Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Nikah Massal, Mahar Minimalis, Cinta Maksimalis

Nikah Massal, Mahar Minimalis, Cinta Maksimalis

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
  • visibility 1.043
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Pepatah lama pernah bilang, “Kalau cinta sudah melekat, wajan gosong pun terasa romantis”. Tapi sayangnya, cinta di zaman sekarang bukan cuma soal rasa, tapi juga soal biaya. Mau akad? Siapkan dana. Mau resepsi? Siapkan tabungan. Bahkan, mau undang tetangga? Minimal punya saldo buat beli tisu dan kuaci.

Nah, di tengah hiruk-pikuk dunia cinta yang makin kapitalis, Kementerian Agama muncul bak superhero berpakaian batik. Bukannya bawa tameng, mereka bawa solusi Nikah Massal!. Bukan sembarang massal, ini massal yang pakai surat lengkap, dicatat negara, dan yang paling penting gratis tis tis. Kalau kata emak-emak di pasar, “Inilah promo yang benar-benar mendekati surgawi.”

Pada 28 Juni 2025 nanti, tepat di awal tahun baru Islam, 1 Muharram 1447 H, akan digelar acara nikah massal bagi 100 pasangan catin (calon pengantin, bukan calon pelawak). Lokasinya di Kantor Kemenag Jakarta Pusat, tempat di mana cinta dan berkas bertemu, lalu dicatat dengan tinta yang sah secara negara.

Bayangkan, 100 pasang kekasih yang sebelumnya mungkin hanya bisa pacaran lewat tiang listrik dan jendela rumah, kini bisa melenggang mantap menuju pelaminan, lengkap dengan buku nikah, paket mahar, suvenir, dan konon katanya doa dari Pak Menteri Agama sendiri. Ini bukan nikah biasa, ini semacam “Royal Wedding ala rakyat”.

Kalau biasanya orang harus jual motor, gadai kulkas, atau utang ke teman SMA demi akad, di sini semua disediakan negara. Bahkan, katanya rias pengantin pun disiapkan. Tinggal kamu sedia hati yang mantap dan KTP yang valid. Luar biasa bukan?

Tapi jangan senang dulu, bro dan sis. Meski gratis, ini bukan nikah drive-thru. Ada dokumen yang harus disiapkan. Jangan sampai baru nyampe Kantor Kemenag malah bingung kayak ayam masuk perpustakaan.

Ada surat pengantar dari kelurahan, fotokopi akta lahir, KTP, KK, surat sehat, surat izin dari ortu (kalau belum 21), surat rekomendasi dari KUA asal (kalau nikahnya lintas kecamatan), bahkan surat dari pengadilan kalau masih di bawah 19 tahun. Pokoknya, ini nikah, bukan ngisi formulir undian sabun cuci.

Dan bagi yang TNI atau Polri, atau janda/duda harap maklum, Anda masuk kategori pernikahan bersejarah, maka butuh surat izin dari atasan atau akta cerai dan akta kematian pasangan sebelumnya. Negara butuh data jelas, supaya jangan sampai pas akad, mantan muncul sambil nyanyi lagu ST12.

Satu lagi syarat penting ikut Bimbingan Perkawinan. Ini bukan pelajaran membuat nasi goreng, tapi semacam gladi resik hidup berumah tangga. Di sinilah kamu akan diajari bahwa cinta bukan hanya pelukan dan pelaminan, tapi juga soal cicilan listrik, cucian menumpuk, dan mertua yang hobi datang tanpa SMS.

Bimwin ini penting, supaya jangan sampai setelah nikah baru sadar bahwa pasangan ternyata hobi pipis sambil nyanyi, atau nggak bisa bedain antara garam dan gula yang berujung teh manis rasa asin.

Program ini bukan hanya tentang sah atau tidaknya, tapi tentang negara yang hadir memberi solusi. Banyak pasangan di luar sana yang sudah hidup bersama bertahun-tahun, tapi belum menikah resmi. Ada yang karena nggak mampu, ada yang karena nanti-nanti aja, ada juga yang karena nungguin jodoh kaya dalam sinetron.

Dengan nikah massal ini, negara seperti turun tangan menjadi mertua baik hati yang mau bayar rias pengantin dan kasih mahar. Bukan cuma bantu akad, tapi juga bantu masa depan. Pernikahan yang tercatat memberi perlindungan hukum bagi suami, istri, dan anak. Kalau nanti cerai amit-amit ya setidaknya ada kekuatan hukum, bukan cuma kekuatan air mata.

Di dunia ini, banyak hal bisa ditunda: bayar utang, diet, bahkan ganti oli motor. Tapi satu hal yang sebaiknya tidak ditunda terlalu lama adalah mencatat cinta secara resmi. Karena cinta yang tidak tercatat, seperti motor tanpa STNK: bisa jalan, tapi rawan ditilang nasib.

Jadi, kalau kamu punya teman, sahabat, atau tetangga yang selama ini belum menikah resmi karena kendala biaya, bisikin pelan “Bro, ada KUA yang siap jadi wedding organizer loh, dan gratis. Siapa tahu kamu butuh”.

Dan untuk negara, kami cuma mau bilang, terima kasih, Pak Menteri dan seluruh tim, kalian bukan cuma mengurus administrasi umat, tapi juga sedang membantu rakyat naik pelaminan dengan senyuman.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FIFA Coret Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20 FIFA 2023 ™️, Ketum PSSI : Kita Sudah Berjuang

    FIFA Coret Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20 FIFA 2023 ™️, Ketum PSSI : Kita Sudah Berjuang

    • calendar_month Kamis, 30 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.958
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Terkait dengan pertemuan yang berlangsung hari ini antara Presiden FIFA Gianni Infantino dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, terkait dengan apa yang terjadi saat ini, FIFA telah memutuskan untuk mencoret Indonesia sebagai tuan rumah untuk Piala Dunia U-20 FIFA 2023 ™️. Penunjukkan tuan rumah baru akan diumumkan sesegera mungkin, mengingat kompetisi yang ada masih […]

  • Total Kasus Positif Covid-19 Sumsel 1.869 Orang, Sembuh 68 Orang

    Total Kasus Positif Covid-19 Sumsel 1.869 Orang, Sembuh 68 Orang

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 880
    • 0Komentar

    TOTAL kasus positif covid-19 di Sumsel sebanyak 1,869 orang sementara yang bebas dari covid-19 sebanyak 68 pasien. dan kasus positif baru hanya 14 orang. Sedangkan pasien yang meninggal dunia bertambah 1 orang asal Palembang jadi totalnya 75 orang. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumsel Yusri mengatakan, pasien sembuh hari ini tercatat 68 orang […]

  • Pemprov Sumsel Masih Kaji Sanksi Masyarakat Tak Terapkan Prokes

    Pemprov Sumsel Masih Kaji Sanksi Masyarakat Tak Terapkan Prokes

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 798
    • 0Komentar

    PEMPROV Sumsel masih mengkaji sanksi masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan guna menekan penyebaran Covid-19. “Kita terus melakukan berbagai cara strategis agar kedisiplinan masyarakat terus tumbuh sehingga upaya percepatan penanganan pandemi ini dapat tercapai,” kata Gubernur Sumsel Herman Deru disela Rakor Pencapaian Target Realisasi APBD 2020 dan Sosialisasi Penggunaan Maske, Cuci Tangan, serta Jaga Jarak […]

  • Reaksi Pascavaksinasi COVID-19: Kebanyakan Hanya Pegal, Lapar, dan Ngantuk

    Reaksi Pascavaksinasi COVID-19: Kebanyakan Hanya Pegal, Lapar, dan Ngantuk

    • calendar_month Jumat, 22 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 713
    • 0Komentar

    KOMISI Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) terus memantau pelaksanaan program vaksinasi COVID-19, termasuk mendengarkan laporan masyarakat. Hingga Rabu (20/1), Komnas KIPI mengatakan ada 30 laporan KIPI yang bersifat ringan dan tidak ada reaksi serius yang memerlukan perawatan intensif setelah tenaga kesehatan (nakes) mendapat vaksin COVID-19 pertama kali. Prof. DR Dr. Hindra Irawan Satari, […]

  • Sekda SumseI Sosialisasi 3 M Cegah Penyebaran Covid

    Sekda SumseI Sosialisasi 3 M Cegah Penyebaran Covid

    • calendar_month Selasa, 12 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.059
    • 0Komentar

    Sekretaris Daerah Sumatera Selatan (Sumsel) H. Nasrun Umar memberikan edukasi pada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel,  terkait  Penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) dalam Pencegahan  dan Pengendalian Covid-19. Dalam sosialisasi penerapan 3 M secara virtual dari Command Centre Kantor Gubernur Sumsel, Selasa  (12/1) itu, Sekda Nasrun Umar menyebut tujuan dari sosialisasi penerapan prokes dalam pencegahan dan […]

  • Gubernur Sumsel Minta Laju Kecepatan LRT Ditambah

    Gubernur Sumsel Minta Laju Kecepatan LRT Ditambah

    • calendar_month Rabu, 19 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 935
    • 0Komentar

    Palembang- Gubernur Sumsel Herman Deru meminta laju kecepatan LRT ditambah sehingga naik LRT lebih cepat dan menghemat waktu daripada kendaraan lainnya. Kedepan, HD akan memberikan kemudahan untuk pembuatan kantong parkir yang kurang. Hal itu diungkapkannya saat menerima Kepala Divisi Regional III Palembang, PT. Kereta Api Indonesia beserta jajaran dalam rangka silaturahmi dan diskusi terkait perkeretaapian […]

expand_less
WordPress Archive Easy Digital Downloads – Points and Rewards Easy Digital Downloads Pricing Tables Easy Digital Downloads Product Audio Sampler Player Easy Digital Downloads Purchase Limit Addon Easy Digital Downloads Pushover Notifications Easy Digital Downloads Pushover Notifications Addon Easy Digital Downloads Recommended Products Addon Easy Digital Downloads Recurring Payments Easy Digital Downloads Resend Receipt Easy Digital Downloads Restrict Content Pro Member Discounts Addon