Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » “Society 5.0 vs Society Sabar Aja Dulu” [Antara Sekolah Pintar & Murid yang Masih Minta Colokan]

“Society 5.0 vs Society Sabar Aja Dulu” [Antara Sekolah Pintar & Murid yang Masih Minta Colokan]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
  • visibility 1.479
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau Jepang sudah melaju kencang dengan Society 5.0, kita di sini masih berpelukan mesra dengan Society Sabar Aja Dulu. Mereka sudah bikin sekolah pakai AI, kita masih sibuk mikirin siapa yang jaga UKS. Mereka ngajarin siswa bicara dengan mesin, kita masih ribut soal papan tulis magnetik yang raib entah ke mana.

Makanya, begitu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pak Pratikno, belum lama ini mampir ke Kindai University High School di Osaka, Jepang, banyak yang mangap. Lha iya, ini sekolah, tapi mirip laboratorium masa depan.

Guru Bahasa Inggrisnya didampingi sistem AI, muridnya ngobrol sama robot dengan percaya diri, dan tak satu pun siswa ngeluh soal sinyal. Sementara di kampung kita, sinyal hilang sebentar aja bisa bikin murid teriak, “Pak, nggak kedengeran, Pak! Ulangi dari awal, Pak!”.

Di Kindai, AI bukan cuma alat bantu, tapi sahabat belajar. Sejak 2013, sekolah ini sudah jadi Apple Distinguished School, bukan karena tiap murid dikasih apel gratis, tapi karena mereka memetik hasil dari teknologi yang dirawat dengan filosofi. Teknologi di sana tidak digunakan untuk gaya-gayaan, tapi untuk memperkuat karakter. AI bukan untuk menggantikan guru, tapi untuk menajamkan metode. Di sini, masih ada yang anggap kalau pakai proyektor itu udah “paling digital”.

Program GIGA School Jepang memberi setiap siswa tablet dan internet cepat. Sekolah-sekolah negeri dan swasta dipacu bareng, tanpa pilih kasih. AI tidak dijadikan mata pelajaran tersendiri, tapi diintegrasikan dalam semua pembelajaran. Mereka sadar, masa depan bukan hanya butuh kecerdasan buatan, tapi juga hati yang tidak buatan. Di sinilah Jepang membangun Society 5.0  masyarakat berteknologi tinggi tapi tetap berpusat pada manusia. Kita? Masih sibuk cari charger di ruang guru.

Pak Pratikno tak cuma datang buat selfie atau lihat-lihat. Ia diskusi serius soal pelatihan guru, perlindungan data, tantangan infrastruktur, sampai kesenjangan digital. Hal-hal yang kerap kita anggap remeh tapi ternyata bisa bikin masa depan bobrok kalau dibiarkan. Kesenjangan digital antara sekolah negeri dan swasta, antara kota dan desa, itu bukan sekadar beda merek modem, tapi beda peluang hidup.

Pak Menko juga mendapati bahwa Jepang tidak menyembah AI. Mereka mendidik murid untuk memahami teknologi, bukan ditundukkan olehnya. Kurikulum menekankan kemampuan yang tidak bisa digantikan AI, seperti berpikir kritis, menyelesaikan masalah, dan etika digital. Di sini, kadang anak-anak malah belajar salin jawaban dari chatbot, lalu merasa pintar luar biasa.

Pepatah lama berkata, “Besi diasah jadi tajam, manusia diasah dengan ilmu.” Tapi di era sekarang, besi pun diasah pakai teknologi laser, masa manusia masih diasah pakai penggaris kayu?

Mau tidak mau, suka tidak suka, sekolah kita harus segera upgrade. Bukan cuma ganti LCD projector, tapi ganti pola pikir. Sekolah masa depan bukan tentang gedung mewah atau seragam rapih doang, tapi soal bagaimana anak-anak belajar berpikir sendiri, bukan disuapi soal.

Kita butuh kurikulum yang menantang murid untuk berpikir, bukan membebani guru dengan administrasi. Kita perlu guru yang jadi fasilitator eksplorasi, bukan penjaga absen dan pengisi tabel tak bernyawa. Dan kita juga perlu orang tua yang melek digital, bukan yang menyuruh anak ikut bimbel karena “biar kayak anak tetangga”.

Transformasi pendidikan ke arah Society 5.0 memang butuh waktu, tapi bukan alasan untuk berlama-lama di Society sabar aja dulu. Kesabaran itu mulia, tapi kalau kelewat sabar, nanti muridnya keburu jadi kakek sebelum dapat tablet dari sekolah. Kita harus sadar bahwa teknologi itu bukan tujuan, melainkan kendaraan. Tujuan sejatinya adalah membentuk manusia-manusia merdeka yang bisa berpikir, beretika, dan tidak tergantung pada mesin.

Kalau Jepang sudah memulai Society 5.0 dengan semangat “human-centered society”, maka kita harus mulai dari “reality-centered planning”. Jangan mimpi bikin robot kalau ngetik RPP saja masih tergantung jaringan tetangga. Jangan juga cuma pasang WiFi di sekolah tapi lupa ajarin murid cara berkomunikasi yang sopan di ruang digital.

Dan yang lebih penting, jangan sampai kita jadi negara yang pintar bikin slogan, tapi lupa bikin solusi, jangan sampai anak-anak kita pintar main filter TikTok, tapi gagap saat harus menyaring informasi. Dan jangan sampai teknologi membuat kita makin jauh dari tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan mencerdaskan algoritma belaka.

Karena bangsa besar bukan hanya yang bisa bikin satelit, tapi juga yang bisa membuat satu kelas belajar dengan bahagia, bermartabat, dan tidak panik saat lupa password. Selamat datang di Society 5.0. Selamat tinggal Society Sabar Aja Dulu asal sabarnya jangan terlalu lama.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Plototin Peredaran Produk Berbahaya, Lakukan Sidak Dadakan

    Plototin Peredaran Produk Berbahaya, Lakukan Sidak Dadakan

    • calendar_month Jumat, 5 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.495
    • 0Komentar

    BALAI Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang, bersama wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda lakukan sidak dadakan terhadap 2 Apotek Acak sidak dilakukan untuk mencegh produk –produk berbahaya.”BBPOM dan dinas terkait melakukan kegiatan sidak dadakan di beberapa apotek di Jalan MP Mangkunegara,” ujar Fitrianti, kemarin. Pemeriksaan yang diadakan secara tiba-tiba itu menunjukan hasil yang agak […]

  • Pemberlakuan Ganjil Genap, Polda Metro Jaya Tilang Ratusan Pelanggar Lalulintas

    Pemberlakuan Ganjil Genap, Polda Metro Jaya Tilang Ratusan Pelanggar Lalulintas

    • calendar_month Jumat, 17 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 618
    • 0Komentar

    SEBANYAK 595 kendaraan diberikan sanksi tilang selama kebijakan ganjil genap diberlakukan disejumlah ruas jalan di Jakarta saat PPKM level 3 berlangsung. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Sambodo Purnomo Yogo, S.I.K., M.T.C.P., menjelaskan bahwa dari tanggal 1 September 2021 sampai tanggal 16 ada 595 tilang yang sudah kita berikan kepada pelanggar, Jumat (17/9). […]

  • Roadshow ke Tiga Desa, Camat Muara Beliti Serahkan SK BPD

    Roadshow ke Tiga Desa, Camat Muara Beliti Serahkan SK BPD

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 778
    • 0Komentar

    KOMITMEN Pemerintah Kecamatan Muara Beliti dalam mewujudkan Branding Muara Beliti Bersahaja terus digalakan. Senin (13/01/2020) Camat Muara Beliti, Badarudin didampingi Kasi Pemerintahan, Arief Candra melakukan Roadshow ke 3 Desa dalam rabgka Distribusi Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) di Kecamatan Muara Beliti. Tiga desa yang dikunjungi dan sekalius melakukan pembinaan kepada Perangkat Desa […]

  • 3 Mahasiswa Politik Islam UIN Raden Fatah Raih Medali di Ajang Porprov Sumsel

    3 Mahasiswa Politik Islam UIN Raden Fatah Raih Medali di Ajang Porprov Sumsel

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.504
    • 0Komentar

    KABAR gembira diterima Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang. Terdapat beberapa mahasiswa dari Program Studi Politik Islam mengikut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan ke XIII yang diselenggarakan pada tanggal 21-29 November 2021 di Ogan Komering Ulu Raya (OKU Raya). Kerja keras dan tekad para peserta yang kuat menghantarkan beberapa mahasiswa yang mengikuti […]

  • Jembatan Lematang Rampung Dibangun

    Jembatan Lematang Rampung Dibangun

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 907
    • 0Komentar

    JEMBATAN Lematang yang dianggarkan melalui APBD Provinsi Sumsel di Kabupaten Lahat tahun ini dapat selesai dibangun. “Jembatan Lematang di Lahat tahun ini harus sudah selesai. Kita anggarkan Rp 41 miliar, kita berikan Rp20 miliar kemudian sisianya pada Anggaran Belanja Tahunan (ABT). Insya Allah tahun ini fisiknya pekerjaannya dikerjakan,”kata Gubernur Herman Deru saat menerima kunjungan Bupati […]

  • 1 Orang Positif COVID-19 di RSUD Sekayu Dinyatakan Sembuh

    1 Orang Positif COVID-19 di RSUD Sekayu Dinyatakan Sembuh

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 792
    • 0Komentar

    SATU orang positif COVID-19 di RSUD Sekayu Kab. Muba dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan lebih kurang 2 minggu. Kepastian kondisi pasien sembuh  setelah dua kali dilakukan swab dinyatakan  negatif dan sembuh. “Saat ini sudah dinyatakan sembuh. Sesuai protokol kesehatan  pasien tetap  menjalani isolasi mandiri  14 hari lagi di rumah. Setelah itu  bisa beraktifitas seperti biasa. […]

expand_less
WordPress Archive The Grid – Responsive WordPress Grid Plugin The Hanger - eCommerce WordPress Theme for WooCommerce The Keynote – Conference / Event / Meeting WordPress Theme The Kleaner – Industrial Cleaning Company WordPress Theme The Landscaper – Lawn & Landscaping WP Theme The Luxury – Dark / Light Responsive WordPress The Moon – Creative One Page Multi-Purpose WordPress Theme The Newspaper – Magazine Editorial WordPress Theme The Next Mag – Ecommerce Magazine WordPress Theme The Next Mag – Ultimate Magazine WordPress Theme