Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » PON XX Papua Segera Dimulai, Kuliner Khas dan UMKM Mulai Bermunculan

PON XX Papua Segera Dimulai, Kuliner Khas dan UMKM Mulai Bermunculan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
  • visibility 2.444
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEHADIRAN 7.066 atlet yang bertanding serta ribuan tenaga pendukung yang datang dari seluruh Indonesia ke Papua selama pelaksanaan PON diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah dan meningkatkan pendapatan UMKM lokal.

Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua diharapkan tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan dan prestasi semata. Namun mampu memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pasalnya, ketika pesta olahraga multicabang empat tahunan terbesar di Indonesia itu ada sebanyak 7.066 atlet dan ofisial datang untuk bertanding mulai 23 September hingga 15 Oktober nanti. Jumlah itu belum termasuk ribuan tenaga pendukung seperti aparat TNI, Polri, relawan transportasi, telekomunikasi, tenaga kesehatan, dan lainnya yang datang dari luar Pulau Papua.

Kondisi ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh para pegiat UMKM untuk memperkenalkan produk-produk mereka kepada para peserta PON. Selain itu, ajang PON Papua bisa menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan, terlebih pada masa pandemi seperti sekarang ini.

Demikian dikatakan oleh sejumlah pegiat UMKM sebagaimana dilansir Indonesia Go.Id belum lama ini.

Gresia Suwae, perajin noken atau tas rajut khas Papua, mengatakan bahwa terpilihnya Papua sebagai tuan rumah PON memberi banyak perubahan. Ia pun ingin menjadi bagian dari perubahan itu. “Saya berharap kegiatan PON di tanah kelahiran saya ini bisa memberikan dampak bagi perekonomian kami, orang Papua. Apalagi pada masa pandemi seperti sekarang, kami menjadi salah satu yang terdampak,” kata perempuan yang berdomisili di Kota Jayapura tersebut.

Gresia menjelaskan, ia dan beberapa komunitas UMKM di Jayapura sudah beberapa kali dilibatkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua untuk memperkenalkan produk-produk noken pada sejumlah pameran dan bazar di Papua. Pada PON di Papua, ia mengaku juga ikut diajak dinas terkait untuk menggelar produk-produknya di sejumlah lokasi pertandingan di seputar Jayapura.

Perajin noken yang mempekerjakan tiga karyawan dan telah membuka usahanya sejak 20 tahun lalu itu sudah menyiapkan stok produksi untuk keperluan PON. Beberapa model tas rajut ia buat dengan motif-motif PON. “Harapan saya bahwa saudara-saudara saya dari seluruh Indonesia yang datang ke Papua untuk bertanding. Juga ikut membeli oleh-oleh khas Papua sehingga dapat membantu menaikkan pendapatan kami,” ujarnya.

Sebelum adanya PON dan selama masa pandemi, ia banyak mengandalkan berbagai platform e-commerce dan media sosial untuk menjual hasil produksinya. Gresia enggan menyebut berapa yang ia targetkan dari penjualan tas-tas rajut selama PON berlangsung. Ia hanya memberi patokan bahwa produk-produknya dihargai mulai dari Rp100.000 per buah.

Harapan adanya kenaikan pesanan dari para peserta PON juga disuarakan Ricky, perajin sagu dalam kemasan buatan suku Yalimo. Begitu juga ikut disuarakan Mara, pemilik usaha sablon kaos dan percetakan spanduk. Beberapa produk spanduk menyambut PON Papua buatan Mara sudah ikut dipasang di sejumlah sudut Kota Jayapura.

“Sejak beberapa waktu kemarin, saya mendapat pesanan-pesanan untuk mencetak spanduk dalam aneka ukuran khusus menyambut PON Papua. Barang-barang ini sebagian sudah terpasang di tempat-tempat si pemesan seperti toko, sekolah, dan kantor,” katanya.

Ia bersyukur karena PON ikut memberikan peluang bagi usaha yang telah dirintisnya delapan tahun terakhir. “Usaha kami tertolong salah satunya oleh adanya pesanan dari pihak-pihak yang akan memasang spanduk bertema PON. Saya kira seperti juga teman-teman UMKM lainnya, PON ini bisa lancar dan damai serta memberi pengaruh baik bagi usaha kami,” kata Mara.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Muhammad Musaad mengatakan, pelaksanaan PON diharapkan tak hanya dapat menaikkan omzet para pegiat UMKM saja. Tetapi juga ikut memunculkan para UMKM pendatang baru, bak cendawan di musim hujan. Selain menciptakan sebuah pasar besar dari berkumpulnya belasan ribu orang dalam sebuah ajang tingkat nasional, UMKM menurut Musaad dapat ikut membantu mempromosikan produk-produk asli Papua sehingga diketahui lebih banyak orang.

“Hal lain dan terpenting yang harus dikembangkan adalah memberikan gambaran positif tentang Bumi Cenderawasih,” kata Musaad.

Mengutip data Badan Pusat Statistik, hingga saat ini terdapat 148.647 pegiat UMKM dengan beragam produk yang diperjualbelikan. Sedangkan jumlah UMKM pada empat klaster pelaksanaan PON Papua meliputi Kota Jayapura sebanyak 28.355 UMKM, Kabupaten Jayapura 10.518 UMKM, Merauke 14.076 UMKM, dan terakhir di Mimika ada sebanyak 12.842 UMKM.(***)

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Sumsel dan Gubernur, Setujui Raperda Perubahan APBD 2022

    DPRD Sumsel dan Gubernur, Setujui Raperda Perubahan APBD 2022

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.135
    • 0Komentar

    DEWAN  Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Kamis 22 September 2022 mengadakan Rapat Paripurna LV (55) dengan agenda menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Sumsel Tahun Anggaran 2022, Rapat Paripurna di Gedung DPRD Sumsel. Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Sumsel; Hj. R.A. Anita Noeringhati, SH, MH, didampingi Wakil Ketua DPRD H. […]

  • NET

    Kasus Positif Covid -19 di Sumsel Meningkat Jadi 1.779 Kasus, Ini Alasannya Gugus Tugas

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.173
    • 0Komentar

    KASUS positif covid-19 di Sumsel meningkat hingga mencapai 1.779 kasus per kemaren, setelah ada penambahan 58 orang positif. “Peningkatan jumlah kasus yang ditemukan akhir-akhir ini adalah karena pemeriksaan swab orang yang kontak dengan pasien positif sebelumnya,”kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel Yusri, kemaren. Meski jumlah pasien meningkat, diharapkan tetap boleh beraktifitas dan […]

  • Pengembang  di Sumsel Masih Tetap Bertahan, Meski Daya Beli ‘Perumahan Tumbang’

    Pengembang  di Sumsel Masih Tetap Bertahan, Meski Daya Beli ‘Perumahan Tumbang’

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.097
    • 0Komentar

    DAMPAK covid-19 yang terjadi sejak tiga bulan ini membuat bisnis disektor perumahan ‘tumbang’. Daya beli masyarakat, bukan saja  perumahan non subsidi,bahkan rumah murah atau bersubsidi pun menurun. “Anjlok penjualan rumam baik non maupun subsidi sejak 3 bulan ini,”kata H. Samsyu Rusman Ketua Apersi Sumsel saat dihubungi melalui pesan Whatapps [WA], Senin [15/6/2020]. Meski demikian, tambah […]

  • Buka Peluang Produk Pelumas & UMKM Go Global, Pertamina Kerjasama dengan Partner Bisnis di Australia

    Buka Peluang Produk Pelumas & UMKM Go Global, Pertamina Kerjasama dengan Partner Bisnis di Australia

    • calendar_month Selasa, 17 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.465
    • 0Komentar

    PT Pertamina (Persero) terus memperluas ekspansi bisnis ke berbagai aspek dan wilayah. Hal ini diwujudkan dalam penandatanganan MoU antara PT Pertamina Lubricants (PTPL) dengan dua partner bisnis di Australia, Senin (16/11/2020). Kerja sama ini sekaligus membuka peluang UMKM binaan Program Kemitraan Pertamina untuk Go Global. Pjs Vice President Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari menuturkan, dengan […]

  • Dorong Pekerja Non –ASN, BPJamsostek & Pemprov Sumsel Sosialisasikan Program Paritrana

    Dorong Pekerja Non –ASN, BPJamsostek & Pemprov Sumsel Sosialisasikan Program Paritrana

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 926
    • 0Komentar

    BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek dan Pemerintah Provinsi Sumsel terus memberikan dorongan agar setiap pekerja non-ASN dapat terlindungi jaminan sosial. Salah satu caranya yakni dengan menerbitkan regulasi terkait. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Pemprov Sumsel, Akhmad Najid, mengatakan Pemda di Sumsel hendaknya dapat mendorong agar pekerja non-ASN dapat terlindung jaminan sosial BPJamsostek. “Hal ini […]

  • Info Kehilangan, Romlah Mayasari, SMP di OKI Belum Diketemukan

    Info Kehilangan, Romlah Mayasari, SMP di OKI Belum Diketemukan

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.127
    • 0Komentar

    ROMLAH Mayasari, Gadis cantik berkulit putih berhijab sudah hampir sepekan tanpa ada kabar berita, entah dimana keberadaanya. Siswi SMP berumur, 16 tahun asal Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dikabarkan hilang, dan sempat viral di media sosial di salah satu grup Kota Kayuagung Morge (9). Ia sejak Rabu [30/10/2019] meninggalkan rumahnya, orang tuanya saat ini […]

expand_less
WordPress Archive Adventure Tours – WordPress Tour/Travel Theme Advertisement Banner Addon for WPBakery Page Builder Advertisement & Branding Custom Content for Flow-Flow Adverza - Digital Marketing Agency Elementor Template Kit Advice – Psychology, Therapy & Counseling Theme Advisero – Consulting WordPress Theme Aeen – Attorney and Lawyer WordPress Theme Aelia Currency Switcher for WooCommerce Aelia Tax Display by Country for WooCommerce Aenft - NFT Minting Collection WordPress Theme