Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » Kisah Alumni Universitas dari Jambi, Pengalaman Tak Terlupakan Menjadi Pendamping Sosial KAT

Kisah Alumni Universitas dari Jambi, Pengalaman Tak Terlupakan Menjadi Pendamping Sosial KAT

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 5 Agt 2021
  • visibility 832
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

KIKI Fatmawati, menempuh Pendidikan S1 Biologi di Universitas Negeri Jambi (UNJ). Meskipun ia telah memiliki pengalaman di Community Development yang sering ia ikuti di Kampus, namun menjadi seorang pendamping sosial KAT merupakan pengalaman yang tak terlupakan bagi Kiki.

Ketika menginjakkan kaki pertama kali di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kiki merasakan suatu tantangan yang berbeda menjadi seorang pendamping. Jarak yang ditempuh dari rumahnya pun cukup jauh sekitar 4 jam dari Kota Bima dengan menggunakan jalur darat dan laut yang lebih tepatnya melewati selat yang berbatasan dengan Benua Australia.

Kondisi perkampungannya pun terlihat banyak semak belukar dan sepi tak berpenghuni seperti tidak ada satupun warga yang terlihat tinggal di lokasi tersebut melainkan hanya hewan ternak seperti sapi yang berkeliaran.

Hal tersebut dikarenakan warga sedang berkebun jauh dari lokasi warga KAT selama berbulan-bulan hingga masa panen selesai.

Hal pertama yang Kiki lakukan ketika sampai di lokasi adalah melakukan pendataan jumlah KK dan melakukan koordinasi dengan Kepala Desa dan Pendamping Lokal KAT.

Setelah itu, ia melakukan pembagian jadwal untuk kegiatan gotong royong, membuat pagar rumah, dan melakukan sosialisasi tentang kegunaan pekarangan rumah.

Saat melaksanakan tugasnya sebagai pendamping sosial KAT, Kiki sering menemukan kendala, misalnya ada beberapa warga KAT yang meninggalkan rumahnya karena harus merantau ke luar daerah ataupun luar negeri dengan tujuan membantu perekonomian keluarga.

Selain itu, adapula warga KAT yang tidak ada keinginan bergotong royong bersama yang lain sehingga menunda pekerjaan pembuatan MCK.

Hal itu yang membuat Kiki akhirnya memberikan system reward dengan hadiah yang sederhana seperti peralatan dapur dan bibit tanaman sayur bagi warga yang bisa menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Tak hanya itu, hambatan lain yang Kiki rasakan adalah akses menuju desa lokasinya juga tidak mudah karena selain jauh, kapal boat yang digunakan untuk berkoordinasi dengan dinas terkait hanya beroperasi di hari tertentu saja. Sinyal yang ada di desa pun terkadang tidak stabil sehingga menyulitkannya melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Dari sudut pandang Kiki, ada perbedaan kondisi sebelum dan setelah dilakukannya pemberdayaan bagi warga KAT. Warga yang biasanya hanya menjalankan aktivitas berkebun dan bertani, kini mereka sudah bisa melakukan rutinitas baru seperti membuat kripik pisang dan krupuk dari kulit pisang untuk menambah penghasilan mereka.

Rumah yang sebelumnya terlihat memprihatinkan dan jauh dari kata bersih, kini sudah lebih baik dengan adanya tanaman hias dan bibit-bibit sayur di setiap pekarangan rumah warga. Mereka pun juga sudah mengerti akan pentingnya sanitasi, setelah adanya sosialisasi dari Kiki akan pola hidup bersih.

Air bersih pun sudah lebih mudah didapatkan karena sudah ada bantuan sarana air bersih dari Pemda setempat, dan tiang listrik sudah mulai masuk di lokasi KAT pada bulan November 2019 lalu.

Kiki sangat bersyukur bisa menjadi bagian dalam menjalankan amanah sebagai pendamping sosial KAT karena ia dapat memperolah banyak ilmu baru di berbagai bidang. Selain itu, Kiki menjadi pribadi yang lebih hati-hati dalam menerapkan segala tindakan yang berhubungan dengan masyarakat, seperti bagaimana meredam emosi warga, dan membuat warga lebih nyaman bisa bekerja sama. Semua tantangan yang dihadapi Kiki akhirnya terbayarkan karena setiap bulannya program berhasil dijalankan satu persatu, yang pastinya tak lepas dari bantuan solidaritas warga dan dinas terkait.

Pengalaman ini sangat berkesan bagi saya dimana masyarakat Bima khususnya Suku Mbojo begitu bersahaja dalam menerima saya sebagai orang baru, ujar Kiki.

Kiki merasa bahwa Program Pemberdayaan KAT ini sangat bagus, dimana Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT) memberikan bantuan rumah untuk warga yang membutuhkan.

Sebaiknya pembangunan rumah KAT dekat dengan Desa, menghindari pembukaan lahan baru di lokasi yang justru aksesnya lebih jauh dan lebih sulit dijangkau. Kiki juga mengungkapkan pendamping sosial KAT sebaiknya dipertahankan, agar warga merasakan bentuk kehadiran pemerintah melalui pendamping, dan yang terpenting semoga pendamping yang terpilih merupakan orang yang benar-benar memiliki kapasitas dan pengalaman yang memadai agar masyarakat bisa terberdayakan melalui kehadirannya. Kemensos (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menengok Kegiatan Table Manner TP PKK Sumsel

    Menengok Kegiatan Table Manner TP PKK Sumsel

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 942
    • 0Komentar

    Sehingga tercipta hubungan yang harmonis antar anggota keluarga dan hubungan dengan tetangga.

  • BPK Minta Pemkab Muba & DPRD Tindak Lanjuti Rekomendasi LHP Atas Belanja Daerah TA 2020

    BPK Minta Pemkab Muba & DPRD Tindak Lanjuti Rekomendasi LHP Atas Belanja Daerah TA 2020

    • calendar_month Rabu, 30 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.057
    • 0Komentar

    BADAN Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020 pada Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), melalui video conference sebagai pelaksanaan physical distancing dalam antisipasi dampak virus COVID-19. LHP tersebut diserahkan oleh Kepala Perwakilan BPK Perwakilan Provinsi Sumsel, Harry Purwaka secara simbolis melalui virtual zooming […]

  • FBBI Muba Gelar Pesta Bona Taon Saroha

    FBBI Muba Gelar Pesta Bona Taon Saroha

    • calendar_month Rabu, 9 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 707
    • 0Komentar

      FORUM Bangso Batak Indonesia (FBBI) DPC Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) akan mengadakan pesta Bona Taon Saroha di Taman Toga Mangunjaya Kecamatan Babat Toman, direncakan acara akan dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2022 mendatang dan disesuaikan dengan agenda Kerja Plt Bupati Musi Banyuasin   Kegiatan Pesta Bona Taon adalah pesta yang dilaksanakan untuk syukuran bagi […]

  • Pemprov Sumsel Lunasi Tunggakan Utang Bagi Hasil Pajak Kendaraan Kepada Daerah

    Pemprov Sumsel Lunasi Tunggakan Utang Bagi Hasil Pajak Kendaraan Kepada Daerah

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 792
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Prov. Sumsel melunasi tunggakan utang dari bagi hasil pajak kendaraan 2017-2018 kepada 17 Pemkab. Kabupaten/kota di Sumsel senilai Rp1,2 triliun. Pelunasan tunggkan utang tersebut merupakan komitmen Prov. Sumsel dan pada 2019 ini utang tersebut dilunasi. Utang yang belum dilunasi dengan rincian pada 2017 sebesar Rp 746 miliar lebih dan utang 2018 sebesar Rp 381 […]

  • Kolaborasi Sumsel –Bawaslu Kawal Pemilu 2019, Gubernur : Yuk, Bareng-bareng Tegakan Demokrasi 

    Kolaborasi Sumsel –Bawaslu Kawal Pemilu 2019, Gubernur : Yuk, Bareng-bareng Tegakan Demokrasi 

    • calendar_month Jumat, 23 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 960
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkolaborasi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia, siap mengawal Pemilu 2019. Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru bersama Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia Abhan, SH dan Sekretaris Bawaslu RI Gunawan Suswantoro saat meresmikan Gedung Kantor Bawaslu Provinsi Sumsel […]

  • PIALA AFF 2020 : Adu Mental, Dag,Dig, Dug, Akhirnya Timnas Menanti Lawan di Final

    PIALA AFF 2020 : Adu Mental, Dag,Dig, Dug, Akhirnya Timnas Menanti Lawan di Final

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.231
    • 0Komentar

    PERTANDINGAN Semi Final Piala AFF 2002 semalam, Sabtu [25/12/2021] antara Tim Nasional melawan Tim Singapura bikin jantung kedua sporter yang menyaksikan laga leg ke -2 tersebut dag, dig,dug, bagaimana tidak pertandingan cukup sengit memang cukup melelahkan. Adu strategi, mental dipertontonkan, selama 90 menit lebih plus ditambah dengan babak tambahan waktu 2×15 menit. Meski pertandingan tersebut […]

expand_less
WordPress Archive Tastyc – Cafe Restaurant Theme Tattoo Studio – Responsive WordPress Theme TattooPress - A Wordpress Theme for Ink Artists Tawon – Agency Landing Page Elementor Template Kit Tax Exempt by user & user role for WooCommerce Tax Help - Finance & Accounting Adviser Theme Taxico – Taxi Company & Online Cab Service Elementor Template Kit Taxico – Taxi Company & Online Cab Service FSE WordPress Theme TaxPay – Advisor & Financial Consulting Elementor Template Kit Tayta – Single Property & Apartment Complex Theme