Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Hutan Indonesia: Paru-paru dunia yang selalu di bawah ancaman

Hutan Indonesia: Paru-paru dunia yang selalu di bawah ancaman

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 28 Mei 2023
  • visibility 1.275
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GP1SY8WI_Low_res_with_credit_line

 

 

Indonesia memiliki salah satu hutan hujan tropis terbesar di seluruh dunia. Hutan hujan ini merupakan paru-paru dunia – tempat penyerapan karbon terjadi dan kemudian melepaskan oksigen untuk kita nikmati sehari-hari. Sayangnya, hutan Indonesia masih terus dihantui berbagai ancaman yang mengintai. Berikut beberapa ancaman terhadap hutan Indonesia di tahun 2023 ini:

 

Kebakaran hutan akibat El Nino

Setelah tiga tahun mengalami tahun yang basah, Indonesia di tahun 2023 akan mengalami tahun yang lebih kering. Hal ini dikarenakan El Nino akan mulai terjadi di tahun ini. Salah satu dampak dari tahun yang lebih kering ini adalah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

 

Di awal tahun ini, BMKG telah memperingatkan bahwa di bulan Agustus dan September dapat terjadi risiko karhutla yang lebih tinggi dibandingkan dengan musim kemarau tahun 2020 hingga 2022. Karhutla menjadi penting untuk dicegah, sebab karhutla adalah salah satu penyumbang emisi terbesar di Indonesia.

 

Sebagai tindakan preventif, Greenpeace Indonesia telah mengaktifkan kembali Tim Cegah Api sejak tahun lalu. Klik dan tonton video di bawah ini untuk mendengarkan kisah mereka yang turun menjadi relawan.

Menjadi Relawan Pencegah Kebakaran Hutan

Deforestasi oleh produsen kertas

Hutan Indonesia memang gudangnya sumber daya alam. Tapi, manusia seringkali lupa bahwa hutan pun perlu dijaga kelestariannya – bukan hanya dikeruk dan kemudian menyebabkan bencana.

 

Salah satu ancaman besar hutan di Kalimantan adalah deforestasi oleh produsen kertas. Laporan investigasi terbaru menemukan bahwa deforestasi masih terjadi dalam rantai pasok produsen kertas terbesar dunia Grup Royal Golden Eagle (RGE). Hal ini bertolak belakang dengan komitmen ‘Bebas Deforestasi’ yang digaungkan dalam kerangka keberlanjutan mereka sejak tahun 2015.

 

Tak hanya di rantai pasok, ancaman deforestasi juga terjadi dengan dibangunnya pabrik pulp berskala besar d Kalimantan Utara. Pabrik ini masih berhubungan dengan Grup RGE. Padahal pembangunan pabrik semacam ini sebelumnya telah menyebabkan deforestasi parah di Sumatera. “Pola seperti itu bisa terulang kembali. Pembangunan pabrik ini adalah tanda bahaya gelombang baru deforestasi skala industri,” ujar Syahrul Fitra, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia.

Tumpang tindih perizinan di tanah Papua

“Papua bukan tanah kosong,” demikian ujaran dari masyarakat adat suku Awyu. Masyarakat ini adalah satu dari sekian banyak masyarakat adat yang terus berusaha mempertahankan tanah adat mereka dari izin penggunaan oleh perusahaan sawit.

 

Di bulan Mei ini, sejumlah perwakilan masyarakat adat suku Awyu hadir ke Jakarta untuk mendesak pemerintah mencabut izin-izin di Boven Digoel. Menurut mereka, keberadaan perusahaan-perusahaan sawit yang kini mengantongi izin di sana akan mengancam lingkungan dan kelangsungan ruang hidup mereka.

 

Alih fungsi hutan adat menjadi lahan sawit tidak hanya mengancam kehidupan dan penghidupan masyarakat Papua, tapi juga memperparah Krisis Iklim yang mengancam kehidupan kita semua. Klik dan tonton video di bawah ini untuk melihat rangkuman perjuangan masyarakat Awyu.

Masyarakat Adat Suku Awyu : Sepenggal Kisah Mempertahankan Hutan Adat Papua

Berbagai ancaman terhadap hutan Indonesia di atas harusnya bisa membakar semangat kita untuk terus berusaha menjaganya. Kamu, aku dan kita semua akan mendapatkan manfaat dari terjaganya hutan Indonesia. Yuk, jaga bersama!

 

Salam hijau damai,

Greenpeace Indonesia

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pilkada-sumsel-2018

    Gak Seru Ah..! Belum Ada Calon Gubernur dari Independen Yang Mau Daftar

    • calendar_month Senin, 2 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.210
    • 0Komentar

    Pemilihan Gubernur Sumsel rencananya akan dilaksanakn pada 2018, namun di akhir tahun ini belum kelihatan pasangan dari jalur independen (perorangan) yang akan tampil, apakah calon perorangan masih malu-malu atau memang tidak ada berminat sama sekali?.

  • Fitri Ajak Masyarakat Palembang Jaga Kebersihan

    Fitri Ajak Masyarakat Palembang Jaga Kebersihan

    • calendar_month Selasa, 23 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 774
    • 0Komentar

    “Semoga apa yang telah diperbuat bisa dinikmati anak dan cucu kita semua,”

  • Jadi Lumbung Sapi, Sumsel Peroleh Muri

    Jadi Lumbung Sapi, Sumsel Peroleh Muri

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.061
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumsel memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas inovasi yang dilakukan dalam rangka meningkatkan populasi ternak di Sumsel melalui inseminasi buatan terbanyak di Indonesia  yang dilakukan di OKU Timur. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengakui Kabupaten OKU Timur saat ini sudah jauh mengalami kemajuan dari Kabupaten/kota lainnya di Sumsel. “Saat […]

  • Bayi Dugong Terdampar di Desa Galung Sulbar Selamat

    Bayi Dugong Terdampar di Desa Galung Sulbar Selamat

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.276
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) berhasil selamatkan seekor bayi dugong (Dugong dugon) yang terdampar di Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat beberapa waktu lalu. Mengetahui kejadian terdamparnya bayi dugong tersebut, Tim Quick Response […]

  • Penyerapan Masih Minim, Kemensos Percepat Penyerapan Anggaran

    Penyerapan Masih Minim, Kemensos Percepat Penyerapan Anggaran

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 700
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) akan mempercepat penyerapan alokasi anggaran pendapatan belanja negara (APBN) yang masih berkisar 17,50 persen, untuk melakukan verifikasi dan validasi data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). “Kami optimistis Oktober-November 2021 ada peningkatan penyerapan anggaran,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos, Harry Hikmat, melalui keterangan tertulis, usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VIII Dewan Perwakilan […]

  • Herman Deru : Perbaikan  Akses ke Lapas Merah Mata Sudah Dianggarkan

    Herman Deru : Perbaikan  Akses ke Lapas Merah Mata Sudah Dianggarkan

    • calendar_month Kamis, 24 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 980
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru berjanji segera memperbaiki akses jalan yang rusak menuju lembaga permasyarakatan (Lapas) Mata Merah. Hal tersebut disampaikannya saat menerima Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Sumsel Dr. H. Sudirman D. Hury, SH., MM., M.SC dalam rangka silaturhami sekaligus melaporkan kinerja Kemenkumham sebagai fungsi […]

expand_less
WordPress Archive Creator – WordPress Theme for Handmade Artisans Creava – Creative Agency Elementor Template Kit Credia Banking & Business Loan Elementor Template Kit Credigi – Digital Bank & Credit Card Elementor Template Kit Creedy – Religion WordPress Theme Crems – Bakery, Chocolate Sweets & Pastry WordPress Theme Creptaam – Bitcoin, ICO Landing and Cryptocurrency Creptaam – Bitcoin, ICO Landing and Cryptocurrency WordPress Theme Crespo – Fast Food Restaurant Elementor Template Kit Cresta – IT Solutions & Technology WordPress Theme