Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Infrastruktur & Transportasi » Tingkatkan Ketahanan Pangan, Pemerintah Maksimalkan Pembangunan Bendungan

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Pemerintah Maksimalkan Pembangunan Bendungan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 27 Jun 2022
  • visibility 2.185
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat, 17 Juni 2022 meninjau Bendungan Sindangheula yang terletak di Kabupaten Serang, Banten. Presiden dalam kunjungannya didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Mereka berdua berdiskusi mengenai manfaat dari kehadiran bendungan-bendungan di Indonesia dan sekarang ini pemerintah sedang menyelesaikan pembangunan bendungan yang sedang dikerjakan.

Kementerian PUPR terus mengejar target pembangunan 61 bendungan sampai 2024. Menurut Menteri Basuki, sampai saat ini sudah ada 29 bendungan yang tuntas. Sedangkan 32 bendungan lainnya, masih dalam proses pembangunan. Menteri Basuki menyatakan, kehadiran bendungan itu telah meningkatkan indeks pertanaman, sehingga hasil produksi beras secara nasional meningkat.

“Dalam tiga tahun terakhir, Indonesia surplus beras sekitar 3 juta ton dan tidak impor beras lagi,” kata Menteri Basuki, dalam siaran persnya, 18 Juni 2022.

Menteri Basuki menjelaskan, kehadiran bendungan di seluruh tanah air telah meningkatkan indeks pertanaman, dengan rata-rata nasional menurut Badan Pusat Statistik (BPS), berada di angka 147 persen. Nilai indeks tersebut diharapkan dapat terus naik apabila sejumlah proyek pembangunan bendungan telah selesai.

“(Kehadiran bendungan) meningkatkan indeks pertanaman yang sekarang ini rata-rata nasional BPS, 147 persen, dengan 231 bendungan. Jadi dengan tambahan 61 bendungan bisa menjadi 200 persen,” ujar Menteri Basuki.

Indeks Pertanaman (IP) adalah hasil dari perbandingan antara jumlah luas pertanaman dalam pola tanam selama setahun dengan luas lahan yang tersedia untuk ditanami.

Selain itu, tambah Menteri Basuki, kehadiran bendungan juga berpengaruh terhadap hasil produksi pangan tanah air. Menteri Basuki menyebutkan, dengan indeks pertanaman 147 persen, hasil produksi beras secara nasional mencapai 31 juta ton, melebihi kebutuhan konsumsi nasional.

“Padahal konsumsinya 28 juta ton. Jadi make sense, kenapa tiga tahun ini tidak impor (beras),” katanya.

Basuki memang berharap, kehadiran sejumlah bendungan yang masih dalam proyek pembangunan itu senantiasa dapat meningkatkan indeks pertanaman. Sehingga produksi beras nasional dapat mencapai 40 juta ton pada 2045.

“Jadi nanti 2045 kalau bisa sampai 200 (persen), itu bisa produksi 40 juta ton. Surplusnya bisa sampai 10 juta (ton),” katanya.

Selain bendungan, Kementerian PUPR juga melakukan pekerjaan rehabilitasi 3,02 juta ha jaringan irigasi dan pembangunan 1,01 juta ha jaringan irigasi baru. Seluruh infrastruktur ini akan mendukung sentra produksi tanaman pangan, khususnya untuk tujuh komoditas utama yaitu beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, dan sorgum.

Pemerintah juga tengah mengembangkan beberapa sentra produksi tanaman pangan melalui pengembangan food estate, yakni di Sumatra Utara (Humbang Hasundutan) dengan target luasan 20.000 ha dengan komoditas bawang merah dan bawang putih, dan Kalimantan Tengah (Kapuas) dengan target luasan 29.000 ha dengan komoditas utama padi dan jagung.

Selain itu juga ada di Nusa Tenggara Timur (Sumba Tengah, Belu, Waingapu) dengan target luasan 10.000 ha dengan komoditas padi, jagung, dan sorgum, khususnya di Waingapu. Di Papua dengan target luasan 210.000 ha di Merauke untuk komoditas padi, dan 3.000 ha di Kabupaten Keerom/Jayapura untuk komoditas jagung, dan di Sulawesi Tengah (Donggala) dengan target luasan 15.000 ha untuk komoditas jagung dan kedelai.

Salah satu bendungan yang dibangun dalam periode 2015-2020 adalah Bendungan Sindangheula di Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Bendungan tersebut dibangun dengan biaya Rp458,9 miliar dan telah diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Joko Widodo pada 4 Maret 2021.

Bendungan Sindangheula memiliki kapasitas tampung air 9,3 juta meter kubik, dengan manfaat irigasi 1.289 hektare (ha), air baku 800 liter/detik, dan potensi pembangkit listrik 0,4 megawatt (MW). Bendungan tersebut dibangun dengan anggaran mencapai Rp451 miliar.

Bendungan ini dianggap mampu mereduksi banjir hingga 50 meter kubik per detik dari Sungai Ciujung dan Sungai Cidurian. Tak hanya itu, pembangunan Bendungan Sindangheula juga dimanfaatkan untuk konservasi dan pariwisata serta pembangkit listrik yang menghasilkan 0,40 megawatt. Biaya pembangunan 458 miliar dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk dan PT Karya Hutama (Persero). 2015 sampai dengan 2019.

Bendungan yang dibangun selama empat tahun ini bisa mengaliri 1.289 hektare sawah di Banten. Hal tersebut bisa menjadi nilai tambah bagi petani agar semakin produktif dalam menjaga ketahanan pangan. Bahkan, Bendungan Sindangheula juga dimanfaatkan untuk menyediakan air baku hingga 0,80 meter kubik per detik untuk kegiatan industri di Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.Indonesia.go.id (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Digital Content Strategy untuk Jualan di Saat pandemi

    Digital Content Strategy untuk Jualan di Saat pandemi

    • calendar_month Minggu, 27 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 7.150
    • 0Komentar

    UMKM terdampak pandemi COVID-19. Usaha terhambat, pendapatan tersendat. Tidak cukup hanya dengan berjualan, namun juga harus unik dalam pemasaran. Cerdik membaca keinginan dan memahami konsumen akan menaikkan nilai yang kita tawarkan pada pembeli. Kreatif dan optimis, agar Kesehatan Pulih dan Ekonomi Bangkit![***] Covid19.go.id

  • Akhir Februari, APBN Surplus Rp19,7 Triliun

    Akhir Februari, APBN Surplus Rp19,7 Triliun

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.309
    • 0Komentar

    MENTERI Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, menyatakan bahwa kinerja anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hingga akhir Februari 2022 mengalami surplus senilai Rp19,7 triliun dan ini prestasi yang luar biasa. “Surplus tersebut berbanding terbalik jika dibandingkan dengan periode yang sama 2021, ketika terjadi defisit Rp63,3 triliun atau 0,37 persen PDB. Dibandingkan dengan tahun lalu yang […]

  • TKL Muba dikasih kesempatan untuk bekerja di Repsol, bentuk perjuangan Pemkab, biar yakin, ada perdanya lho..!!

    TKL Muba dikasih kesempatan untuk bekerja di Repsol, bentuk perjuangan Pemkab, biar yakin, ada perdanya lho..!!

    • calendar_month Jumat, 11 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 883
    • 0Komentar

    SEBAGAI daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dibawah kepemimpinan Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA dan Wakil Bupati Beni Hernedi SIP terus menjaga keberlanjutannya. Bahkan, Dodi-Beni yang terus kian getol merealisasikan dan menyuarakan kebutuhan Tenaga Kerja Lokal (TKL) di Muba kini […]

  • Akhir pekan Entertainment Zone akan tampilkan game baru, pertunjukan di atas panggung, perangkat keras, esports untuk publik

    Akhir pekan Entertainment Zone akan tampilkan game baru, pertunjukan di atas panggung, perangkat keras, esports untuk publik

    • calendar_month Kamis, 20 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.852
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, SINGAPURA – Media OutReach – gamescom asia akan menyelenggarakan pameran B2C Entertainment Zone fisik untuk pertama kalinya, dengan Zona Perdagangan yang diperluas untuk B2B untuk edisi 2023 mendatang. Satu-satunya acara satelit dari festival video game terbesar di dunia, gamescom, akan diselenggarakan di Singapura dari 19–22 Oktober 2023, dengan pameran perdagangan dan publik, konferensi perdagangan, […]

  • Amankan Pasokan Vaksin, RI Siap Kerja Sama Dengan Negara & Pihak Mana pun

    Amankan Pasokan Vaksin, RI Siap Kerja Sama Dengan Negara & Pihak Mana pun

    • calendar_month Sabtu, 18 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 811
    • 0Komentar

    MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, berbagai terobosan akan terus dilakukan, dan Indonesia siap bekerja sama dengan negara dan pihak manapun untuk mengamankan pasokan vaksin nasional dalam jangka pendek dan mengembangkan produksi vaksin lokal untuk jangka panjang. Saat ini, Menlu pun tengah melakukan kunjungan kerja ke Los Angeles dan Houston, bertemu dengan sejumlah perusahaan pengembang […]

  • Agar Tidak Tumpang Tindih Kebijakan, Pengelolaan Hutan Harus Ada Koordinasi

    Agar Tidak Tumpang Tindih Kebijakan, Pengelolaan Hutan Harus Ada Koordinasi

    • calendar_month Minggu, 30 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 856
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumatera Selatan Ir H. Mawardi Yahya menerima audensi Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dr. Ir. Bambang Supriyanto di  Griya Agung Palembang, kemarin. Wakil Gubernur Sumsel Ir H. Mawardi Yahya menyambut baik kedatangan Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan serta Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI teraebut terlebih […]

expand_less
WordPress Archive aWeather Forecast Awebani – Restaurant WordPress Theme Aweber Connect Jetpack CRX Addon Awesome Gallery - Instagram, Flickr, Facebook galleries on your site Awesome Support Jetpack CRX Addon AWSM – One Page CV / Resume & Personal Portfolio WordPress Theme Awwa – Portfolio WordPress Theme Axel – Single Property Real Estate Theme Axial – Construction Company Elementor Template Kit Axios – Digital Agency WordPress Theme