Selasa, 15 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Bahan Pelajaran Yang Berharga, Menpora Nyatakan Banyak Kejutan di Olimpiade Tokyo

Bahan Pelajaran Yang Berharga, Menpora Nyatakan Banyak Kejutan di Olimpiade Tokyo

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 11 Agt 2021
  • visibility 914
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENTERI Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menilai Olimpiade Tokyo 2020 banyak terjadi perubahan dan kejutan terkait dengan prestasi atlet dan rangking negara-negara di multi event olahraga tertinggi di dunia ini.

“Kita benar-benar memetik pelajaran yang sangat berharga bahwa di Olimpiade Tokyo ini banyak terjadi kejutan-kejutan. Banyak (peserta) yang diunggulkan di awal-awal tapi kemudian bahkan ada yang gugur di babak- babak penyisihan. Itulah olimpiade,” ujar Menpora Amali dalam konferensi pers secara virtual, belum lama ini.

Pasalnya, olahraga merupakan sesuatu yang dinamis dan tidak statis. Dengan demikian, memperkirakan ukuran dalam satu pertandingan olahraga sangat berbeda dengan membuat ukuran ketika membangun infrastruktur yang sudah bisa diketahui target harus selesai misalnya dalam satu tahun. Sementara olahraga tidak bisa karena dia bersifat dinamis dan terus berubah.

“Kalau olahraga ini dinamis sehingga perkiraan-perkiraan atau analisis-analisis yang kita tetapkan di awal itu bisa saja berubah dan berbeda dengan kenyataan,” tukasnya.

Menurut Amali, para atlet dan pelatih nasional sudah melakukan upaya luar biasa untuk meraih prestasi Olimpiade Tokyo ini. Sementara dalam waktu bersamaan, sejumlah negara bahkan negara tetangga Indonesia yang dengan jumlah kontingan lebih besar dan lolos kualifikasi lebih besar tapi justru tidak memperoleh medali.

“Nah kalau dilihat perolehan kita misalnya menggunakan ukuran sebagaimana yang kita terapkan di 2016 Olimpiade Rio de Janeiro kita nggak jelek-jelek amat. Bahkan perolehan medalinya kalau dari jumlah, kita lebih dari apa yang kita peroleh di Rio de Jeneiro,” ujarnya.

Namun, setelah mempersiapkan Desain Besar Olahraga Nasional, maka paradigma terkait olimpiade pun berubah, dimana pemerintah menempatkan olimpiade sebagai target utama dan perbaikan peringkat tiap event itu berlangsung.

“Walaupun sekarang belum mulai karena kami sedang menunggu ya menunggu payung hukum. Mudah-mudahan sebentar lagi akan terbit yakni Perpres artinya begitu ada Perpres berarti grand design ini udah mulai jalan,” pungkasnya.

Meski demikian, pihaknya sudah mulai mencoba untuk menerapkan ukuran-ukuran prestasi di olimpiade berdasarkan grand design dan juga perubahan paradigma bahwa kita menjadikan olimpiade sebagai sasaran utama.

“Kalau sebelum-sebelumnya kita sering mencampuradukkan antara prestasi di SEA Games, Asian Games dan Olimpiade. Sekarang dengan Grand Design Olahraga Nasional Olahraga atau Desain Besar Olahraga Nasional kita merubah paradigma itu,” jelasnya.

Karena hal itu sesuatu yang baru, dan harus diambil sebagi tindaklanjut arahan presiden Joko Widodo untuk melakukan review total terhadap ekosistem pembinaaan olahraga nasional, maka mau tidak mau hal tersebut harus dilakukan.

“Ini pasti kita terkaget-kaget, suatu perubahan yang sangat ekstrem. Tetapi kalau kita ingin mengejar ketertinggalan dan prestasi olahraga kita. Maka jalan ini harus kita lalui, blue print, peta jalan ini harus kita lakukan dengan segala konsekuensinya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, hitung-hitungan target yang dilakukan berdasarkan dengan olimpiade terakhir atau ditetapkan perbaikan target olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Pada olimpiade Tokyo, Indonesia ditargetkan menempati urutan 40 atau perbaikan dari olimpiade Rio yang menempati urutan 46. Namun hasil akhir Indonesia berada di urutan 55 dengan torehan lima medali yaitu tiga medali perunggu, satu medali perak dan satu medali emas. Perolehan tersebut sebetulnya menjadi perkembangan yang baik jika dilihat dari raihan di Olimpiade Rio 2016 yang hanya mendapatkan tiga medali yakni 1 emas dan 2 perak.

“Namun kenyataannya ada negara-negara yang saat di Brazil di Rio tidak mendapatkan medali bahkan peringkatnya jauh, sekarang mereka mendapatkan medali, ini yang akhirnya merubah posisi. Apakah kita melorot? Saya kira tidak karena kalau kita menggunakan ukuran medali kita malah bertambah,” katanya.

“Tetapi kita sudah mau berubah dengan menghitung ranking. Maka ini harus juga menyesuaikan. Ini sekaligus sebagai catatan buat NOC dan internal kami. Kita menghitung betul tentang situasi Olimpiade 2020 atau Olimpiade Tokyo,” lanjutnya.

Dengan demikian, ukuran-ukuran untuk mengukur yang akan datang, misalnya Olimpiade Tokyo diukur dari Rio itu ternyata kurang tepat. Sebab, contohnya beberapa negara yang tadinya tidak memperoleh medali akhirnya dapat mendali bahkan akhirnya rangkingnya naik.

“Akhirnya kita menyadari bahwa DBON atau Desain besar Olahraga Nasional harus segera jalan. Tidak ada pilihan lain buat kita. Karena kita akan menatap segera Olimpiade Paris 2024,” pungkasnya.Kemenpora (***)

Ril

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Hentikan Pengiriman Tenaga Kerja Ke Luar Negeri, Ada Apa Ya ?

    Indonesia Hentikan Pengiriman Tenaga Kerja Ke Luar Negeri, Ada Apa Ya ?

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.313
    • 0Komentar

    MENTERI Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan bahwa sesuai Kepmenaker Nomor 151 Tahun 2020, pihaknya telah melakukan penghentian sementara penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di masa pandemi COVID-19. “Kebijakan tersebut bertujuan untuk pelindungan Pekerja Migran Indonesia pada masa adaptasi kebiasaan baru di negara penempatan,” ungkap Menaker Ida dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (1/9/2021). Dalam rapat […]

  • HPN, Pers Punya Peran Penting Perkuat Moderasi Beragama di Indonesia

    HPN, Pers Punya Peran Penting Perkuat Moderasi Beragama di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 777
    • 0Komentar

    MENTERI Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menilai pers Indonesia telah banyak memberikan kontribusi yang positif dalam memperkuat moderasi beragama dan ini berarti punya peran penting dalam pembangun. Dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022, Menag berharap, peran efektif ini bisa terus terjaga demi persatuan dan kemajuan bangsa. “Pada HPN kali ini, saya mewakili Kementerian Agama […]

  • Alhamdullilah, ‘Angin Segar’ Untuk Masyarakat Desa Pinang Banjar & Sidorejo

    Alhamdullilah, ‘Angin Segar’ Untuk Masyarakat Desa Pinang Banjar & Sidorejo

    • calendar_month Sabtu, 22 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 770
    • 0Komentar

    “Sudah dua tahun terakhir kami mendapatkan info ini tapi tak kunjung ada kepastian. Alhamdullilah  Wamen ATR/BPN datang di Kabupaten Muba membawa angin segar bagi masyarakat Desa Pinang Banjar dan Sidorejo. Semoga dapat segera direalisasikan, sehingga para petani karet, sawit maupun palawija dapat lebih sejahtera dalam melaksanakan pertanian,”ucap Sekda Pemkab Muba Apriyadi. Ucapan selamat dari Sekda […]

  • Dividen Bank Sumsel Babel 2025, 60% Laba Dibayarkan

    Dividen Bank Sumsel Babel 2025, 60% Laba Dibayarkan

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    BANK  Sumsel Babel mencatat laba bersih Rp504,9 miliar pada 2025. Dari jumlah tersebut, Rp302,9 miliar atau 60 persen dibayarkan sebagai dividen kepada pemegang saham. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Palembang pada 12 Februari 2026 lalu menyetujui pembagian laba tersebut. Laba tahun ini meningkat dari Rp475,8 miliar pada 2024, meski industri perbankan domestik menghadapi tekanan […]

  • Gelaran MotoGP Mandalika, Ini Kita Agar Terhindar Pandemi Covid

    Gelaran MotoGP Mandalika, Ini Kita Agar Terhindar Pandemi Covid

    • calendar_month Selasa, 1 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 876
    • 0Komentar

    PANDEMI virus corona telah menyebabkan setiap kegiatan di masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan supaya terhindar dari Pandemi Covid tersebut. Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak adalah protokol wajib untuk mencegah penyebaran Covid-19. Itu pun masih ditambah dengan kewajiban telah melakukan vaksinasi lengkap (dosis satu dan dua) ditambah dosis ketiga atau tambahan (booster). Kesemuanya itu […]

  • Gelar Kuliah Tamu, Fisip UIN Raden Fatah Hadirkan Bupati Kebumen Jateng

    Gelar Kuliah Tamu, Fisip UIN Raden Fatah Hadirkan Bupati Kebumen Jateng

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 714
    • 0Komentar

    FAKULTAS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang sukses menggelar kuliah tamu dengan tema “Konsep Politik Dalam Pembangunan Daerah” dengan menghadirkan Bupati Kebumen Jawa Tengah H. Arif Sugiyanto, SH Selaku Narasumber. Kegiatan ini dilakukan secara langsung di Auditorium lantai 1 FISIP Rafa Tower. Selasa, (29/03/2022). Kegiatan ini dihadiri […]

expand_less
WordPress Archive Dominus – Tattoo Studio Elementor Template Kits Domnoo – Pizza & Restaurant WordPress Theme Don Peppe – Pizza and Fast Food WordPress Theme Donalfarm | Agriculture Organic Farming WordPress Theme Donatenow – Donation & Charity Elementor Template Kit Donche – News & Magazine Template Kit Donism – Environment Charity Elementor Template Kit Doom – Massive All in One PSD & XD Pack DooPlay - WordPress Theme for Movies and TVShows DOQU – Dark Digital Bank & E-Wallet Elementor Template Kit