Selasa, 8 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Penyaluran BLT Dana Desa Rendah, Kenapa ?

Penyaluran BLT Dana Desa Rendah, Kenapa ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 25 Jul 2021
  • visibility 833
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PENYALURAN bantuan langsung tunai dana desa tahap II (Juli hingga Desember 2021) baru mencapai Rp 5,8 triliun atau baru sekitar 20,1 persen dari pagu Rp 28,8 triliun. Hingga 14 Juli, dana itu telah disalurkan kepada 5,13 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Sementara selama Juli atau selama PPKM Darurat berlangsung, BLT Dana Desa baru tersalurkan sebesar Rp 83 miliar.

Kenapa penyalurannya masih rendah? Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie punya dalih. Pertama, karena belum ditetapkannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Kedua, penyaluran yang dilakukan secara bulanan membuat KPM di desa terpencil kesulitan mencairkan BLT Dana Desa. “Di daerah terpencil yang sulit dijangkau terutama desa yang sangat luas pencairannya memerlukan biaya transportasi sangat besar,” kata Budi dalam webinar bertajuk Bantuan Pemerintah di Masa PPKM Darurat, Kamis (15/7).

Menurut Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Astera Primanto Bhakti, terhambatnya penyaluran dana desa akan berdampak pada Bantuan Langsung Tunai atau (BLT) Desa untuk masyarakat miskin.

BLT Desa saat ini, kata dia, menjadi bagian dari dana desa setalah dilakukan refocusing oleh pemerintah. Kata dia, rendahnya realisasi BLT Desa sendiri terjadi karena masih banyaknya permasalahan di dalam penyaluran dana desa.

Rendahnya penyaluran BLT Dana Desa ini sempat mendapat perhatian Presiden Joko Widodo. Dalam pengarahannya, ia meminta agar kementerian/lembaga terkait mempercepat langkah-langkah penyaluran dana desa dengan cara menyederhanakan prosedurnya.

Tak hanya ingin mempercepat penyaluran, pemerintah juga berupaya agar penyaluran BLT Desa ini bisa tepat sasaran dan tepat guna. Adapun kriteria yang berhak menerima BLT Desa adalah keluarga miskin atau tidak mampu yang berdomisili di desa bersangkutan.

Selain itu harus dipastikan calon penerima bantuan ini tidak termasuk dalam penerima bantuan PKH, kartu sembako, kartu prakerja, bansos tunai dan program sosial pemerintah lainnya.

Untuk mempercepat proses pencairan, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar meminta pemerintah daerah (pemda) membantu percepatan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa kepada masyarakat.

Menurut Halim, BLT Dana Desa bisa disalurkan langsung tiga bulan, tanpa perlu dibayarkan secara bertahap atau rapel. Hal ini ia ungkapkan ketika rapat virtual Percepatan Realisasi Bantuan Sosial Provinsi Jawa Timur. “Sebelumnya BLT Dana Desa hanya bisa disalurkan tiap bulan. Hari ini sudah lebih disederhanakan lagi,” kata Halim, Sabtu (24/7/2021).

Untuk saat ini, Dana Desa yang bersumber dari APBN itu difokuskan pada tiga hal, yakni BLT Dana Desa, Padat Karya Tunai Desa (PKTD), dan Program Desa Aman COVID-19. Adapun target utama dari tiga program tersebut yaitu untuk meningkatkan kesehatan dan daya beli masyarakat di desa.

Upaya mempercepat penyaluran BLT Dana Desa ini bermula dari keluhan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang mengungkapkan lambatnya pemerintah daerah menyalurkan dana tersebut. Padahal, ada anggaran Rp 28,8 triliun atau 30 persen dari Dana Desa Rp 72 triliun yang disalurkan pemerintah pusat untuk bantuan masyarakat.

Dengan anggaran itu, seharusnya warga bisa menerima bantuan Rp 300.000 per bulan selama 12 bulan. “Realisasinya masih 5,2 juta keluarga yang menerima. Padahal, BLT Desa ini bisa diberikan untuk 8 juta KPM, di mana mereka bisa mendapatkan Rp 300.000 per bulan selama 12 bulan,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu (21/7/2021).

Menurut Sri Mulyani, realisasi penyaluran tiap desa berbeda-beda. Namun, realisasi 163 daerah yang baru mencapai Rp 983 miliar dari anggaran Rp 11,51 triliun yang tersedia atau setara dengan 8,2 persen dari pagu. Dari 163 kabupaten/kota dengan jumlah desa yang mendapat penyaluran, baru 25.547 desa yang menerima Dana Desa.InfoPublik (***)

Ril

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komit Dorong Start Up Tanah Air, Pertamina Gelar Pertamuda: Seed & Scale Up 2022

    Komit Dorong Start Up Tanah Air, Pertamina Gelar Pertamuda: Seed & Scale Up 2022

    • calendar_month Selasa, 16 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.093
    • 0Komentar

    Pertamina kembali menggelar ajang Pertamuda: Seed & Scale Up 2022. Kick-Off program kompetisi ide bisnis wirausaha muda yang dilaksanakan untuk kedua kalinya ini, merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam mendukung perkembangan start up di Indonesia yang diharapkan juga berdampak pada perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.   Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, […]

  • 15 Ribu Bibit Karet Untuk Kelompok Tani Babat Toman

    15 Ribu Bibit Karet Untuk Kelompok Tani Babat Toman

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 937
    • 0Komentar

    KELOMPOK kelompok petani karet di Kecamatan Babat Toman menerima bantuan 15.000 batang bibit unggul karet dari Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Sumsel I dan Ditjen Perkebunan RI. Bantuan sektor pertanian karet tersebut diserahkan langsung oleh Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Sumsel I Riezky Aprilia SH MH dan Sekretaris […]

  • Meski Sudah KLA Bukan Berarti Muba Terlepas dari Semua Kasus Anak, KPAD Diminta Tetap Proaktif

    Meski Sudah KLA Bukan Berarti Muba Terlepas dari Semua Kasus Anak, KPAD Diminta Tetap Proaktif

    • calendar_month Sabtu, 22 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 628
    • 0Komentar

    KABUPATEN Muba menyandang Kabupaten Layak Anak (KLA). Penghargaan yang telah diraih ini, harus menjadi tanggung agar anak-anak di Muba merasa aman dan nyaman. Namun, meskipun sudah KLA, bukan berarti Muba terlepas dari semua kasus tentang anak. Terbentuknya KPAD di Muba sebagai wujud keseriusan pemerintah untuk meminimalisir kekerasan terhadap anak. Kinerja dari KPAD untuk memberikan pengawasan dan […]

  • Cegah Penularan Covid, Madrasah di Zona Merah Tidak Diizinkan Gelar Pembelajaran Tatap Muka

    Cegah Penularan Covid, Madrasah di Zona Merah Tidak Diizinkan Gelar Pembelajaran Tatap Muka

    • calendar_month Selasa, 22 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 889
    • 0Komentar

    PEMERINTAH membuka opsi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas pada tahun ajaran 2021/2022. Namun, PTM secara terbatas ini tidak diizinkan dilaksanakan madrasah yang berada di zona merah. “Kankemenag Kab/Kota tidak boleh memberikan izin pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara terbatas di zona merah,” tegas Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Ishom Yusqi […]

  • Pembangunan Menara Masjid Al – Muhajirin OPI Dimulai

    Pembangunan Menara Masjid Al – Muhajirin OPI Dimulai

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.113
    • 0Komentar

    PEMBANGUNAN Menara Masjid Al – Muhajirin OPI di Mulai, Gubernur Sumsel Herman Deru  berkesempatan meletakan batu pertama tanda, serta penandatanganan prasasti peresmian pemakaian masjid. “Alhamdulillah hari ini saya dapat meresmikan masjid ini setelah sejak 14 tahun pembangunannya. Saya ucapkan terima kasih atas gotong -royong masyarakat dalam penyelesaiaan pembangunannyai,” ucap Herman Deru, saat Safari Jumat, kemarin. […]

  • Pentas Paduan Suara Colour Choir Palembang

    Menyabet 4 Medali Emas, Harumkan Nama Sumsel di Kanca Internasional

    • calendar_month Selasa, 8 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.164
    • 0Komentar

    Gubernur Sumsel H Alex Noerdin bersama istri tercinta Hj Eliza Alex Noerdin menyaksikan Pentas Paduan Suara Colour Choir Palembang di Griya Agung Palembang, Senin (7/8) tadi malam. Terlihat orang nomor satu di Sumsel itu dengan senang dan bangganya mendengarkan beberapa lagu yang dibawakan oleh Colour Choir Palembang.

expand_less
WordPress Archive Simple Weather Plugin Simple Woo-Commerce Gift Wrap SimpleKey | One Page Portfolio WordPress Theme SimpleMag – Magazine theme for creative stuff Simpley – Isotope Gallery WordPress plugin Simplio – Creative Portfolio WordPress Theme Sinco – Data Science WordPress Theme Sinema – Film Maker & Movie Studio Elementor Template Kit Single Product Checkout For WooCommerce Sipu – Creative Portfolio Elementor Template Kit