Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Tanam Bibit Pohon Ketapang di Pesisir ‘Bumi Minangkabau’, Doni : “Titip ini ya, Pak,”

Tanam Bibit Pohon Ketapang di Pesisir ‘Bumi Minangkabau’, Doni : “Titip ini ya, Pak,”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 14 Apr 2021
  • visibility 1.077
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr.(H.C.) Doni Monardo hadir di Pantai Kata, Desa Taluk, Kota Pariaman, Sumatera Barat, saat senja tiba sebelum berbuka puasa pada Rabu (14/4/2021).

Kehadirannya itu tentu bukan untuk sekadar ngabuburit sembari menikmati pesona terbenamnya matahari di Samudera Hindia.

Doni secara khusus datang ke wilayah pesisir ‘Bumi Minangkabau’ itu tak lain untuk memastikan bibit pohon ketapang benar-benar terawat dan tumbuh subur setelah ditanam bersama Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin pada 6 April 2021 lalu.

Memang saat penanaman itu, Doni berhalangan hadir dan diwakilkan oleh Plt. Sekretaris Utama BNPB. Sebab pada waktu yang sama, dia harus memimpin upaya penanganan darurat banjir bandang dan longsor yang menimpa wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur pada 4 April 2021.

“Biasanya ada program menanam pohon setelah itu selesai. Jadi tidak diikuti dengan perawatan. Padahal yang diinginkan itu bukan hanya menanamnya, tetapi dilanjutkan dengan perawatan,” kata Doni.

Ditemani oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Wali Kota Pariaman Genius Umar, Doni menjumpai tanaman setinggi kurang lebih 2,5 meter itu di pelataran Pantai Kata, tempat wisata kebanggaan ‘Orang Pariaman’ selain Pantai Gondoriah.

Setibanya di sana, senyum Doni merekah. Matanya tak henti mengamati detil-demi-detil bagian-bagian tanaman itu mulai dari daun, batang dan ranting. Dia merasa senang karena masih melihat daun-daun masih lengkap dan hampir tidak ada yang layu. Artinya, itu tanda bahwa tanaman itu memiliki peluang hidup 80 hingga 90 persen.

“Jadi kalau setelah satu minggu pohon ini masih ada daunnya dan belum rontok, itu menunjukkan bahwa pohon itu berpeluang untuk hidup lebih dari 80-90 persen,” jelas Doni.

“Kalau melihat ini prosentase hidupnya akan lebih tinggi,” imbuhnya.

Di sela-sela peninjauan itu, Doni juga mengambil kesempatan untuk memupuk serta menyiram bibit ketapang agar peluang tumbuh dan berkembangnya lebih besar lagi. Doni lantas berpesan kepada Kepala Desa Taluk, Ismet Zuhri agar pihaknya juga dapat membantu menjaga dan merawat tanaman bernama latin Terminalia Cappata itu.

“Titip ini ya, Pak,” ujar Doni.

Pada kesempatan itu pula, Doni juga menjelaskan bahwa keberadaan ketapang dan jenis pohon lain yang ditanam sangat penting, sebab selain sebagai peneduh, kelak pohon jenis pesisir pantai itu mampu menjadi benteng alami yang dapat mereduksi potensi ancaman bencana gempabumi dan tsunami.

Sebagaimana yang juga pernah dijelaskan sebelumnya, wilayah pesisir barat Sumatera Barat terdapat pertemuan subduksi lempeng Indo-Australia atau tepatnya di bagian selatan Kepulauan Mentawai.

Adapun menurut beberapa pakar dan ahli, apabila kemudian terjadi pelepasan energi, maka hal itu mampu memicu gempabumi dan tsunami yang dapat berdampak bagi kehidupan penduduk di wilayah pesisir.

“Wilayah Sumatera Barat pesisir pantainya itu punya risiko bencana (gempa dan tsunami) yang tinggi. Adanya pertemuan subduksi Indo-Australia di bagian selatan dari Kepulauan Mentawai. Kalau ini bergerak dan lepas energinya, maka dampaknya langsung kepada penduduk yang ada di pesisir, bukan hanya di Kota Padang, tetapi di wilayah barat Pulau Sumatera,” jelasnya.

Menurutnya, dalam memitigasi adanya bencana seperti gempa dan tsunami tidak bisa hanya mengandalkan instrumen infrastruktur buatan manusia saja. Harus diimbangi dengan kombinasi alam.

Dia kemudian mencontohkan apa yang menjadi cerita kelam bagi masyarakat di Sendai, Jepang saat menghadapi tsunami pada 2011 silam. Pembangunan proyek penahan gelombang tsunami buatan Jepang sekalipun nyatanya tak mampu meredam amukan air laut yang naik ke daratan. Bahkan, korban justru lebih banyak.

“Oleh karenanya, mitigasi untuk menghadapi ini semua harus dengan kombinasi untuk meningkatkan mitigasi berbasis vegetasi dan mitigasi berbasis infrastruktur,” katanya.

Selain kombinasi mitigasi berbasis vegetasi dan infrastruktur itu, hal lain yang juga harus ditingkatkan adalah adanya kesiapsiagaan dari masyarakatnya. Dalam hal ini kesadaran masyarakat terhadap tanda-tanda alam harus dikuatkan, sehingga bencana dapat diminimalisir dampak jatuhnya korban maupun harta benda,

“Ini adalah solusi terbaik disamping juga kesiapsiagaan masyarakat, apabila ada gempa dengan durasi sekitar 20 detik, keras, maka tidak perlu harus menunggu alarm atau pemberitahuan dari pemerintah,” pungkasnya melansir situs resmi bnpb, rabu [14/4/2021].

Keseriusan Doni Monardo soal peningkatan pelestarian tanaman sebagai mitigasi bencana berbasis ekosistem merupakan sudah menjadi komitmennya sejak sebelum hingga pertama kali menjabat sebagai Kepala BNPB pada awal 2019 dengan mengusung jargon “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita”.

Apa yang dilakukan Doni Monardo di pelataran Pantai Kata itu menjadi ‘jejak-jejak’ ke sekian kalinya tentang upaya mitigasi berbasis vegetasi yang benar-benar dilakukan dan dirawat untuk kemudian hari. Bahkan gara-gara konsistensinya terhadap tanaman sekaligus pelestarian alam itu, pihak IPB University memberinya gelar kehormatan ‘Doktor Honoriscausa’ pada 27 Maret 2021 lalu.[***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis

    Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis

    • calendar_month Minggu, 17 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.040
    • 0Komentar

    SEBANYAK 17 pasien bibir sumbing berhasil dioperasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung pada Sabtu, (16/10/2021). Operasi bibir sumbing gratis ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten OKI bersama TP PKK OKI, Karang Taruna, Smile Train dan Yayasan Umi Romlah. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati hari jadi OKI ke- 76. “Baksos ini merupakan […]

  • Kemenkumham Sumsel: Rakor Pembentukan Rumah Singgah, Langkah Wujudkan Restorative Justice

    Kemenkumham Sumsel: Rakor Pembentukan Rumah Singgah, Langkah Wujudkan Restorative Justice

    • calendar_month Selasa, 22 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 720
    • 0Komentar

    KEPALA Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Sumsel, Bambang Haryanto, resmi membuka kegiatan Rapat Koordinasi Pembentukan Rumah Singgah “Griya Abhipraya” Palembang, pada Senin (21/3) kemarin. Bertempat di Hotel Aryaduta, Palembang. Kegiatan tersebut diikuti oleh Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas) dan UPT Lapas. Rutan dan Bapas Kota Palembang. Adapun Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan yang mengikuti sebanyak […]

  • Mengapa Warga Palembang Masih Tak Tahu Posbakum?

    Mengapa Warga Palembang Masih Tak Tahu Posbakum?

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    MENGAPA masih ada warga Palembang yang belum mengetahui keberadaan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di tingkat kelurahan? Padahal layanan bantuan hukum gratis tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat kurang mampu mengakses keadilan tanpa biaya. Pertanyaan ini mencuat seiring evaluasi dan penguatan layanan Posbakum di seluruh kelurahan di Kota Palembang. Di atas kertas, skema bantuan hukum gratis sudah […]

  • Palembang Bakal Kaji Non ASN Masuk Jaminan dari Taspen

    Palembang Bakal Kaji Non ASN Masuk Jaminan dari Taspen

    • calendar_month Jumat, 11 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.136
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  Palembang – Walikota Palembang H Harnojoyo mengatakan, Pemerintah Palembang akan mengkaji kemungkinan non ASN masuk dalam jaminan Taspen. “Ini akan menjadi bahan bagi kami bagaimana ASN dan non ASN dapat sejahtera di hari tua nanti. Akan dikaji serta dipelajari bagaimana sistem Taspen untuk Non ASN,” ujarnya, saat audiensi dengan Walikota Palembang H Harnojoyo di […]

  • Apa Saja yang Menyebabkan Sakit Kepala ?

    Apa Saja yang Menyebabkan Sakit Kepala ?

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.518
    • 0Komentar

    BANYAK hal yang dapat menyebabkan sakit kepala. Bahkan, kebiasaan sehari-hari pun tanpa disadari bisa jadi penyebabnya. Misalnya, kurang tidur, telat makan, stres, atau terlalu lama menatap gadget. Selain itu, sakit flu dan demam juga berkaitan erat dengan timbulnya sakit kepala. Karena sakit kepala kerap terjadi dan disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari, banyak penderitanya yang menganggap enteng penyakit […]

  • Tinjau SMPN 26 Pasca Kebakaran, Wawako Janji Bakal Bangun Kembali

    Tinjau SMPN 26 Pasca Kebakaran, Wawako Janji Bakal Bangun Kembali

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 828
    • 0Komentar

    KOBARAN api yang menghanguskan 4 unit ruangan di SMP N 26 Jalan H Sanusi Kecamatan Sukarami Palembang, sekitar pukul 22.45 WIB lalu, Rabu (24/7/2019). menjadi sebuah pelajaran yang berharga kita semua guna meningkatkan kewaspadaan terhadap semua aktivitas keseharian baik didalam rumah dan di lingkungan sekitar. Berdasarkan pantauan, kegiatan belajar mengajar, Senin (29/7/2019) berlangsung dengan lancar […]

expand_less
WordPress Archive Benton – Digital Agency WordPress Theme BeoNews Pro – React Native mobile app for WordPress Berich – Consulting Corporate WordPress Theme Berly – Portfolio WordPress Theme Berona – Printing & Design Service Elementor Template Kit Besa – Elementor Marketplace WooCommerce Theme Bespoke – Onepage Creative WordPress Theme Bestcycle Bicycle Repair & Service Elementor Template Kit Betakit – Digital Marketing Agency WordPress Theme BeTheme – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme