Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » OKI Terkini » Cerita Sawah Bersuara di Desa Cahya Maju OKI, Presiden Menyapa dari Layar Virtual Jabar

Cerita Sawah Bersuara di Desa Cahya Maju OKI, Presiden Menyapa dari Layar Virtual Jabar

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
  • visibility 1.304
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Perempuan bilang, “Bahagia itu sederhana, lihat suami pulang dari sawah bawa beras, bukan bawa tagihan cicilan motor.” Dan ternyata benar. Hari Senin kemarin, sawah di Desa Cahya Maju, Kabupaten OKI, bukan cuma jadi tempat padi tumbuh subur, tapi juga jadi pusat perhatian nasional. Sawah yang biasanya jadi tempat curhat burung pipit dan kodok galau, hari itu berubah jadi panggung megah para pejuang pangan.

Bayangin aja, di tengah semilir angin dan suara bebek yang nggak tau malu teriak-teriak, ada panen raya skala nasional digelar serentak di 14 provinsi. Nah, Kabupaten OKI yang biasanya lowkey aja. Kali ini tampil kayak tamu undangan VIP, dan yang bikin  suasana makin pecah, Presiden Prabowo Subianto juga hadir secara virtual dari Jawa Barat. Emang zaman udah modern,  panen pun bisa dihadiri dari jarak jauh, pakai teknologi tinggi, bukan cuma pakai galah dan caping.

Pak Presiden, dengan suara khas dan semangat 45-nya, bilang, “Saya sangat berbahagia.” Dan kita percaya. Soalnya, beliau ngasih apresiasi ke menteri-menteri yang udah blusukan ke sawah, bukan ke mall. Beliau bilang ini awal yang bagus. Macam pre-season tim bola yang menjanjikan. Harus ditingkatkan, katanya. Jangan puas cuma panen di satu musim, tapi terus digenjot sampai panen tiga kali setahun. Ya kayak gitu semangatnya, bikin rakyat ikut semangat nyangkul meski cuma dari hati.

Dan yang bikin netes air mata petani, bukan karena kena uap nasi panas, tapi karena Presiden bilang, “Tanpa pangan, tidak ada negara. Tanpa petani, tidak ada NKRI.” Waduh, dalem banget, Pak. Kata-kata ini cocok jadi caption IG, ditempel di warung kopi sawah, atau dijadiin lirik lagu dangdut patriotik. Intinya, petani itu bukan cuma pencari nafkah, tapi penyambung hidup bangsa. Ciee, makin cinta kan sama petani?

Gubernur Sumsel Herman Deru pun nggak mau kalah. Dengan penuh semangat, beliau paparkan data-data yang bikin kita kagum. Sumsel punya lahan baku sawah seluas 519 ribu hektare, dan OKI nyumbang 104 ribu hektare. Itu mah luas banget, sampe kalo dijadiin lapangan futsal bisa bikin kompetisi nasional tiap hari. Tapi Deru juga kasih peringatan: hati-hati lahan sawah bisa makin ciut kalau terus digempur proyek perumahan dan industri. Jangan sampe nanti padi kalah sama paving block.

Pak Gub juga curhat soal Bendungan Tiga Dihaji. Ini bendungan udah dicanangkan jadi proyek strategis nasional, tapi sampe sekarang masih jadi “proyek strategis dalam kenangan”. Padahal, katanya, kalo bendungan ini rampung, air bisa lancar, petani bisa panen dua kali, bahkan tiga. Lah, itu mimpi indah setiap petani bro, bisa nyangkul berkali-kali dengan hasil maksimal, bukan cuma peluh yang terus ngalir.

Beralih ke Bupati OKI, H. Muchendi, beliau kayak marketing profesional yang ngejual potensi daerahnya. “Lahan kami bukan sembarangan,” katanya. Ada empat jenis lahan: lebak, pasang surut, tadah hujan, dan lahan kering. Komplet, kayak paket internet unlimited plus kuota ekstra. Dari situ, OKI bisa produksi 564 ribu ton padi di tahun 2024. Itu kalau dijadikan nasi uduk, bisa bikin sarapan nasional sebulan penuh.

Beliau juga cerita soal program optimalisasi lahan alias Oplah. Tahun ini targetnya 24 ribu hektare, dan per Maret udah 4.510 hektare yang jalan. Cetak sawah juga ditarget 26 ribu hektare, walau baru 2.005 yang lagi disurvey. Namanya juga proses, yang penting niatnya udah maksimal. Tapi tantangannya segambreng  cuaca labil, lahan nganggur, pupuk kadang kayak mantan diperlukan, tapi susah ditemuin.

Ada juga masalah lahan yang statusnya masih kayak hubungan tanpa kepastian nggak jelas milik siapa. Ada yang punya perusahaan tapi belum tergarap. Jadi Bupati minta tolong dibantu administratifnya. Biar sawah nggak cuma jadi dekorasi Google Maps, tapi bener-bener menghasilkan.

Panen serentak ini memang luar biasa. Tapi jangan sampai jadi ajang tahunan yang cuma rame di awal, terus menguap kayak air got siang bolong. Kita butuh komitmen jangka panjang, bukan cuma pidato manis yang bikin hati hangat, tapi perut petani tetap lapar.

Pak Presiden sudah kasih sinyal bagus, menteri-menteri juga udah jalan. Sekarang waktunya semua pihak serius. Petani butuh lebih dari ucapan terima kasih. Mereka butuh pupuk yang murah, air yang lancar, lahan yang aman, dan harga gabah yang manusiawi.  Jadi, yuk kita rawat sawah, kita jaga petani. Biar kita nggak cuma bisa bilang “Enak ya makan nasi hangat,” tapi juga bisa bilang “Terima kasih, petani. Negara ini kuat karena kalian.” trimks.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sajadah untuk Semua, Bayi Gendong Sampai Kakek Tongkat [Tempat Sujud Tak Kenal Usia & Raga]

    Sajadah untuk Semua, Bayi Gendong Sampai Kakek Tongkat [Tempat Sujud Tak Kenal Usia & Raga]

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 649
    • 0Komentar

    COBA bayangkan, seorang kakek, sebut saja Mbah Sahroni, pagi-pagi sudah berdandan rapi, semprot minyak rambut sampai wangi semeja, tujuannya bukan ngapel, bukan juga nyalon buat ngurus BPJS, namun tujuan sederhana mau ke masjid. Sayangnya, begitu sampai di halaman, tangga masjid menyambut seperti ninja tinggi, curam, dan tak ada pegangannya. Mau salat, tapi berasa ikut uji […]

  • Peletaan Batu Pertama Pembangunan TPA Al-Falah OKI-OI

    Peletaan Batu Pertama Pembangunan TPA Al-Falah OKI-OI

    • calendar_month Selasa, 28 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 769
    • 0Komentar

    DANDIM 0402 OKI-OI  Letkol Czi Zamroni SSos, di Wakili Kasdim 0402/OKI Mayor Chk Ernanda Laksanawan SH MH hadiri peletakan batu pertama pembangunan Gedung TPA Al-Falah yang bertempat di Komplek Mandiri Kelurahan Paku Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan Selasa (28/09/2021). Ketua Panitia Pembangunan TPA Al-Falah. Lettu INF Ahmad Taupik dalam laporannya mengatakan pembangunan […]

  • Gubernur Sumsel, Dinobatkan Sebagai Green Leadership 2018

    Gubernur Sumsel, Dinobatkan Sebagai Green Leadership 2018

    • calendar_month Selasa, 15 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 898
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Setelah sebelumnya dinobatkan sebagai penerimapenghargaan Muslim Choice Goverment Awards  tahun 2018. Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru kembali mendapat pengakuan dari pemerintah pusat, kali ini  HD mendapatkan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI berupaya Anugrah Nirwasita Tantra (Green Leadership)Tahun 2018. Penghargaan Nirwasita Tantra (Green Leadership)Tahun  2018 didasarkan, surat Sekjen […]

  • BPS : Penduduk Miskin Sumsel Naik, Kelompok Makanan Jadi Penyumbang Utama

    BPS : Penduduk Miskin Sumsel Naik, Kelompok Makanan Jadi Penyumbang Utama

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 835
    • 0Komentar

    BADAN Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melaporkan jumlah penduduk miskin di Sumsel bertambah, tercatat pada Maret tahun ini mencapai 1.081,58 ribu orang atau 12,66 persen dari total penduduk. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Endang Tri Wahyuningsih dalam rilisnya mengatakan dibandingkan dengan kondisi September 2019 jumlah penduduk miskin di Sumsel […]

  • Kemarin Mereka Bersama Kita, Hari Ini Mereka Telah Pergi

    Kemarin Mereka Bersama Kita, Hari Ini Mereka Telah Pergi

    • calendar_month Senin, 5 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.717
    • 0Komentar

    HAMPIR setiap pagi, kabar duka itu selalu datang. Hampir saban hari, baik siang, sore atau malam, sirine ambulan itu selalu terdengar, entah membawa pasien sakit atau mungkin mereka yang diantar ke pemakaman. Pagi ini, saat membuka medsos, ucapan Innalillahiwainnailaihirojiun telah berseliweran. Semenjak wabah Covid-19 merebak di dunia, peristiwa meninggalnya umat manusia seperti sudah sangat biasa. […]

  • “Telur Penyu Nusantara, Sambas Anambas & Kisah Telur Lawan Emas Putih”

    “Telur Penyu Nusantara, Sambas Anambas & Kisah Telur Lawan Emas Putih”

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 854
    • 0Komentar

    KALAU bicara soal telur, pikiran kita biasanya melayang ke ayam goreng di warung pecel lele, telur ceplok setengah matang yang jadi rebutan di warung soto, atau telur asin yang biasanya nongol di rak-rak toko oleh-oleh. Tapi di lautan Nusantara, ada telur yang nilainya jauh lebih ribet ketimbang emas putih telur penyu. Baru-baru ini, negeri ini […]

expand_less
WordPress Archive Point of Sale System for WooCommerce (POS Plugin) Poize – WordPress Theme for Music Events, Festivals & Venues Pokeri - Casino & Betting Elementor Pro Template Kit Polikal – Political Candidate & Party WordPress Theme Politaro – Political WordPress Theme Politeck – Political Party WordPress Theme Politic – Political WordPress Theme Political WordPress Theme – FrontRunner PoliticalWP – Political Campaign WordPress Theme Politics – Election Campaign Political WP Theme