Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Kekerasan Terhadap Perempuan Seperti Fonomena Gunung Es

Kekerasan Terhadap Perempuan Seperti Fonomena Gunung Es

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 29 Des 2021
  • visibility 771
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEKRETARIS Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Pribudiarta N Sitepu, mengungkapkan data kekerasan terhadap perempuan (KtP) dan anak masih seperti fenomena gunung es.

Hal ini dipengaruhi berbagai hal seperti masalah budaya, mindset, dan adanya stigma di masyarakat sehingga kasus kekerasan tidak banyak terungkap.

“Padahal, data tersebut sangat penting dan dibutuhkan sebagai dasar untuk melakukan berbagai intervensi dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan. Sebagai upaya mewujudkan ketersediaan data kekerasan terhadap perempuan dan anak, Kemen PPPA melakukan dua metode,” ujar Pribudiarta dalam keterangan tertulis, Rabu (29/12/2021).

Metode pertama, melalui Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) untuk mendapatkan prevalensi kekerasan terhadap perempuan; dan Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) untuk mendapatkan data prevalensi kekerasan terhadap anak. Metode kedua, melakukan pendataan secara online melalui Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA).

Di sisi lain, Pribudiarta menjelaskan, tantangan lain ada banyak sistem pendokumentasian kasus kekerasan yang telah dikembangkan oleh berbagai pihak, namun masih parsial atau berdiri sendiri-sendiri yang bisa menyebabkan penghitungan ganda atau tumpang tindih.

“Kemen PPPA, Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Forum Pengada Layanan (FPL) telah menandatangani Kesepakatan Bersama tentang sinergi data dan pemanfaatan sistem pendokumentasian kasus kekerasan terhadap perempuan untuk pemenuhan hak asasi perempuan pada 21 Desember 2019. Salah satu implementasinya adalah penyusunan laporan bersama dari pendokumentasian kasus kekerasan terhadap perempuan,” jelas Pribudiarta.

Pada 2021, ketiga lembaga menyepakati untuk mengeluarkan data kondisi kekerasan terhadap perempuan sepanjang Januari – Juni 2021 sebagai langkah awal kerja sinergi data KtP. Tercatat perempuan yang menjadi korban kekerasan yang melaporkan kasusnya dan ditangani adalah sebesar 9.057 korban (Simfoni PPA), 1.967 korban (Sintaspuan Komnas Perempuan) dan 806 korban (Titian Perempuan FPL).

Data menunjukkan usia kerentanan anak perempuan dan perempuan dewasa berdasarkan jenis dan bentuk kekerasannya berbeda. Data Simfoni PPA, Sintaspuan dan Titian Perempuan menunjukkan bahwa anak perempuan paling rentan mengalami kekerasan seksual (3.248 orang; 152 orang; 84 orang). Sedangkan pada data Simfoni PPA, perempuan dewasa paling tinggi mengalami kekerasan fisik (2.324 orang). Namun, data Sintaspuan dan Titian Perempuan mencatat bahwa kekerasan psikis tertinggi dialami oleh perempuan dewasa (893 orang; 349 orang).

Meninjau ranah kekerasan, ketiga lembaga secara konsisten memotret pelaku pada ranah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan relasi personal adalah suami (2.135 orang; 373 orang; 399 orang). Secara geografis, sebaran kasus KtP paling tinggi berada di wilayah Jawa. Namun fakta tersebut tidak berarti bahwa kasus KtP di wilayah lain lebih sedikit terjadi. Dapat dikatakan tingginya pengaduan kasus di wilayah Jawa karena adanya infrastruktur layanan dan pendukung pendokumentasian yang baik, serta komitmen pemerintah daerah dalam penanganan kasus KtP.

Laporan bersama tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyusunan kebijakan dan koordinasi penanganan kasus untuk kepentingan pemajuan hak asasi perempuan. Tidak hanya bagi pemerintah, ketersediaan data kekerasan terhadap perempuan juga dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat untuk mengetahui gambaran kondisi kekerasan terhadap perempuan dan anak secara aktual.InfoPublik (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumsel Komit Percepat Reformasi Agraria

    Sumsel Komit Percepat Reformasi Agraria

    • calendar_month Senin, 26 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.116
    • 0Komentar

    Mengarah pada penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan, baik secara prosedutal maupun nonprosedural.

  • Agar Tetap Kondusif, Jelang Lebaran, Patroli Karhutbunlah & Rawan di Titik Rawan Tetap Dilakukan

    Agar Tetap Kondusif, Jelang Lebaran, Patroli Karhutbunlah & Rawan di Titik Rawan Tetap Dilakukan

    • calendar_month Kamis, 20 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 875
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Agar tetap kondusif, menjelang lebaran Idul Fitri 1444 H, Pemkab Muba tetap melakukan Patroli Karhutbunlah dan memantau  titik rawan macet meskipun saat ini telah masuk cuti bersama. Pj Bupati Apriyadi Mahmud bersama Kapolres Muba AKBP Siswandi SH Sik MH, Dandim 0401 Muba Letkol Arm Dede Sudrajat SH dan sejumlah perangkat daerah tetap […]

  • Rakor Inflasi dengan Mendagri, Muba Menyimak

    Rakor Inflasi dengan Mendagri, Muba Menyimak

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 725
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, SEKAYU- Penjabat Bupati Muba H Apriyadi melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba Drs Yusuf Amilin, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2023. Secara Virtual, Senin (9/1/2022) di Ruang Rapat Serasan Sekate. Rapat dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian BA MA PhD.   Tito mengatakan angka inflasi nasional sangat ditentukan oleh […]

  • Meski Tren Penggunaan BBM Agak Menurun, Komit Pertamina Pastikan  SPBU di Jalur Mudik Dipastikan Siaga 24 jam

    Meski Tren Penggunaan BBM Agak Menurun, Komit Pertamina Pastikan  SPBU di Jalur Mudik Dipastikan Siaga 24 jam

    • calendar_month Selasa, 4 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 11.243
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Meskipun tren penggunaan BBM agak menurun, namun semua SPBU di jalur mudik dipastikan siaga 24 jam dan begitu ada kekurangan harus langsung dapat diisi. Pernyataan itu disampaikan saat Wakil Komisaris Utama Pertamina Pahala Mansury meninjau langsung kesiapan infrastruktur Kilang dan Integrated Terminal BBM Balongan dalam mendukung Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas […]

  • Giant Segera Tutup, Kemnaker Minta Manajemen Giant Buka Ruang Dialog dengan Pekerja

    Giant Segera Tutup, Kemnaker Minta Manajemen Giant Buka Ruang Dialog dengan Pekerja

    • calendar_month Senin, 31 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.661
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Ketenagakerjaan telah memfasilitasi pertemuan manajemen perusahaan ritel, Giant dan serikat pekera/serikat buruh untuk membicarakan rencana penutupan yang akan dilakukan pengelola pada akhir Juli 2021 nanti. Namun, dalam pertemuan yang digelar di kantor Kemnaker pada Jumat (28/5) ini, pihak manajemen Giant berhalangan hadir karena sedang melakukan pembicaraan dengan para pekerja untuk mencari solusi terbaik. “Kita […]

  • Resmi di Jakarta, Transportasi Daring Ditandai Stiker

    Resmi di Jakarta, Transportasi Daring Ditandai Stiker

    • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.185
    • 0Komentar

    ” Kalau sekarang sifatnya masih persuasif sampai 1 Februari 2018, setelah itu kami tindak tegas, jika ada yang melanggar,”

expand_less
WordPress Archive Rekko – AI & Robotics WordPress Theme Rekord – Ajaxify Music – Events – Podcasts Multipurpose WordPress Theme Relaxa – Yoga Teacher & Studio Elementor Template Kit Relayzo – Email Capture Relazio – Public Relation Agency Elementor Template Kit Relevanssi Premium Relife Physiotherapy & Chiropractor Elementor Template Kit Reload - Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Remake – Minimal Theme Remind review for WC