Rabu, 9 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » Demi Gerina, Bank Sumsel Babel Turun ke Sawah

Demi Gerina, Bank Sumsel Babel Turun ke Sawah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
  • visibility 1.103
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Kata orang tua, “dimana bumi dipijak, di situ dompet dibuka.” Maka ketika tanah Banyuasin dipijak, Bank Sumsel Babel tidak hanya buka dompet, tapi sekalian buka hati dan baju seragam dinas buat masuk sawah!

Biasanya bank dikenal dengan aktivitas yang penuh perhitungan bunga naik, tenor turun, dan nasabah deg-degan. Tapi kini, Bank Sumsel Babel justru ikut turun ke sawah, karena berani keluar dari zona nyaman dari ruang AC ke lahan persawahan, dari layar komputer ke lumpur petani demi program nasional Gerina yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Suasana sawah di Banyuasin tampak berubah total, bukan karena petani ganti playlist dangdut ke jazz, tapi karena kehadiran pejabat bank dan pejabat daerah yang ikut turun menyapa para petani binaan. Ada Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, dan Direktur Bisnis Bank Sumsel Babel, Suroso Djailani. Yang datang bukan untuk cari spot selfie, tapi menandatangani akad KUR langsung di tengah semilir angin padi, Senin (28/4/2025).

Suroso dalam pernyataannya, “Kami ingin mendukung percepatan produksi pangan nasional,”.

Kalau diartikan ke bahasa petani,  “Kami datang bukan cuma bawa map, tapi juga niat,”.

Kredit Usaha Rakyat alias KUR ini ibarat payung di musim kemarau dan jas hujan di musim tanam. Dulu, petani kalau mau nanam harus rela ngutang ke tetangga atau tukang bakso. Tapi sekarang, dengan bunga cuma 6 persen setahun, mereka bisa mengajukan modal tanpa harus digaruk lintah perasaan dan keuangan.

Kalau dulu mimpi petani cuma sampai beli pupuk eceran, sekarang bisa beli dalam karungan. Bahkan ada yang sudah berani mikir beli drone penyemprot pupuk. Ya, meski sebagian baru tahu drone itu bukan nama tokoh sinetron.

“Lebih baik menanam di ladang yang subur, daripada menyimpan uang di celengan ayam yang bolong,” kata pepatah.

Coba intip Thailand, di sana ada BAAC (Bank for Agriculture and Agricultural Cooperatives) yang sudah sejak 1966 mendanai petani tanpa bikin kepala pening. Di Jepang, JA Bank bahkan menyediakan paket lengkap simpanan, kredit, koperasi tani, hingga layanan konsultasi pupuk sambil nyeruput teh matcha.

Di Indonesia, Bank NTB Syariah juga mulai digitalin proses tani. Tapi Bank Sumsel Babel tampil beda, mereka nggak banyak gaya, langsung nyebur ke lapangan, karena katanya, “Petani butuh kawan di lapangan, bukan kawan yang cuma kirim motivasi lewat WhatsApp.”

Asanya, Sumsel, terutama Banyuasin, dikenal sebagai lumbung padi, namun selama ini banyak petani yang hanya jadi penonton di drama pertumbuhan ekonomi. Padahal merekalah aktor utamanya. Nah, dengan masuknya KUR, alurnya jadi berubah petani jadi produsen, bukan cuma buruh musiman.

Bayangkan, jika satu petani dapat Rp25 juta dan digunakan untuk modal tanam, efeknya bukan cuma panen meningkat, tapi ekonomi desa pun ikut menggeliat. Warung kopi laku, penjual gorengan bahagia, dan tukang tambal ban bisa beli selang baru, kata pepatah“Sekali cangkul dua tiga petak terairi sekali kredit, satu kampung bisa ikut menanam rejeki”. Betul nggak!.

Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) bukan cuma slogan buat diketik di spanduk. Ini aksi nyata buat menyelamatkan negeri dari krisis pangan dan krisis kepercayaan, sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Sumsel Babel paham, bahwa petani tak butuh janji-janji manismereka butuh akses, alat, dan akal sehat.

Dan di tengah lumpur itu, Bank Sumsel Babel menjelma jadi mitra sejati bukan sekadar pencetak slip tabungan, tapi juga pencetak perubahan. Mereka tak lagi hanya berbicara dalam angka, tapi juga dalam aksara harapan.

Dan gerakan Indonesia Menanam (Gerina) bukan cuma soal tanam-menanam tanaman, tapi juga soal tanam-menanam kepercayaan. Dan dalam dunia pertanian yang sering dipenuhi cuaca tak menentu dan harga pupuk yang suka naik mendadak seperti harga tiket konser K-pop, hadirnya Bank Sumsel Babel dengan program KUR ini jadi angin segar yang nyata terasa.

Mereka membuktikan bahwa lembaga keuangan bisa lebih dari sekadar penjaga mesin ATM dan tukang hitung saldo, Bank Sumsel Babel hadir bukan untuk selfie bareng padi, tapi betul-betul nyemplung dan ikut menyelesaikan masalah paling mendasar yakni modal.

Di tengah program nasional yang sering kedengarannya megah tapi realisasinya suka malu-malu, Bank Sumsel Babel menunjukkan cara sederhana tapi berdampak datang, dengar, bantu, dan pulang dengan solusi, bukan sekadar laporan.

Dan Banyuasin pun pelan-pelan tak lagi hanya dikenal sebagai lumbung padi, tapi juga lumbung cerita perubahan di mana pertanian tumbuh bukan karena kebetulan, tapi karena memang disokong oleh sistem yang mulai waras.

Oleh sebab itu, kalau hari ini ada yang bilang bank itu dingin dan kaku, ajak saja mereka ke sawah Banyuasin. Di sana, ada bank yang rela nyemplung, bukan karena tergelincir, tapi karena punya misi.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 518 Hotspot Karhutla Terdeteksi di Kalimantan, Asap Pekat Batasi Water Bombing

    518 Hotspot Karhutla Terdeteksi di Kalimantan, Asap Pekat Batasi Water Bombing

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 518 hotspot berkepercayaan tinggi terdeteksi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan pada 19 Agustus 2026. Di tengah lonjakan titik panas tersebut, asap pekat menjadi salah satu kendala dalam operasi pemadaman dari udara. Data Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI) Kementerian Kehutanan berdasarkan pantauan satelit NASA-MODIS/Terra-Aqua mencatat 259 hotspot di Kalimantan Barat, 242 titik […]

  • Bank Sumsel Babel Gelar Manasik JCH Haji Tabungan Tasbih

    Bank Sumsel Babel Gelar Manasik JCH Haji Tabungan Tasbih

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.834
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Palembang – Acara manasik haji jemaah calon haji tabungan Tasbih Bank Sumsel Babel telah terselenggara untuk ke 13 (tiga belas) kalinya oleh Bank Sumsel Babel. Penyelenggaraan manasik haji gratis ini tidak lain dimaksudkan sebagai wujud ungkapan terima kasih dari manajemen Bank Sumsel Babel kepada para jemaah calon haji tabungan Tasbih yang telah mempercayakan alokasi biaya […]

  • Simak cerita Menag dari Arafah terkait haji 2023

    Simak cerita Menag dari Arafah terkait haji 2023

    • calendar_month Rabu, 28 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.145
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Arafah – Jemaah haji telah menyelesaikan prosesi wukuf di Arafah. Mereka selanjutnya mabit (menginap) di Muzdalifah dan Mina. Selama di Mina, jemaah akan melontar Jumrah Aqabah pada 10 Zulhijjah, dilanjutkan jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah pada hari-hari Tasyrik. Menag Yaqut Cholil Qoumas melihat pelaksanaan wukuf di Arafah secara umum berjalan baik dan lancar. Namun, […]

  • Ribuan Klub Motor di Sumsel Bakal Ngumpul di Muba

    Ribuan Klub Motor di Sumsel Bakal Ngumpul di Muba

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 795
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musi Banyuasin (Muba) menggelar event balap tingkat nasional dan internasional membuat banyak pihak melirik Muba sebagai pemilik sirkuit internasional Skyland sangat mantap dan pas menjadi tuan rumah event balap. Betapa tidak, pada 2019 lalu hanya berselang waktu satu pekan, dibawah komando Bupati dan Wabup Muba Dodi-Beni, Muba berhasil mencatatkan sejarah dengan menyukseskan dua event […]

  • Calon Wabup OKI Supriyanto Diduga Ancam dan Ajak Sweeping Anggota PSHT yang Berbeda Pilihan

    Calon Wabup OKI Supriyanto Diduga Ancam dan Ajak Sweeping Anggota PSHT yang Berbeda Pilihan

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.843
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Calon Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) dari pasangan nomor urut 02, Supriyanto, menuai sorotan publik setelah pernyataan kontroversialnya tersebar. Supriyanto diduga mengancam akan “menyelesaikan” anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang tidak mendukung pasangan calon 02, Muchendi Mahzareki-Supriyanto. Dalam sebuah kegiatan di Desa Gading Raja, Pedamaran Timur, Rabu (6/11/2024), Supriyanto dikabarkan menginstruksikan […]

  • “AI Bikin Cerdas atau Bikin Cemas? Robotnya Naik Daun, Manusianya Turun Sinyal”

    “AI Bikin Cerdas atau Bikin Cemas? Robotnya Naik Daun, Manusianya Turun Sinyal”

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.808
    • 0Komentar

    DULU misalnya banyak  orang takut disalip motor di jalan raya, sebaliknya sekarang orang takut disalip robot di tempat kerja, benar nggak?, katanya sih, Artificial Intelligence alias AI itu, jadi ancaman, pasalnya bakal ngambil 85 juta pekerjaan. Waduh….gimana dengan manusia? pasti langsung heboh, kayak warung yang tau sebelahnya buka promo beli satu gratis satu, sebab ancaman […]

expand_less
WordPress Archive Autokar – Auto Care Elementor Template Kit AutoKit – Auto Dealership & Car Listing Elementor Template Kit AutomateWoo – Birthdays Add-on AutomateWoo – Marketing Automation for WooCommerce AutomateWoo – Refer A Friend Automatic.css - Utility Framework for WordPress Page Builders. Automatic Video Creator Plugin for WordPress Automatic WebP & Image Compression, Lazy Load for WordPress & WooCommerce Automations Jetpack CRX Addon Automaton – Artificial Intelligence & Technology Services El…or Template Kit