Kamis, 22 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Sekolah Rakyat : Jembatan Impian Anak-Anak Terpinggirkan

Sekolah Rakyat : Jembatan Impian Anak-Anak Terpinggirkan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
  • visibility 847
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Hidup ini kadang kayak main monopoli. Ada yang lahir langsung punya rumah di daerah elit, bisa sekolah di tempat terbaik, dan punya segala fasilitas buat sukses. Tapi ada juga yang cuma kebagian lapak di sudut sempit, uangnya cekak, tiap jalan malah kena pajak. Nah, Sekolah Rakyat (SR) ini ibarat kartu “Kesempatan” yang akhirnya bikin semua pemain punya peluang buat menang, bukan cuma mereka yang dari awal udah dikasih modal gede!

Bayangin ada lomba lari seru. Semua anak udah siap di garis start dengan sepatu lari kece, tapi ada beberapa yang masih nyeker karena nggak punya. Nah, Sekolah Rakyat ini kayak temen baik hati yang balik ke belakang, kasih mereka sepatu, dan ngajak lari bareng! Bukannya ngerugiin peserta lain, tapi biar semuanya bisa sampai garis finish tanpa harus merangkak kesakitan. Kan nggak seru kalau yang menang cuma yang dari awal udah enak posisinya!

Jadi gini, SR bukan pesaing sekolah reguler yang udah ada. Mereka lebih kayak suplemen gizi buat pendidikan di Indonesia—melengkapi, bukan menggantikan. SR hadir buat anak-anak yang selama ini kesulitan masuk sekolah. Bukannya mereka nggak mau belajar, tapi sering kali terhalang faktor ekonomi, lokasi yang jauh, atau lingkungan yang nggak mendukung.

Salah satu prinsip utama dalam pendirian Sekolah Rakyat adalah menjangkau anak-anak yang selama ini belum memiliki akses ke sekolah, baik karena kendala ekonomi, geografis, maupun faktor sosial lainnya. Pemilihan ini didasari oleh desil-desil yang tercantum dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Sekolah Rakyat hadir untuk melengkapi, bukan meniadakan sekolah yang sudah ada. Fokus kita adalah memastikan bahwa setiap anak mendapatkan haknya untuk belajar,” jelas Prof. M. Nuh Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat belum lama ini.

Ibarat restoran all-you-can-eat, semua orang boleh makan sepuasnya, tapi kalau pintu masuknya setinggi tiang listrik dan nggak ada tangga, ya gimana mereka bisa ikut menikmati?

Makanya, SR ini nggak asal berdiri kayak warung kopi kekinian. Mereka beneran ngecek daerah yang butuh sekolah, liat data angka putus sekolah, baru deh bangun sekolah di tempat yang tepat. Dan biar makin efektif, para guru direkrut dari daerah sekitar, biar gampang nyambung sama muridnya. Kan nggak lucu kalau gurunya ngajarin anak-anak tapi kagok sama budaya setempat. Masa iya ngajarin bahasa daerah malah bingung sendiri?

Yang bikin SR makin kece, mereka nggak sekadar buka sekolah terus bilang, “Ya udah, terserah lo pada.” Nggak gitu konsepnya, Bos! Mereka punya sistem manajemen yang solid. Kepala sekolahnya bukan cuma duduk manis di ruangan, tapi beneran jadi project manager yang ngejagain sistemnya tetap jalan. Pendidikan yang berkualitas itu bukan soal “datang, duduk, ngantuk, terus pulang.” Anak-anak harus beneran ngerti dan bisa pakai ilmunya buat masa depan mereka.

Bahkan sebelum tahun ajaran dimulai, ada program matrikulasi selama sebulan buat nyiapin mental, sosial, dan akademik anak-anak biar nggak kaget pas mulai belajar. Kan beda dong, anak yang udah biasa sekolah sama yang baru pertama kali pegang buku. Jadi SR nggak asal nyemplungin mereka ke lautan ilmu tanpa pelampung. Mereka dipastikan nyaman, percaya diri, dan siap buat belajar.

Guru-gurunya juga nggak bisa asal ngajak anak-anak ngafalin tabel perkalian doang. Mereka harus ikut pelatihan khusus buat ngasah empati sosial. Kenapa? Karena anak-anak di SR ini punya latar belakang dan tantangan yang beda dari sekolah biasa. Jadi, gurunya harus peka, bukan sekadar ngasih PR lalu ngilang kayak ninja. Mereka harus bikin muridnya nyaman dan nggak minder dibanding anak-anak lain. Harus jadi guru yang bukan cuma bisa ngajarin rumus, tapi juga ngajarin cara percaya diri!

SR ini ibarat superhero tanpa jubah di dunia pendidikan. Mereka nggak datang buat ngerebut lahan sekolah lain, tapi buat nutupin celah yang selama ini bikin banyak anak nggak bisa sekolah. Bayangin kalau nggak ada SR, mungkin masih banyak anak yang akhirnya harus kerja dari kecil, kehilangan masa depan, atau bahkan nggak punya harapan buat keluar dari lingkaran kemiskinan. Padahal, siapa tahu kalau dikasih kesempatan, mereka bisa jadi ilmuwan, dokter, guru, atau bahkan pemimpin hebat yang bakal ngubah dunia?

Jadi, buat yang masih skeptis dan takut SR bakal bikin sekolah lain merana, santai aja, cuy! Ini bukan soal rebutan murid, tapi soal memastikan nggak ada lagi anak yang ketinggalan. Kita butuh lebih banyak inisiatif kayak gini, bukan malah sibuk nyinyir doang.

So, yuk kita dukung bareng-bareng Sekolah Rakyat ini! Karena kalau pendidikan makin merata, masa depan bangsa juga makin cerah. Jangan sampai ada bocah yang nggak bisa sekolah cuma karena “nasib kurang baik.” Yuk, bikin pendidikan jadi hak semua anak, bukan cuma yang hoki aja! Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Let’s go, bikin Indonesia makin pinter bareng-bareng.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3T Kalah Populer Dibanding 3M

    3T Kalah Populer Dibanding 3M

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2020
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 1.271
    • 0Komentar

    ISTILAH 3T (Tracing, Testing, Treatment) kalah populer dibanding 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak). Padahal, keduanya sama pentingnya dalam upaya memutus rantai penularan COVID-19. Kedua hal tersebut adalah upaya untuk memutus mata rantai penularan COVID-19. Hanya saja, penerapan praktik 3T masih perlu ditingkatkan pemahamannya di masyarakat, mengingat masyarakat lebih mengenal 3M yang kampanyenya dilakukan […]

  • IKN Baru Di Kaltim, Pindah Lebih Awal Istana Negara

    IKN Baru Di Kaltim, Pindah Lebih Awal Istana Negara

    • calendar_month Minggu, 23 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.164
    • 0Komentar

    RAPAT Paripurna Dewan Perwkilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada 18 Januari 2022 lalu, akhirnya menyetujui pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Ibu Kota Negara (IKN) menjadi UU IKN. IKN nantinya berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. “Proses perpindahan ke ibu kota negara yang baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan dilakukan secara […]

  • ISPA di Palembang Tembus 6.296 Kasus, BMKG Catat Udara Masih Berasap

    ISPA di Palembang Tembus 6.296 Kasus, BMKG Catat Udara Masih Berasap

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Palembang mencapai 6.296 kasus selama 1-12 Oktober 2026 menyusul kondisi udara berasap masih menjadi perhatian di wilayah Palembang. Data Dinas Kesehatan Kota Palembang yang disampaikan pada Senin (12/10/2026) melaporkan, jumlah kasus ISPA sepanjang Oktober mencapai 6.296 kasus. Jika dihitung sejak Januari, akumulasi kasus di kota […]

  • Komit Koordinasi Tantangan Global

    Komit Koordinasi Tantangan Global

    • calendar_month Sabtu, 1 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.939
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta –Negara anggota G20 berkomitmen menjaga koordinasi dalam implementasi kebijakan fiskal dan moneter yang saling mendukung, serta memandang penting stabilitas sistem keuangan dan reformasi struktural dalam menghadapi tekanan global yang kian meningkat saat ini. Demikian mengemuka dalam pertemuan ketiga sekaligus pertemuan terakhir dalam rangkaian Framework Working Group (FWG) Presidensi G20 2022. Lantunan gamelan dari […]

  • Peduli Covid, KRI Teluk Bentuni Angkut Bantuan Medis dari Singapura

    Peduli Covid, KRI Teluk Bentuni Angkut Bantuan Medis dari Singapura

    • calendar_month Selasa, 17 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 639
    • 0Komentar

    KRI Teluk Bintuni-520 TNI Angkatan Laut membawa bantuan medis dari Singapura berupa peralatan kesehatan untuk penanganan COVID telah tiba di dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) II Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kemaren. Kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST) dari jajaran Komando Lintas laut Militer (Kolinlamil) ini berangkat dari Dermaga Changi Naval Base, Singapura pada […]

  • Hadiri Mubes Ormas MKGR IX, Ketua DPD MKGR Sumsel Pesan Ini, Ketum DPP Partai Golkar Berharap Ini   

    Hadiri Mubes Ormas MKGR IX, Ketua DPD MKGR Sumsel Pesan Ini, Ketum DPP Partai Golkar Berharap Ini   

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.502
    • 0Komentar

    SEBAGAI salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) yang mendirikan Partai Golkar, ormas MKGR harus diisi oleh kader-kader yang berkualitas untuk andil membesarkan Partai Golkar. Hal ini diungkapkan Ketua DPD Provinsi Ormas MKGR Sumsel yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Sumsel, Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. Ia mengatakan, ormas MKGR sebagai salah satu […]

expand_less
WordPress Archive Rentive – Car Rental & Auto Dealer Elementor Template Kit Reon – Restaurant WordPress Theme Repair Plus – Electronics and Phone WordPress Theme RepairKit – Mobile Phone & Computer Repair Elementor Template Kit Reparo – Car Service Elementor Template Kit Report Builder – Generate Word DOCX and Excel XLSX documents Resco – Resume Elementor Template Kit ResellPress – Hosting WordPress & WHMCS Theme Residence Real Estate WordPress Theme Resido – Laravel Real Estate Multilingual System