Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Pahlawan-Pahlawan Pandemi Covid-19

Pahlawan-Pahlawan Pandemi Covid-19

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Kamis, 12 Nov 2020
  • visibility 1.771
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEBUTAN pahlawan layak diberikan bagi para tenaga kesehatan (Nakes), yang bertugas dalam penanganan COVID-19. Bahkan, bukan hanya Nakes, tetapi juga mereka para relawan, anggota TNI dan POLRI, para petugas mobil ambulance, para petugas laboratorium, serta mereka semua yang mendukung penanganan COVID-19 dengan mengorbankan pemikiran, tenaga, dan waktunya, bisa disebut sebagai pahlawan di masa pandemi.

Peringatan Hari Pahlawan Nasional tahun ini terasa berbeda dari biasanya. Selain karena pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia, situasi ini juga menyadarkan bahwa telah muncul pahlawan-pahlawan baru di masa pandemi.

Begitu pula dengan semangat yang dibawa oleh Nakes dan relawan yang tergerak hatinya untuk mengabdi di RSDC Wisma Atlet. Perasaan yang kuat untuk membantu sesama, turut membawa seorang dokter muda, dr. Aulia Giffarinnisa, asal Sulawesi Selatan ke Wisma Atlet.

Ia dengan suka rela mengajukan diri menjadi dokter di RSDC Wisma Atlet, Kemayoran. Keinginannya untuk mengabdi pun tidak berjalan mulus, karena terlebih dahulu harus meyakinkan kedua orang tuanya. “Dari April sudah ingin bergabung ke Wisma Atlet, tapi orang tua baru memberi izin di bulan Agustus. Pada September akhirnya mulai bergabung ke Wisma Atlet,” kata dr Aulia.

Berbeda dari rumah sakit pada umumnya, seluruh tenaga medis di RSDC wajib menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) dan hal ini menjadi tantangan yang cukup menyulitkan. “Bekerja selama 8-9 jam menggunakan APD, memang capek dan melelahkan. Persoalannya energi kita terkuras. Satu, karena panas, kedua perlu mengatur nafas, soalnya (pakaian APD) dirangkap-rangkap, terus tertutup semua,” ungkap dr. Aulia.

Belum lagi kondisi fisik dan mental Nakes, harus tetap terjaga karena satu dokter bisa merawat 50-60 pasien, untuk ruang perawatan biasa. Sementara untuk perawatan di ruang ICU dengan kondisi pasien lebih berat, satu dokter menangani 8-9 pasien.

Meski penuh risiko, para Nakes dan relawan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kesembuhan para pasien. “Kalau misalnya sudah 2 bulan, dan hasil tes swab dinyatakan negatif, lalu pasiennya berterima kasih, kita rasanya (senang) bagaimana gitu,” tutup dr. Aulia.

Dr. Aulia mengatakan, “Perlu sinergi yang kuat bersama masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M secara satu kesatuan. Hal ini merupakan langkah bersama yang dapat dilakukan untuk menekan dan mencegah penularan dan membantu memperlambat laju pandemi COVID-19 di Indonesia agar tidak menjadi lebih tinggi lagi, sambil menunggu vaksin siap disediakan”.
Tidak hanya dokter, perawat juga berada sangat dekat dengan pasien. Lia Gustina, asal Lampung, Sumatera Selatan, mengajukan diri menjadi perawat di RSDC Wisma Atlet. “Jadi saya juga merasa terpanggil saja. Saya ingin tahu bagaimana sebenarnya terjun ke lapangan. Apa benar semenakutkan seperti yang ada dalam berita. Waktu itu keluarga juga melarang, apalagi saya punya anak kecil 2. Awalnya suami khawatir, tapi karena tekad saya keras, saya terus menyampaikan tekad ingin berangkat, dan akhirnya keluarga mengizinkan”, cerita Lia Gustina yang sudah enam bulan di Wisma Atlet.

Tentara Nasional Indonesia yang biasanya menjaga perbatasan negara, kini pun turun tangan terlibat dalam penanganan pandemi COVID-19. Tugas pertama TNI bermula dari misi merelokasi mahasiswa Indonesia dari Wuhan ke Kepulauan Natuna. Lalu misi selanjutnya adalah, menangani Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia dari kapal pesiar Diamond Princess dari Jepang yang ditempatkan di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kemudian hingga saat ini tim TNI, POLRI, Nakes, dan relawan masih terus bahu-membahu dalam mengelola Rumah Sakit Darurat COVID-19, salah satunya adalah RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Tanggung jawab besar diberikan kepada Letkol Marinir Muhammad Arifin, selaku Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet. Ia bercerita dalam acara Dialog Produktif Komite Penangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dengan tema “Berjuang dan Berbakti Menyembuhkan Negeri dari Pandemi”, Selasa (10/11), bahwa banyaknya pasien di awal masa pandemi, yang beragam latar belakang, menjadi tantangan tersendiri selama ia bertugas.

“Kendala-kendalanya banyak. Tapi, karena kami kebetulan punya pengalaman bagaimana menangani pasien COVID-19 secara psikologis di Natuna dan Sebaru, ini menjadi modal awal untuk melaksanakan tugas di RSDC Wisma Atlet. Bagaimana kami mendukung para pasien COVID-19 ini supaya mentalnya tidak jatuh,” ujarnya.

Pada awalnya, menerapkan protokol kesehatan di RSDC Wisma Atlet tidak mudah. Pemahaman untuk menerapkan protokol kesehatan di kalangan para pasien sangat rendah. Belum lagi gangguan secara mental ini membuat banyak pasien stress hingga timbul keinginan untuk bunuh diri dalam benak pasien COVID-19. “Timbulnya tekanan pada diri pasien karena berkali-kali diuji Swab tidak menunjukkan hasil yang baik. Apalagi saat itu kondisinya sedang bulan puasa, pasien ingin pulang untuk lebaran di kampungnya, tapi karena tidak bisa pulang justru menambah beban pikiran,” ungkap Letkol Arifin.

Meskipun melaksanakan tugas yang sulit, sebagai seorang prajurit, Letkol Arifin meyakini bahwa kepercayaan yang diberikan adalah sebuah kehormatan. (**)nasir

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Piala Dunia, IndiHome Siap Siarkan Live Pertandingan Sepak Bola 24 Jam

    Piala Dunia, IndiHome Siap Siarkan Live Pertandingan Sepak Bola 24 Jam

    • calendar_month Minggu, 20 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.337
    • 0Komentar

    “Pelanggan dapat menyaksikan siaran ulang melalui menu TV on Demand yang tersedia sampai tujuh hari ke belakang,”

  • 4 program pusat jadi fokus Pj Bupati OKI

    4 program pusat jadi fokus Pj Bupati OKI

    • calendar_month Senin, 15 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 904
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Empat program pusat  menjadi fokus  Penjabat Bupati Ogan Komering Ilir Ir. Asmar Wijaya, M.Si, ke empat program itu antara lain pengentasan masalah kemiskinan, stunting, pengangguran dan menyukseskan pemilu 2024. “Segera melakukan langkah-langkah  yang menjadi program prioritas dari pusat, seperti halnya pengentasan masalah kemiskinan, stunting, pengangguran dan menyukseskan pemilu 2024,” kata Asmar usai dilantik […]

  • Polemik Sidang Online di Saat Pandemi COVID-19

    Polemik Sidang Online di Saat Pandemi COVID-19

    • calendar_month Jumat, 26 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.645
    • 0Komentar

    PANDEMI  Covid-19 masih melanda Indonesia. Dari data statisitik Johns Hopkins University Medicine mencatat bahwa Indonesia menyumbang 1,11 % kasus positif di dunia atau dengan jumlah 1.191.990 jiwa kasus terkonfirmasi di Tanah Air dengan angka kematian mencapai 32.381 jiwa. Dalam hal ini pemerintah melakukan usaha preventif untuk mencegah atau meminimalisir penyebaran virus corona secara drastis di […]

  • 23 Juni Yaumul Milad -Ku..

    23 Juni Yaumul Milad -Ku..

    • calendar_month Jumat, 23 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.920
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ini ceritaku, kupersembahkan dalam bentuk  puisi. Tanggal 23 Juni 1973-ku anggap sakral dalam hidup, karena sebagai yaumul milad -ku, tepatnya pada yaumul jumat [23 Juni 2023].  Di hari yang  penuh berkah ini. Ku panjatkan sudut dan syukur  kepada Allah SWT. Ku terlahir dari rahim ibu, diberikan kesempurnaan. Puisi sederhana ini -ku persembahkan untuk […]

  • 9 Kepda di Sumsel bakal berakhir, ini dilakukan Pemprov..

    9 Kepda di Sumsel bakal berakhir, ini dilakukan Pemprov..

    • calendar_month Sabtu, 25 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.802
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Ir. S.A Supriono membuka secara resmi Rapat Koordinasi Persiapan Akhir Masa Jabatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2023 dan Tahun 2024 di Auditorium Bina Praja, Kamis (23/2) pagi. Sekda Supriono berharap melalui rakor ini Pemprov dan Pemkab dapat menyamakan persepsi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan […]

  • Gubernur Rasakan Efek Positif  Pasca Divaksin Sinovac Dua Kali Ajak   Warga Sumsel Berkontribusi  Cegah Corona

    Gubernur Rasakan Efek Positif  Pasca Divaksin Sinovac Dua Kali Ajak   Warga Sumsel Berkontribusi  Cegah Corona

    • calendar_month Jumat, 29 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.093
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru merasakan efek positif usai disuntik vaksin sinovac dua kali sekaligus mengajak masyarakat untuk berkontribusi dalam penanganan covid-19 di Sumsel. Termasuk untuk tidak ragu melakukan vaksinasi yang sedang digalakkan pemerintah. Menurut dia, tidak ada alasan masyarakat untuk ragu divaksin. Sebab vaksin tersebut sudah melalui berbagai tahapan pengujian sehingga dipastikan aman […]

expand_less
WordPress Archive Termico - Spa and Beauty Salon WordPress Theme Terminus – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Terra – Startup & Technology WordPress Theme Ters | Contemporary Event WordPress Theme Tessa – Modern Theme for Blogs & Magazines Testimonial Awesome Pro – Testimonial Plugin WordPress Slider Real Testimonials Pro Tetriz – Creative Portfolio WordPress Theme Tetta – Photography & Portfolio Elementor Template Kit Texter – Content Writing Service Agency Elementor Kit