Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » COP26 & Komitmen Iklim Indonesia

COP26 & Komitmen Iklim Indonesia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 23 Okt 2021
  • visibility 991
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JELANG COP26 yang akan berlangsung mulai 31 Oktober mendatang, harapan besar digantungkan para petinggi negara untuk memberikan langkah nyata dalam penanganan Krisis Iklim.

COP atau Conference of the Parties adalah konferensi tingkat tinggi tentang iklim yang diinisiasi oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB atas Perubahan Iklim dan pertama kali diselenggarakan di Berlin tahun 1995. Seperti namanya, konferensi ini melibatkan banyak pihak termasuk 197 negara, perwakilan dari bisnis, organisasi, hingga media.

COP adalah ajang yang terorganisir untuk mendiskusikan cara terbaik mengatasi perubahan iklim dan hasilnya diakui secara global.

Dalam COP26 tahun ini, negara-negara diharapkan mampu memberikan data terbaru terkait langkah mereka untuk menekan kenaikan suhu bumi di bawah 1,5 derajat celcius. Ini adalah target yang dibuat dalam konferensi yang sama pada tahun 2015 atau lebih dikenal dengan Perjanjian Paris dan terikat secara hukum.

The urgency is real.

Sejak Perjanjian Paris dibuat, suhu bumi terus menghangat secara signifikan. Sejumlah negara terus mencetak hari terpanas dalam sejarah dan terjadi peningkatan kecepatan es mencair di Greenland. Sedangkan dunia terus melakukan business as usual.

Dekade ini akan menjadi penentu perjuangan melawan Krisis Iklim. Website resmi COP26 menyatakan konferensi kali ini adalah kesempatan terakhir dan terbaik dunia untuk mengendalikan perubahan iklim yang merajalela.

Lebih banyak soal COP26.

Presiden Indonesia Joko Widodo dijadwalkan hadir secara langsung di Glasgow, UK. Yang menjadi pertanyaan kemudian, komitmen iklim seperti apa yang akan dibawa Indonesia?

Dalam wawancara eksklusif bersama Reuters, Presiden Jokowi menyatakan Indonesia akan berinvestasi pada projek berkelanjutan untuk mengkapitalisasi potensi yang dimiliki dari tenaga air, panas bumi, angin, matahari dan arus laut. Namun, Indonesia membutuhkan jutaan dollar pendanaan untuk hal tersebut.

Komitmen iklim ini masih berkutat pada target kontribusi yang ditentukan secara nasional atau Nationally Determined Contributions (NDC) Indonesia yaitu pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 29% dengan usaha sendiri dan 41% dengan dukungan internasional pada tahun 2030. Belum ada target baru terkait ini.

Suarakan pesan iklimmu untuk Presiden Jokowi agar segera meninggalkan energi kotor batubara di sini.

Selain itu, secara nyata Indonesia belum menunjukan kesungguh-sungguhan untuk mencapai target yang kurang dari satu dekade ini. Indonesia masih akan membangun dan mengoperasikan sejumlah PLTU baru. Padahal sudah diketahui bersama bahwa pembakaran bahan bakar fosil adalah hal yang paling berkontribusi dalam kenaikan emisi gas rumah kaca.

Menurut Adila dan Tata, perwakilan Greenpeace Indonesia dalam opini yang dimuat di The Jakarta Post, penambahan kapasitas batu bara ini akan meningkatkan kontribusi emisi karbon dari sektor energi sebesar 83 juta ton per tahun, setara dengan emisi dari 40 juta mobil per tahun. Sementara, untuk bisa mencapai NDC Indonesia di tahun 2030, sektor energi memiliki pekerjaan rumah untuk mengurangi emisi sebesar 314 juta ton.

Untuk lebih memahami tentang COP26 dan tantangan komitmen iklim Indonesia, berikut sejumlah artikel yang bisa kamu baca:

  1. Perubahan iklim: Apa itu COP26, mengapa ini pertemuan penting dan apa saja hasil yang diharapkan?oleh BBC Indonesia

Tulisan ini membahas hal-hal mendasar yang perlu kamu tahu tentang COP. Dalam artikel ini disinggung bagaimana keuangan iklim akan menjadi hal yang diperdebatkan dalam COP26; termasuk bagaimana negara maju bisa memenuhi tuntuntan finansial dari negara-negara berkembang untuk mengatasi dampak Krisis Iklimnya sebesar 100 miliar dollar per tahun sejak 2020.

  1. EXCLUSIVE: Indonesia’s Jokowi urges developed countries to commit to climate funding goalsoleh Reuters

Tulisan ini membahas lebih banyak hal yang dianggap sebagai tantangan oleh Jokowi dalam mewujudkan upaya penanggulangan Krisis Iklim. Jokowi menyebutkan kebutuhan Indonesia dalam hal teknologi dan pendanaan adalah hal yang penting dalam proses penanggulangan ini. Pun ia menyebutkan komitmennya untuk menjadi “suara” bagi negara miskin dan berkembang.

  1. COP26: Document leak reveals nations lobbying to change key climate reportoleh BBC News

Tulisan ini membahas penemuan dari dokumen bocor soal bagaimana negara-negara kaya di antaranya Saudi Arabia, Jepang, dan Australia melobi PBB untuk memperlambat usaha meninggalkan bahan bakar fosil. Dokumen itu juga memperlihatkan bagaimana negara-negara kaya mempertanyakan kesepakatan membayar lebih banyak untuk membantu negara miskin bergerak ke teknologi yang lebih hijau.

Komitmen iklim yang lebih kuat, ditandai dengan target NDC yang lebih tinggi dan sesegera mungkin melepaskan diri dari energi kotor batu bara, dibutuhkan untuk mengurangi dampak Krisis Iklim pada dekade berikutnya di Indonesia. Tidak ada waktu lagi untuk mendiskusikan hal-hal yang hanya terjadi di atas kertas.

Sekali lagi, ini adalah waktu yang krusial. Kita berada dalam keadaan darurat.

Salam hijau damai,
Greenpeace Indonesia

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada Tiga Pokok Yang Telah Dilaksanakan Indonesia, Kata Presiden pada KTT Perubahan Iklim

    Ada Tiga Pokok Yang Telah Dilaksanakan Indonesia, Kata Presiden pada KTT Perubahan Iklim

    • calendar_month Jumat, 23 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 859
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim atau Leaders Summit on Climate secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/04/2021). Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan tiga pemikiran terkait dengan isu perubahan iklim. Pertama, Presiden menegaskan bahwa Indonesia sangat serius dalam pengendalian perubahan iklim dan mengajak dunia untuk melakukan aksi-aksi nyata. Sebagai […]

  • Muba Babel United Jinakan Perlawanan Ex Simbels

    Muba Babel United Jinakan Perlawanan Ex Simbels

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.169
    • 0Komentar

    Tim Muba Babel United (MBU) semakin mantap melakukan persiapan Liga 2 yang akan bergulir bulan Oktober mendatang. Bahkan klub berjuluk Laskar Ranggonang itu sukses mengalahkan tim lokal asal Palembang, Ex Simbels dengan skor 6-0. Enam gol kemenangan diciptakan heading Airlangga Sucipto dimenit 7, 17,37 dan Akbar Zakaria 40. Sementaran babak kedua dua gol dicetak Titus […]

  • Kabupaten Ini Buka Penerimaan CPNS & PPPK Formasi 2021. Berminatkah ?

    Kabupaten Ini Buka Penerimaan CPNS & PPPK Formasi 2021. Berminatkah ?

    • calendar_month Jumat, 7 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 951
    • 0Komentar

      MASYARAKAT yang bermimat mengabdikan diri sebagai CPNS atau PPPK di Musi Banyuasin (Muba) Formasi 2021. Kepastian pembukaan seleksi penerimaan CPNS dan PPPK Muba 2021 ditegaskan oleh Bupati Muba H Dodi Reza Akex melalui Plt Kepala BKPSDM Muba, Sunaryo, SSTP. MM.   “Kita sudah mendapatkan hasil usulan formasi dengan jumlah formasi PPPK Guru sebanyak  2.955, […]

  • Gubernur Serahkan Bantuan kepada 16 Atlet Asian Games

    Gubernur Serahkan Bantuan kepada 16 Atlet Asian Games

    • calendar_month Kamis, 23 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 766
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menyerahkan bantuan berupa uang pembinaan sebesar Rp15 juta  kepada sejumlah atlet asal Sumsel yang bertanding di Asian Games XVIII tahun 2018. Penyerahan berlangsung di Venue Dayung Jakabaring Sport City (JSC), Kamis (23/8/2018). Total keseluruhan ada 16 orang atlet asal Sumsel yang mendapatkan uang pembinaan. Secara simbolis diserahkan kepada […]

  • Terletak di Konawe Utara, Wapres Letakan Batu Pertama Pembangunan Kawasan Industri Nusantara

    Terletak di Konawe Utara, Wapres Letakan Batu Pertama Pembangunan Kawasan Industri Nusantara

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.633
    • 0Komentar

    WAKIL Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin didampingi Ibu Wury Ma’ruf Amin bertolak ke Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) guna melakukan kunjungan kerja (kunker), Kamis (19/05/2022) guna peletakan batu pertama pembangunan kawasan industri. Dalam kunker kali ini Wapres akan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking Kawasan Industri Nusantara Industri Sejati (NIS) di Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara serta […]

  • Berencana Pinjam Dana kepada PEN, 3 Sektor Ini Bakal Dibayai, Walikota : Kita Sempurnakan Dulu Administrasinya

    Berencana Pinjam Dana kepada PEN, 3 Sektor Ini Bakal Dibayai, Walikota : Kita Sempurnakan Dulu Administrasinya

    • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 806
    • 0Komentar

    PEMERINTAH kota Palembang terus berupaya dalam memulihkan perekonomian terkait dampak dari pandemi Covid-19, salah satunya yakni melalui Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah. Hal itu diungkapkan langsung oleh Walikota Palembang, H. Harnojoyo usai rapat koordinasi teknis bersama DJPK Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri serta PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Rapat koordinasi tersebut juga sengaja dilakukan […]

expand_less
WordPress Archive Elixir – Perfume Maker Elementor Template Kit Elixir – Restaurant HTML Responsive Template Elizabeth – A Responsive WordPress Blog Theme Ella – Multipurpose Shopify Theme OS 2.0 Elletta – Blog News, Calendar & Shop Theme WordPress ElmaStudio Baylys WordPress Theme ElmaStudio Black Walnut WordPress Theme ElmaStudio Bugis WordPress Theme ElmaStudio Cocoa WordPress Theme ElmaStudio Dorayaki WordPress Theme