Rabu, 9 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertambangan & Energi » Antisipasi Tren Penurunan Permintaan Minyak, Ini Langkah Strategis Dilakukan Pertamina

Antisipasi Tren Penurunan Permintaan Minyak, Ini Langkah Strategis Dilakukan Pertamina

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 7 Feb 2021
  • visibility 2.891
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PT Pertamina (Persero) memastikan kesiapannya dalam menghadapi transisi energi global dengan menjalankan inisiatif strategis untuk pengembangan green energy sekaligus mendukung target pemerintah dalam pengembangan energi baru terbarukan.

Mengacu pada rencana umum energi nasional (RUEN), Pertamina dalam rencana jangka panjang perusahaan (RJPP) menetapkan program green transition pada 2035. Saat ini, penurunan permintaan minyak dunia telah mencapai 35%, dan diperkirakan pada 2035 akan menjadi 24%. Sebaliknya, kebutuhan energi bergeser ke renewable energy yang meningkat hingga 30%. Energi terbarukan adalah energi yang berasal dari

“proses alam yang berkelanjutan”, seperti tenaga surya, tenaga angin, arus air, proses biologi, dan panas bumi.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan langkah dan inisiatif strategis yang dilakukan Pertamina saat ini sejalan dengan agenda perusahaan minyak dan gas dunia. Seluruh perusahaan energi global bergerak untuk mengantisipasi tren penurunan permintaan minyak yang cukup tajam dan akan terjadi di masa depan. Permintaan dan konsumsi minyak dunia diperkirakan akan turun dari 110 juta barel per hari, menjadi sekitar 65–73 juta barel per hari.

“Dengan dasar ini, Pertamina melakukan transisi dengan perubahan global. Kami melihat bagaimana international oil company lain juga merespons ini. Intinya agenda untuk menurunkan gas rumah kaca, carbon emission, ini menjadi agenda dari seluruh oil company di seluruh dunia,” kata Nicke, lewat keterangan tertulisnya pada 2 Februari 2021.

Agenda strategi yang pertama, mengembangkan energi listrik dengan monetisasi aset panas bumi melalui independent power producer (IPP). Tujuannya, untuk mengembangkan 1,3 GW proyek panas bumi serta IPP berbasis surya di area, dengan iradiasi matahari tinggi dan menjalin kemitraan strategis untuk pembuatan sel surya.

Namun dalam jangka pendek, akan fokus dalam penerapan solar PV di lingkungan Pertamina Group melalui sinergi antara subholding dan captive market di BUMN. Kedua, lanjut Nicke, mengoptimalkan penggunaan energi ramah lingkungan untuk mobilitas di sektor transportasi dengan mendukung pemerintah melaksanakan mandatori Biodiesel 30 persen (B30), Green Refiniery, dan Co Processing CPO.

Dalam hal ini, Pertamina juga menyiapkan produksi baterai melalui kemitraan dengan penyedia teknologi baterai dan BUMN serta menyediakan infrastruktur pengisian daya untuk mobil listrik (E2W dan E4W). “Inisiatif kita melakukan transisi dari fossil fuel ke bio energy ini dapat menurunkan gas rumah kaca. Dari hasil studi, ini bisa menurunkan gas karbon monoksida maupun emisi dari gas hidrokarbon antara 20 hingga 50% emisi,” tambah Nicke.

Sedangkan agenda ketiga mengupayakan bahan bakar dengan optimalisasi sumber energi lain yang tersedia di dalam negeri, salah satunya dengan melakukan gasifikasi batubara kadar rendah menjadi Dimethyl ether (DME) untuk substitusi LPG dalam rangka mengurangi impor dan menghasilkan energi yang lebih bersih.

Dalam masa transisi, Pertamina mengembangkan sejumlah proyek gas sebagai energi transisi antara fuel dan new renewable energy. Untuk gas, menurut Nicke, Pertamina mengembangkan gas untuk transportasi, household di mana target yang ditetapkan pemerintah membangun 30 juta jaringan gas (city gas) pada 2050. Porsi terbesar yang diharapkan tumbuh adalah gas untuk industri.

Oleh karena itu, tambah Nicke, syarat penting untuk meningkatkan pemanfaatan gas yakni mengembangkan teknologi-teknologi hilirisasi gas. Diperkirakan kebutuhan gas akan mencapai 10,5 BSCFD di tahun 2050, yang porsinya adalah 92% dari konsumsi gas nasional.
“Pemanfaatan gas mempunyai posisi yang penting saat ini, karena gas merupakan sumber energi transisi yang menjadi jembatan antara conventional energy dan renewable energy,” katanya.[***]

indonesia.go.id
 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 87 Inovator Sumsel Terima Penghargaan

    87 Inovator Sumsel Terima Penghargaan

    • calendar_month Rabu, 9 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.780
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada 87  inovator yang ada di Sumsel, mereka yang dianugerahi penghargaan tersebut merupakan yang  terpilih setelah melalui proses penjurian yang objektif oleh institusi para pakar yang berkopeten dibidangnya. Penganugrahan penghargaan kepada inovator yang digelar di Griya Agung Palembang, Senin (7/12)  dengan tajuk Malam Penganugrahan Inovator Sumsel […]

  • Penyelundup Lobster Diringkus

    Penyelundup Lobster Diringkus

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 831
    • 0Komentar

    UNIT Pidsus Sat Reskrim Polrestabes Palembang menangkap penyelundup benih lobster. Dalam penangkapan yang ketiga kalinya ini pelaku yang berjumlah dua orang ditangkap saat sedang menuju Jembatan Musi II. Menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Kanit Pidsus, AKP Tohirin bersama anggota berhasil menangkap pelaku penyelundupan lobster. Sebanyak 18 kotak styrofoam hitam yang berisi ribuan benih lobster diamankan dan […]

  • Vaksinasi Tembus 10 Juta Dosis, Indonesia Masuk 4 Besar Dunia

    Vaksinasi Tembus 10 Juta Dosis, Indonesia Masuk 4 Besar Dunia

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 998
    • 0Komentar

    PADA 26 Maret 2021 lalu, program vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah mencapai lebih dari 10 juta penyuntikan dosis vaksin COVID-19 untuk total vaksinasi pertama dan kedua. Hal ini tempatkan Indonesia sebagai negara non-produsen vaksin ke 4 yang telah melakukan penyuntikan di atas 10 juta dosis vaksin COVID-19, menyusul Jerman, Turki, dan Brasil, dan di atas […]

  • Aksi Damai di Empat Lawang Berujung Ricuh

    Aksi Damai di Empat Lawang Berujung Ricuh

    • calendar_month Selasa, 7 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 873
    • 0Komentar

    Empat Lawang – Puluhan masa dari salah satu caleg yang menduga kecurangan pileg saat pemilu 2019 di Empat Lawang akhirnya berakhir ricuh. Massa yang awalnya mengelar aksi damai sekitar pukul 11.00 WIB namun sekitar pukul 16.30  WIB-17.00 WIB berhasil memasuki ruang pleno di Kantor DPRD empat Lawang dan di awali bentrok dengan aparat keamanan Selasa (7/5/2019). Massa yang menuntut […]

  • Bupati OKI, Mahasiswa dan Petani Dialog, Cari Solusi Konflik Lahan dan Bansos Covid-19

    Bupati OKI, Mahasiswa dan Petani Dialog, Cari Solusi Konflik Lahan dan Bansos Covid-19

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.058
    • 0Komentar

    KABAR hendak di demo dan dikepung kantornya  ternyata tak menyurutkan Bupati Ogan Komering Ilir [OKI] Iskandar untuk mencari solusi yang terbaik dalam menyelesaikan masalah konflik lahan dan Bantuan Sosial [Bansos]. Di ruang kerjanya, ia menggelar dialog dengan perwakilan mahasiswa dan perwakilan petani, Kamis, (6/8/20). Diskusi dalam audiensi itu berlangusung hangat. Perwakilan Mahasiswa OKI, Andi Leo […]

  • Salah Informasi, Masker Tidak Dapat Memblokir Partikel Virus Covid-19

    Salah Informasi, Masker Tidak Dapat Memblokir Partikel Virus Covid-19

    • calendar_month Minggu, 2 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 858
    • 0Komentar

    SEBUAH unggahan berbahasa asing membagikan grafik yang menunjukkan bahwa partikel virus penyebab Covid-19 cukup kecil untuk melewati masker tertentu, sehingga masker diklaim tidak dapat memblokir partikel virus penyebab Covid-19. Dilansir dari AFP, klaim tersebut adalah keliru. Pakar kesehatan mengatakan virus selalu terikat pada partikel yang lebih besar saat menyebar di udara. Partikel yang lebih besar […]

expand_less
WordPress Archive Eightsy – Billiard School & Sport Club Elementor Template Kit Eikra - Education WordPress Theme Eileen – Portfolio WordPress Theme Eimear – Inclusive WooCommerce WordPress Theme Eis – Ice Cream Shop Template Kit Eistruttore – Speaker and Life Coach WordPress Theme Ekko – Multi-Purpose WordPress Theme with Page Builder ekommart – All-in-one eCommerce WordPress Theme Ekoterra – NonProfit & Ecology Theme Eldon – Artist Portfolio WordPress Theme