Kamis, 22 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » “Sultan Muda, Modal Receh, Mimpi Internasional [Ketika Sumsel Belajar Dagang dari Denmark Sampai Depok]”

“Sultan Muda, Modal Receh, Mimpi Internasional [Ketika Sumsel Belajar Dagang dari Denmark Sampai Depok]”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
  • visibility 886
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di zaman sekarang, jualan cilok saja bisa viral kalau dikasih merek “Cilok Korea Selatan Rasa Kenangan Masa SMA”, tapi betul juga apa kata Gubernur Sumatera Selatan,  Herman Deru, modal semangat dan ide itu bisa bikin anak muda dari Musi Rawas sampai Ogan Ilir berubah jadi sultan. Namun, ya jangan salah sangka, bukan sultan yang hobi nonton konser K-Pop sambil rebahan di kasur hotel bintang lima, tapi sultan muda yang bangkit dari garasi rumah, modal receh, tapi ide menggelegar.

Labirin Sriwijaya BOOTCAMP 2025  ibarat tempat cuci otak yang bukan sembarang cuci. Ini bukan laundry kiloan, tapi laundry mental dan semangat dagang. Temanya sudah futuristik “Wujudkan Ekosistem Bisnis Lestari Berkelanjutan di Sumsel”. Kurang keren apa?. Kita yang baca aja berasa kayak pengusaha organik dari Silicon Valley.

Gubernur pasang ancang-ancang, “Target kita adalah membentuk sultan muda di Sumsel,” ujarnya penuh harap dan visi. Nah ini dia, di tengah zaman digital, ketika ngelamar kerja saingannya jutaan dan lulus kuliah hanya jadi kolektor ijazah, justru wirausaha bisa jadi jalan ninja!. “Kesuksesan datang pada mereka yang melihat peluang bukan sebagai kerikil, tapi sebagai batu loncatan,” katanya belum lama ini.

Cocok. soalnya banyak anak muda sekarang terlalu gengsi jualan, padahal gengsi itu nggak bisa ditukar sama nasi padang. Mental harus dibasuh dulu, supaya gak malu mulai usaha dari jualan kopi sachet atau stiker lucu di Shopee. Kalau mau lihat hasilnya, contoh paling dekat ada di Depok. Di sana, anak muda disuruh bikin Kampung Kreatif. Ada yang bikin sabun organik, ada yang nyablon kaos bertema satire politik, bahkan ada yang ekspor tempe ke Jepang. Bayangkan, tempe yang dulu dibilang makanan rakyat, sekarang jadi bintang tamu di restoran Tokyo!.

Lanjut ke luar negeri lagi, coba intip Denmark, negara ini punya program Youth Business Denmark yang bikin anak muda bisa buka usaha sejak masih SMA, dibimbing langsung mentor, dapat akses pinjaman lunak. Kita di sini baru dapat tugas makalah, mereka udah jualan smoothie organik!. Vietnam (Ho Chi Minh City),   anak mudanya didorong buat bikin startup pertanian pintar. Mereka bikin sistem irigasi digital pakai sensor IoT. Sementara kita, kadang siram tanaman masih pakai gayung bekas rendaman kaki ayam.

Kolombia (Medellín), kota bekas sarang narkoba ini berubah total karena anak mudanya bikin ekosistem kreatif digital. Musik, animasi, teknologi. Sekarang Medellín bukan cuma nama kota, tapi juga nama label fashion!. “Innovation distinguishes between a leader and a follower” kata Steve Jobs. Artinya, kalau kita masih nunggu petunjuk dan ragu mulai usaha, ya siap-siap jadi penonton terus.

Sayangnya, kadang program bagus kayak gini malah dianggap angin lalu. Ada yang datang ke bootcamp cuma buat foto-foto, update IG story, tapi pulang gak tahu bedanya invoice sama bon warung. Ada juga yang nunggu pemerintah kasih modal, padahal usaha itu bukan menunggu, tapi mulai dari apa yang kita punya.

Di sisi lain, program “100.000 Sultan Muda” ini jangan cuma jadi jargon semanis es teh di pinggir jalan. Ada akses ke modal, pendampingan intensif, hingga pemasaran digital. Jangan sampai anak muda semangat, tapi habis bootcamp malah jadi pengangguran intelektual dengan sertifikat numpuk.

Bayangkan kalau tiap kabupaten/kota punya business corner tempat anak muda ngumpul, diskusi, produksi barang, dan bisa akses pasar digital. Ada mentor, ada wifi gratis, dan ada kopi (ya, kopi penting buat mikir). Tambah lagi kemudahan akses ke kredit mikro tanpa jaminan setrika ibu.

Dan jangan lupa perlu ada showcase mingguan. Entah itu di mall, di CFD, atau di terminal sekalian. Biar produk anak muda bisa dilihat, dicoba, dibeli. Karena branding itu bukan cuma soal logo, tapi soal eksistensi.

Labirin Sriwijaya bukan labirin sesat, tapi jalan pintas buat anak muda jadi bintang di kampung sendiri. Jangan biarkan peluang lewat kayak mantan yang nikah duluan. Pegang peluang itu, olah, jual, ekspor kalau bisa.

Tony Gaskins seorang motivator, penulis, dan pembicara inspiratif asal Amerika Serikat yang dikenal luas lewat kutipan-kutipannya yang banyak dibagikan di media sosial, terutama seputar pengembangan diri, hubungan, dan kewirausahaan. Kutipan terkenalnya, yakni “If you don’t build your dream, someone will hire you to help build theirs” [“Kalau kamu tidak membangun mimpimu sendiri, kamu akan dibayar untuk membangun mimpi orang lain”].

Sudah saatnya anak muda Sumsel jadi pengusaha, bukan cuma penonton sinetron. Sultan itu bukan gelar keturunan, tapi status hasil keringat dan ide. Jadi, siapapun bisa jadi sultan asal gak gengsian dan gak cuma ngandelin motivasi, tapi juga eksekusi.

Kalau Denmark bisa, Depok bisa, Medellín bisa… masa Palembang kalah sama tempe Jepang?. Program Labirin Sriwijaya dan target 100.000 Sultan Muda bukan hanya soal jumlah, tapi soal kualitas. Ini bukan mie instan yang tinggal diseduh, tapi seperti rendang perlu waktu, bumbu, dan proses panjang biar matang sempurna.

Kesuksesan anak muda Sumsel tidak bisa dititipkan pada slogan atau seminar semata harus ada sinergi pemerintah buka jalan, mentor kasih bekal, pasar beri ruang, dan pemuda jangan tidur siang. Ingat, wirausaha itu bukan jalan tol bebas hambatan, tapi jalan berlubang yang harus dilalui sambil nyanyi lagu motivasi.

Kuncinya ada pada tiga hal mental yang siap babak belur, kreativitas yang gak kehabisan baterai, dan kemauan belajar yang lebih kuat dari sinyal wifi di hutan. Jadi, kalau hari ini kamu mulai usaha dari pojok kamar, jangan minder. Siapa tahu, lima tahun lagi, kamu yang diundang ke Denmark, bukan sekadar jual tempe, tapi jadi pembicara tentang ekosistem bisnis berkelanjutan versi Palembang. Karena sultan sejati, bukan dilihat dari saldo rekening…tapi dari seberapa keras dia bertarung dari nol, dan tetap waras meski dompet bolong!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terletak di Konawe Utara, Wapres Letakan Batu Pertama Pembangunan Kawasan Industri Nusantara

    Terletak di Konawe Utara, Wapres Letakan Batu Pertama Pembangunan Kawasan Industri Nusantara

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.658
    • 0Komentar

    WAKIL Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin didampingi Ibu Wury Ma’ruf Amin bertolak ke Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) guna melakukan kunjungan kerja (kunker), Kamis (19/05/2022) guna peletakan batu pertama pembangunan kawasan industri. Dalam kunker kali ini Wapres akan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking Kawasan Industri Nusantara Industri Sejati (NIS) di Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara serta […]

  • Desa-desa Ikut Seleksi, Bupati Muba Kirim Pasukan Damai dari Serasan Sekate

    Desa-desa Ikut Seleksi, Bupati Muba Kirim Pasukan Damai dari Serasan Sekate

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 773
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Musi Banyuasin (Muba) lagi-lagi bikin gebrakan, bukan di ajang pencarian bakat atau lomba karaoke antar-OPD, tapi di kancah Peacemaker Justice Award 2025. Eits, jangan salah! Ini bukan sembarang penghargaan. Ini semacam “Piala Dunia”-nya desa-desa damai, tempat di mana para kepala desa dan lurah-lurah diuji  bisa nggak mereka menyelesaikan ribut-ribut warganya tanpa lempar kursi […]

  • Sekda Sumsel Plh Bupati Muara Enim, Bupati Diduga Tersandung Kasus Hukum

    Sekda Sumsel Plh Bupati Muara Enim, Bupati Diduga Tersandung Kasus Hukum

    • calendar_month Selasa, 16 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 968
    • 0Komentar

    Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan H Nasrun Umar dipercaya menjadi pelaksana harian Bupati Muara Enim. Dirinya sudah terima surat keputusan untuk ditugaskan menjadi Pelaksana Harian Bupati Muara Enim. Gubernur memutuskan ini tentu dilandasi atas segala aspek dan pertimbangan, kata Sekda dalam keterangannya di Palembang, Selasa. Menurut dia, sebagaimana yang diketahui tidak lazimnya Sekda Provinsi […]

  • Pemkab Muba Gelar Pisah Sambut  Dandim 0401 / Muba Pj Bupati Apriyadi Sambut Dandim 0401 Muba Letkol Inf Erry Dwianto

    Pemkab Muba Gelar Pisah Sambut  Dandim 0401 / Muba Pj Bupati Apriyadi Sambut Dandim 0401 Muba Letkol Inf Erry Dwianto

    • calendar_month Selasa, 25 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.026
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar acara Pisah Sambut Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0401 / Muba Letkol Arm Dede Sudrajat SH Kepada Letkol Inf Erry Dwianto S.Psi MHan, di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Senin (24/7/2023). Pada kesempatan tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Muba Drs H Apriyadi MSi dalam sambutannya mengucapkan, terimakasih […]

  • Lumpuh Total, Jalan Lahat-Pagaralam akibat Longsor

    Lumpuh Total, Jalan Lahat-Pagaralam akibat Longsor

    • calendar_month Sabtu, 2 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.478
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Lahat – Longsor sepanjang 25 meter dengan kedalaman sekitar 20 meter tadi malam, akhirnya menyebabkab jalan penghubung kabupaten Lahat dengan Kota Madya Pagar Alam lumpuh Total jalan putus. Longsor yang memakan seluruh badan jalan, sehingga pengendara roda dua dan empat harus melalui jalan alternatif kecamatan Gumay Ulu untuk menuju ke kota. Longsor yang disebabkan […]

  • Horee… Awal Januari 2020, UMP Sumsel Naik Lagi, Apa Pertimbangannya ?

    Horee… Awal Januari 2020, UMP Sumsel Naik Lagi, Apa Pertimbangannya ?

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 855
    • 0Komentar

    BAGI para buruh atau pekerja sebenarnya gak pernah neko-neko, buruh hanya berharap ada perubahan-perubahan dalam setiap tahunnya menyangkut kesejahteraan, apalagi disaat ini daya beli semakin menurun, ekonomi tak menentu. Namun jika perusahaan ngerti dan paham dengan urusan perut pasti buruh tak banyak suara lagi, bahkan ngeluh, apalagi turun ke jalan untuk melakukan aksi demo. Di penghujung […]

expand_less
WordPress Archive The Ark | WordPress Theme made for Freelancers The Artist – Clean Responsive Portfolio WordPress The DMCS – WooCommerce Theme The Event Calender for AMP The Events Calendar Pro Community Events Addon The Events Calendar Pro Community Tickets Addon The Events Calendar Event Tickets Plus The Events Calendar Eventbrite Tickets The Events Calendar Filter Bar The Events Calendar PRO WordPress Plugin