Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan Kaki Bukit » MBKM & Realitas PT di Indonesia

MBKM & Realitas PT di Indonesia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 10 Apr 2022
  • visibility 1.713
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KURANG lebih sudah dua tahun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, meluncurkan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Namun, agenda besar itu mengalami mati suri akibat adanya pandemi Covid-19. Lantas, seberapa efektifkah kebijakan tersebut apabila diimplementasikan di tengah kondisi Perguruan Tinggi (PT) Indonesia hari ini?

Melalui berbagai kesempatan, Pak Menteri begitu optimis dengan gagasan MBKM yang diusung. Menurutnya, program ini akan dapat mewujudkan mahasiswa yang menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Sebab mahasiswa diberikan kebebasan menempuh pembelajaran atau magang di luar program studi yang sama di PT yang berbeda paling lama 2 semester atau setara dengan 40 sks, pembelajaran pada program studi yang berbeda di PT yang berbeda, dan/atau pembelajaran di luar PT (Baca: Buku saku MBKM).

Artinya, program ini akan mengkoneksikan antarperguruan tinggi di Indonesia untuk saling siap memberikan perkuliahan/magang terhadap mahasiswa dari PT mana pun. Jika ditilik, program MBKM dapat berjalan efektif apabila PT memenuhi standar-standar yakni kualitas dan reputasi PT, kualitas Dosen, dan Infrastruktur yang memadai.

Pertama, kualitas dan reputasi PT sangat menentukan keberhasilan dari program ini karena idealnya untuk mewujudkan mahasiswa atau lulusan yang unggul sangat ditunjang oleh PT yang berkualitas dan memenuhi standar internasional. Sedangkan data menunjukkan bahwa hanya 96 PT atau 2,04 % PT yang terakreditas Unggul atau A dari seluruh jumlah PT Negeri maupun Swasta di Indonesia (BAN-PT, 2021).

Belum lagi jika mengukur daya saing PT Indonesia di level internasional yang dinilai oleh berbagai pihak masih jauh di bawah rata-rata. PT Indonesia belum dapat berkompetensi dengan PT kelas dunia yang umumnya didominasi oleh Negara maju. Fakta ini harus menjadi pertimbangan yang serius bagi Mendikbud untuk memformulasi implementasi MBKM.

Ada kemungkinan besar akan terjadi PT yang berada di level standar ke bawah berbondong-bondong mengirim mahasiswanya untuk belajar/magang di PT yang terakreditasi A. Dampaknya, bukan justru memperbaiki sistem pendidikan di PT melainkan menghadirkan masalah baru. Pasalnya, perbandingan jumlah PT di level bawah dan standar sangat jauh dengan jumlah PT yang terakreditasi  Unggul atau A.

Kedua, kualitas Dosen yang kompeten dan professional menjadi garda terdepan untuk mewujudkan lulusan yang unggul dan kompetitif. Dosen berperan sebagai eksekutor utama dalam proses pendidikan di PT. Namun harus Kita akui, keadaan Dosen di Indonesia yang berkualitas masih jauh panggang dari api. Terlihat dari sepinya penemuan dan publikasi ilmiah yang dihasilkan di skala internasional.

Mengutip hasil penelitian terakhir SCImago (2021) yang hanya menempatkan Indonesia pada peringkat ke-45 dari 240 Negara yang disurvei, bahkan masih kalah dibandingkan dengan Taiwan (19), Malaysia (32), Singapura  (34), dan Thailand (45) (https://www.scimagojr.com/countryrank.php). Selain itu, sebuah data penelitian menyebutkan bahwa Indonesia menjadi salah satu Negara terbesar yang menjadi konsumen jurnal-jurnal predator dengan label ‘Scopus Index’ (Baca:Vit Machacek dan Martin Srholec, 2021).

Banyak faktor yang menyebabkan yaitu diantaranya rekrutmen Dosen yang masih berdasar kuantitas bukan kualitas. Beban mengajar Dosen yang terlalu padat dengan seabrek urusan administratif. Tandusnya budaya ilmiah dan rendahnya kesejahteraan Dosen menjadi bagian masalah yang tak kunjung usai. Oleh karena itu, transformasi manajemen Dosen di PT menjadi sebuah keniscayaan solusi yang perlu dilakukan.

Sistem rekrutmen Dosen mesti dilakukan melalui seleksi yang ketat (high level test) berbasis kompetensi dan karya (quality of competence). Beban sks dalam hal mengajar perlu diringankan. Dosen mesti diberikan ruang dan waktu yang cukup dalam kegiatan penelitian untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan karya inovasi. Begitu juga Kesejahteraan Dosen harus ditingkatkan agar tidak nyambi di luar pekerjaan akademis.

Intensifitas pengembangan mutu Dosen juga perlu dilakukan melalui kegiatan workshop, lanjut studi, dan pembinaan riset dengan menghadirkan para Pakar yang diakui reputasinya di dunia Global. Hanya dengan cara-cara itu dapat melahirkan para Dosen yang unggul dan produktif menghasilkan karya akademik yang pada gilirannya meningkatkan kualitas PT sebagai pusat pengembangan ilmu dan teknologi (Center of Science and Technology Dovelopment).

Ketiga, hal yang tak kalah pentingya ialah ketersediaan infrastruktur PT yang memadai. Ini juga menjadi instrument yang sangat menunjang keberhasilan program MBKM. Lembaga riset PT, Quacquerelli syomonds (QS), menjelaskan bahwa infrastruktur yang baik menjadi salah satu syarat yang harus terpenuhi untuk mewujudkan World class university (Mayling Oey-Gardiner dkk., 2017).

Sedangkan keadaan infrastruktur PT Indonesia hari ini juga masuh jauh dari standar. Di era ini, infrstruktur seperti fasilitas gedung pelayanan, gedung perkuliahan, laboratorium, dan perpustakaan mesti terintegrasi dengan sistem teknologi dan internet agar segala layanan pendidikan bisa efektif dan efisien. Misalnya, perspustakaan online yang dapat diakses kapan pun dan di mana pun akan memudahkan para Dosen dan Mahasiswa mencari referensi.

Begitu juga dengan alat-alat laboratorium yang canggih sangat diperlukan dalam proses eksperimen dan penelitian. Ini sangat relevan dengan kebutuhan program MBKM dalam mewujudkan kultur belajar yang inovatif dalam rangka mencetak lulusan sesuai perkembangan IPTEK dan tuntutan dunia usaha dan dunia industri.

Akhirnya, mewujudkan lulusan PT yang unggul, siap kerja, dan kompetetif di level internasional melalui program MBKM bukan pekerjaan yang enteng bagai membalikkan telapak tangan. Kita tentu berharap adanya transformasi besar-besaran di setiap unsur pendidikan tersebut. Sudah saatnya reformasi sistem pendidikan dan PT dilakukan. Kehadiran pemerintah melalui Mendikbud sangat menentukan, di samping peran PT, lembaga industri, dan masyarakat luas sebagai pendukungnya.[***]

 

Dian Andesta Bujuri

(Dosen UIN Raden Fatah Palembang)

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Muba Hadiri Musrenbangnas RPJMN 2020-2024 di Istana

    Bupati Muba Hadiri Musrenbangnas RPJMN 2020-2024 di Istana

    • calendar_month Senin, 16 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 951
    • 0Komentar

    GOTONG – ROYONG menjadi budaya yang sangat mendukung program nasional dalam memajukan bangsa. Seperti misalnya budaya gotong royong atau Saling Rojong yang dikenal di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang kini terus digencarkan Bupati Muba Dodi Reza dalam upaya melakukan percepatan pembangunan. Upaya percepatan pembangunan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang digencarkan Bupati Muba […]

  • Asap, Banpres Rp100 Miliar, dan Pertanyaan Kesiapan Sumsel

    Asap, Banpres Rp100 Miliar, dan Pertanyaan Kesiapan Sumsel

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Oleh : Bayu Apriliawan   Penulis adalah penikmat dinamika sosial dan praktisi people development. Pernah menjadi pimpinan redaksi media daring di Sumatera Selatan serta Ketua BEM Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Saat ini aktif sebagai People Development & Training Center Manager di salah satu perusahaan swasta terkemuka di Kalimantan Barat.   PALEMBANG kembali sesak. Pada 7 […]

  • Terkait Kebocoran Data Facebook, Menkominfo Layangkan Surat Teguran

    Terkait Kebocoran Data Facebook, Menkominfo Layangkan Surat Teguran

    • calendar_month Kamis, 5 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.210
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta  – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menegaskan telah melayangkan teguran secara lisan maupun tertulis kepada pihak Facebook. Langkah ini menyusul krisis kebocoran data 80 juta pengguna Facebook. “Lalu, nanti berkaitan dengan penegakkan hukum bisa 12 tahun penjara atau dengan Rp12 miliar,” ujar Rudiantara di Jakarta,melansir Warta Ekonomi.co.id,  Kamis  (4/4/2018). Ia juga menegaskan […]

  • Bupati Toha & Kolam Medali – Cerita dari Sekayu yang Bikin Basah Tawa

    Bupati Toha & Kolam Medali – Cerita dari Sekayu yang Bikin Basah Tawa

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.420
    • 0Komentar

    PAGI ini Kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] Sumatera Selatan masih ngantuk, kabut belum bubar, ayam pun belum sempat stretching, namun dari arah kolam renang, sudah terdengar suara peluit panjang disusul sorakan kayak di konser dangdut. “Woy! Itu Bupati datang!” teriak seseorang dari tribun. Begitu pula mobil hitam berhenti, keluarlah HM. Toha Tohet, Bupati Muba, […]

  • herman-deru Sumsel Harus Jadi Contoh Penegakan Demokrasi Bermartabat

    HD : Sumsel Harus Jadi Contoh Penegakan Demokrasi Bermartabat

    • calendar_month Rabu, 26 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 998
    • 0Komentar

    Gubernur Sumsel Herman Deru melakukan penyerahan simbolis mobil operasional Bawaslu RI kepada Korsek dan Komisioner Bawaslu Kab/kota di Prov.

  • Presiden Salat Idulfitri di Istana Kepresidenan Bogor, Prokes Tetap Diutamakan

    Presiden Salat Idulfitri di Istana Kepresidenan Bogor, Prokes Tetap Diutamakan

    • calendar_month Kamis, 13 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 712
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo melakukan Salat Id pada perayaan Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat (Jabar) pada Kamis (13/5/2021). “Kami menggelar tikar dan sajadah di halaman gedung induk Istana Bogor dan melaksanakan Salat Id pagi ini,” kata Presiden Joko Widodo dikutip dari Akun Twitter Joko Widodo. Dalam melakukan Salat Id, nampak […]

expand_less
WordPress Archive Eleven – Music Concert Event WordPress Theme Eliah – Beauty Salon & Cosmetic Elementor Template Kit Elime – Multipurpose Cosmetics & Fashion WordPress Theme Elira – Adventure Travel & Tourism Elementor Template Kit Elision – Retina Multi-Purpose WordPress Theme Elite Quiz – Trivia Quiz | Quiz Game – Flutter Full App + Admin Panel Elite Quiz – Trivia Quiz | Quiz Game – Web Version Elite Video Player Elitehost – Webhosting & WHMCS WordPress Theme Elixir – Perfume Maker Elementor Template Kit