan pengusaha nggak sejalan, ya produktivitas bisa jeblok, demo jadi kegiatan mingguan, dan ujung-ujungnya semua rugi.

Tapi ada satu pernyataan Pak Sekda yang bikin kening ikut berkerut dari sekitar 7.692 perusahaan di Sumsel, baru ada 1.508 Serikat Pekerja yang tercatat. Waduh, ini ibarat punya 7.692 nasi bungkus tapi cuma 1.508 sendok sisanya makan pakai tangan, atau malah cuma jadi penonton. Serikat pekerja ini bukan aksesoris pabrik yang cuma dipajang di mading dekat toilet, tapi garda depan yang memperjuangkan hak sambil jaga hubungan baik dengan atasan. Kalau serikat nggak terbentuk, ya buruh ibarat ayam tanpa kandang ngais-ngais sendiri, rawan diterkam aturan sepihak.

Coba kita tengok pepatah lama “Di mana ada gula, di situ semut berkumpul”. Tapi kalau gulanya disimpan di laci terkunci dan semutnya cuma bisa ngintip, ya bubar jalan. Sama halnya dengan kebijakan perburuhan yang katanya demokratis dan terbuka, tapi akses buruh buat membentuk serikat masih kayak mimpi naik kereta gantung di Musi ada bayangannya, tapi nggak kesampaian.

Ketua Umum SP.KEP.SPSI, R. Abdullah, juga sudah mengingatkan bahwa Musda ini bukan sekadar gelar acara dan bagi nasi kotak. Ini saatnya mengevaluasi kinerja, mencari jejak, dan menentukan pemimpin yang bukan cuma jago pidato, tapi paham bagaimana memutar nasib buruh dari sekadar tenaga kerja jadi mitra strategis. Jangan sampai organisasi buruh cuma rame pas Musda, tapi sepi pas dibutuhkan.

Nah, ini kita sindir halus ya, buat para pengusaha yang masih alergi sama kata serikat buruh itu bukan musuh bebuyutan, mereka bukan gerombolan demo yang doyan teriak doang. Mereka itu seperti rem dalam mobil. Kalau tak ada rem, mobil memang bisa melaju kencang, tapi sekali nabrak, habis semua. Serikat buruh itu justru rem sekaligus GPS yang bisa bantu perusahaan tetap di jalur aman dan seimbang.

Dan buat para buruh sendiri, jangan juga serikatnya cuma aktif buat urusan sumbangan hajatan atau arisan. Serikat buruh itu tempat belajar, berdialog, bahkan berdiplomasi. Jangan cuma jadi anggota pas mau dapet kaos gratis atau ngincar konsumsi saat rapat. Jadilah buruh yang tak hanya bisa mengaduk semen atau menyalakan mesin, tapi juga mengaduk strategi dan menyalakan semangat perubahan.

Kalau pengusaha dan buruh akur, itu bukan mustahil. Asal keduanya sadar kita ini bukan lawan, tapi pasangan duet dalam orkestra ekonomi. Serikat buruh bukan stiker tempel, tapi kompas moral dan struktural agar semua bisa jalan beriringan. Pemerintah? Harus jadi konduktor yang jeli. Jangan malah ikut main suling di balik layar buat nutup-nutupin nada sumbang.

Mari kita bangun dunia kerja yang bukan cuma sibuk mengejar target produksi, tapi juga menjunjung nilai kemanusiaan. Karena seperti kata pepatah kocak dari kakek saya, “Kalau kerja keras saja cukup bikin orang sukses, kuli panggul sudah jadi konglomerat sejak zaman batu”. Jadi, mari kerja keras, kerja cerdas, dan jangan lupa berserikatlah sebelum kalian terserikat oleh sistem.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Surat dari Thia Yufada Dodi Reza untuk Generasi Millenial Muba, Ini Pesannya

    Surat dari Thia Yufada Dodi Reza untuk Generasi Millenial Muba, Ini Pesannya

    • calendar_month Selasa, 4 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.162
    • 0Komentar

    BUKU merupakan referensi dan buku merupakan sebuah panduan dan bisa dibilang peluang tanpa batas untuk seseorang bisa melakukan tindakan, mengembangkan emosi, mengenali lingkungan dan membangun karakternya.  Jika sesorang itu gemar membaca buku. Selain itu  buku akan memberikan sumber informasi yang berisi topik yang membutuhkan, dan buku menjadi bagian panduan untuk lebih mengetahui apa yang ingin diketahui. Untuk […]

  • Perjuangan Peserta PPPK  OKI, Ikut Tes 3 Hari Usai Operasi Sesar

    Perjuangan Peserta PPPK  OKI, Ikut Tes 3 Hari Usai Operasi Sesar

    • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 869
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,-Perjuangan peserta tes Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) memang menyita banyak perhatian publik. Banyak kisah mengharukan dan juga menarik dari para peserta tes PPPK di berbagai penjuru negeri ini. Kisah heroik juga dilakoni Dian Pertiwi peserta tes PPPK asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel. Tiga hari sebelumnya Dian baru saja lepas bersalin […]

  • Suvenir Khas Tuan Rumah, Menparekraf Ajak Wisatawan PON Papua Beli Suvenir Ekraf dari ‘Pace’ dan ‘Mace’

    Suvenir Khas Tuan Rumah, Menparekraf Ajak Wisatawan PON Papua Beli Suvenir Ekraf dari ‘Pace’ dan ‘Mace’

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.337
    • 0Komentar

      MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak wisatawan termasuk seluruh kontingen dan peserta Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua untuk membeli produk-produk ekonomi kreatif lokal hasil karya “pace dan mace” guna turut menggerakkan perekonomian masyarakat. “Pace dan mace” merupakan panggilan untuk pria dan wanita di Papua, […]

  • Terkait Paspor, Kantor Migrasi Kelas I TPI Palembang Respon Keinginan Masyarakat Muba

    Terkait Paspor, Kantor Migrasi Kelas I TPI Palembang Respon Keinginan Masyarakat Muba

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 770
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi menerima kunjungan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang Hasrullah bersama jajarannya terkait Rencana Pembentukan Unit Kerja Keimigrasian (UKK) di Bumi Serasan Sekate Wilayah Kerja Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang, Kamis (24/9/2020). Dalam sambutannya Sekda Muba […]

  • Jika 22 Ribu Sambungan IPAL Terpasang, Palembang akan Bikin Regulasi

    Jika 22 Ribu Sambungan IPAL Terpasang, Palembang akan Bikin Regulasi

    • calendar_month Kamis, 11 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.568
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Pemerintah Kota [Pemkot] Palembang akan membuat regulasi terkait operasional Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) jika memang 22 ribu sambungan tersebut terpasang seusai target. Walikota Palembang, Harnojoyo menjelaskan rencananya untuk tahap awal,  22 ribu sambungan itu akan terpasang di industri dan rumah tangga. “Saya berharap pembangunan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kota Palembang dapat selesai […]

  • Palembang Raih 3  Penghargàan BKN RI

    Palembang Raih 3  Penghargàan BKN RI

    • calendar_month Minggu, 4 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.403
    • 0Komentar

      Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang kembali menorehkan prestasinya ditingkat Nasional yang diselengarakan, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) RI.   Penghargaan yang secara resmi diterima Walikota Palembang H.Harnojoyo diberikan langsung oleh Kepala BKN Nasional Dr. Ir. Bima Haria Wibisana, Jumat (2/9/22) diacara Badan Kepegawaian Nasional Aword 2022, Jumat (2/9/2022) di Hotel Swarna Dwipa Palembang. Tiga penghargaan sekaligus […]

expand_less
WordPress Archive Kidzie – Baby & Kids E-Commerce Elementor Template Kit Kidzieo – Kindergarten School WordPress Theme Kidzonia – Kindergarten & Child Care Elementor Template Kit Kidzy Elementary School Elementor Template Kit Kilio – Sport Shop WooCommerce WordPress Theme Kimberly – WordPress Blog & Shop Theme Kimchi – Asian Restaurant & Cafe Elementor Template Kit Kimono – Photography Portfolio WordPress Theme Kinco – Day Care & Kindergarten Elementor Template Kit Kindedo – Kindergarten & School WordPress Theme + RTL