Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Gaji ASN & Honor di Pemrov Sumsel Terancam Molor Dibayar, Apa Masalahnya ?

Gaji ASN & Honor di Pemrov Sumsel Terancam Molor Dibayar, Apa Masalahnya ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 25 Nov 2019
  • visibility 1.098
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GAJI ASN, Gubernur/Wakil Gubernur Prov. Sumsel terancam molor pembayarannya menyusul penetapan KUA/PPS anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sumsel tahun 2020 molor dari waktu yang ditetapkan.

Bahkan penundaan gaji bagi Gubernur dan Wagub, ASN serta honorer di lingkungan Pemprov Sumsel bisa selama 6 bulan kedepan.

Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati mengatakan, hingga sekarang RAPBD Sumsel tahun 2020 masih dibahas dan perlu konsultasi, dimana pengesahan KUA dan PPAS APBD Sumsel 2020 dijadwalkan pada bulan Desember mendatang.

Meskipun Kementrian Dalam Negeri [Mendagri] telah memberikan tenggat waktu penyusunan APBD 2020 sampai 30 Desember. Namun diperkirakan penetapan KUA/PPS anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sumsel tahun 2020, molor dari waktu yang ditetapkan.

“Denhan molornya waktu yang disampaikan ke kami, kami berusaha tegap menjalankan fungsi budgeting kami, untuk pembahasannya, dan kita sudah susun agenda pada 11 Desember nantu baru kita sahkan (KUA dan PPAS),” kata Anita disela- sela KUA dan PPAS APBD Sumsel 2020 dengan TAPD di ruang rapat Banggar DPRD Sumsel, Senin (25/11/2019).

Menurut Anita, molornya pengesahan itu dikarenakan kesalahan pihak eksekutif (Pemprov), dimana DPRD Sumsel baru menerima dokumen KUA dan PPAS pada 4 November, padahal ada beberapa hal perlu disinkronisasikan tentang beberapa pemahaman, persamaan aspirasi jaringan asmara dari anggota dewan, yang harus dimasukam ke KUA dan PPAS.

“Kita sudah minta kepastian untuk pembahasan itu di Kemendagri, yang telah kami sampaikan. Dimana surat kami per 2 September kita ulankan pada 24 Oktober, untuk meminta Pemprov menyampaikan KUA-PPAS, karena belum disampaikan. Seharusnya kata Kemendagri KUA-PPAS itu disampaikan ke DPRD harusnya bulan Juli atau paling lambat Agustus. Karena, kita diberi kan waktu untuk pembahasan itu 60 hari,” terangnya.

Menurut dia Kemendagri, karena DPRD sudah melaksanakan tuganya, melalui surat- surat yang disampaikan terdahulu, kalau ada keterlambatan yang salah adalah pihak eksekutif,” terangnya.

Politisi Golkar menegaskanakan ada pertimbangan dari Kemendagri, yang akan mengevaluasi dan menyampaikan kronologis keterlambatan pembahasan yang telah mereka sampaikan.

Dimana Anita menyampaikan kronologis yang ada, pada 4 November DPRD Sumsel baru terima berkas dan itu perlu sinkronisasi, kemudian pada 4 September hingga 11 November belum ada sinkronisasi, sehingga pihaknya mengirim surat lagi untuk duduk bersama antara pemprov dan DPRD, agara pemikiran yang ada untuk dimasukkan ke KUA-PPAS.

“Dampaknya jelas di dalam PP dan UU, kalau keterlambatan itu bisa dibuktikan disengaja oleh eksekutif, maka ada penundaan 6 bulan gaji, klo dewannya tidak. Kalau menurut peraturan seperti itu, dan menurut pak Riki (perencanaan bidang anggaran wilayah Sumatera dari Kemendagri) yang menerima kami. Tentunya ASN dan homor (tunda gaji), tapi ini belum pernah dicoba di Sumsel, sehingga saya belum bisa menyampaikan dampaknya, siapa yang akan merasakan,” terang Anita.

Disinggung pembahasan itu alot karena aspirasi anggota dewan sedikit yang diserap dan merata, Anita, memastikan jika pihaknya sudah menyampaikan ke eksekutif dan pihaknya masih menemukan anggaran yang semestinya menyalahi aturan masih ada.

“Kita sudah tahu format yang bukan kewenangan provinsi dianggarkan, dan itu tidak diperbolehkan dalam aturan. Seperti tanggung jawab Kabupaten/ kota untuk membangun kembatan dan jalan itu, itu jelas- jelas kewenangan kabupaten/ kota, tetapi tetap dianggarkan melalui OPD provinsi. Kita juga mengingatkan DPRD itu penyelenggara pemerintah juga di daerah, memang kepala daerah kepala pemerintahan tetapi kebijakan harus dibahas DPRD, agar pembiayaan kebijakan program pemda itu, sesuai peraturan undang- undangan,” tandasnya.

 

Optimistis

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Sumsel Nasrun Umar mengaku optimis, pengesahan KUA- PPAS APBD Sumsel 2020 akan tepat waktu, meski legislatif sudah pesimis.

“Saya punya keyakinan dapat diselesaikan dengan beberapa waktu yang ada, tidak ada yang tidak mungkin kita tetap optimis. Mepet atau tidak yang penting selesai,” tandasnya.

Dilanjutkan Nasrun, adanya pembahasan yang cukup panjang ini, karena perlu sinkronisasi, dimana pemerintahan daerah ada dua yaitu eksekutif dan legislatif di dalam sistem penganggaran pembangunan, dan diperlukan sinkronisasi dan pemikiran kedua belah pihak.

“Tak ada seandai- andainnya (tertunda). Tidak ada terburuk, kita tetap optimis. Soal usulan besaran APBD Sumsel 2020, KUA-PPAS saja belum diketok, jadi belum tahu anggaran pastinya,” pungkas Nasrun.[**]

 

Penulis : one

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Badan POM Setujui Penggunaan Darurat Vaksin COVID-19 Produksi Sinovac untuk Lansia

    Badan POM Setujui Penggunaan Darurat Vaksin COVID-19 Produksi Sinovac untuk Lansia

    • calendar_month Senin, 8 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.152
    • 0Komentar

    BADAN Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), pada tanggal 5 Februari 2021, mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat vaksin CoronaVac produksi Sinovac untuk digunakan kepada kelompok lanjut usia (lansia) berumur 60 tahun ke atas. Meskipun sudah ada persetujuan penggunaan darurat, vaksinasi terhadap populasi lansia harus dilakukan secara hati-hati karena kelompok tersebut berisiko tinggi dan cenderung memiliki penyakit […]

  • Hadiri Tasyakuran Masjid Jami’ Al Muttaqin

    Hadiri Tasyakuran Masjid Jami’ Al Muttaqin

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 825
    • 0Komentar

    PELAKSANA Tugas Bupati Musi Banyuasin (Muba) Beni Hernedi menghadiri Peringatan Malam Nuzulul Quran sekaligus Tasyakuran Masjid Jami’ Al Muttaqin Desa Pangkalan Bulian Kecamatan Batanghari Leko, Kamis (28/4/2022).   Plt Bupati Beni menandai peresmian masjid Jami’ Al Muttaqin dengan pemukulan bedug bersama ketua pelaksana pembangunan masjid dan didampingi Ustadz H Ahmad Hinayatullah dan Asisten Bidang Pemerintahan […]

  • Wah.., Ketum REI Bilang JSC Seperti Sport New Town

    Wah.., Ketum REI Bilang JSC Seperti Sport New Town

    • calendar_month Rabu, 22 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 904
    • 0Komentar

    Karena orang-orang yang bergerak dari seluruh Indonesia  berada di area pengembangan

  • 3.500 Peserta Telah Mendaftar Indonesia Digital Conference 2020

    3.500 Peserta Telah Mendaftar Indonesia Digital Conference 2020

    • calendar_month Selasa, 15 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.210
    • 0Komentar

    SEBANYAK 3.500 peserta telah mendaftar untuk mengikuti Indonesia Digital Conference (IDC) 2020 secara virtual.  Kegiatan yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) ini akan berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu, 15-16 Desember. Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan membuka konferensi ini. “Kegiatan IDC 2020 ini akan menghadirkan sejumlah narasumber yang akan berbagi pengalaman tentang inovasi dan transformasi […]

  • Likuiditas Perbankan Mengetat, DPK Bank Sumsel Babel Justru Tumbuh Lebih Cepat dari Kredit

    Likuiditas Perbankan Mengetat, DPK Bank Sumsel Babel Justru Tumbuh Lebih Cepat dari Kredit

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Likuiditas perbankan nasional mulai menghadapi tekanan pada semester I-2026, meski demikian, kondisi tersebut belum terlihat menekan penghimpunan dana Bank Sumsel Babel (BSB) hingga Juni 2026, tercatat Dana Pihak Ketiga (DPK) BSB mencapai Rp29,43 triliun, atau tumbuh 3,50% secara tahunan, bahkan sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit yang sebesar 3,41%. Kondisi itu membuktikan kemampuan funding Bank […]

  • Antisipasi Klaster Baru saat Cuti Bersama, Begini Asa Wabup untuk Masyarakat OKI

    Antisipasi Klaster Baru saat Cuti Bersama, Begini Asa Wabup untuk Masyarakat OKI

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.029
    • 0Komentar

    PEMKAB. OKI menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat berada di ruang publik terkait kebijakan  cuti bersama yang dikeluarkan pemerintah pusat pada 28 Oktober -1 November 2020. Menurut Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, H.M Dja’far Shodiq Pemkab OKI akan memperketat penerapan protokol kesehatan guna antisipasi munculnya klaster baru saat libur panjang tiba. Hal […]

expand_less
WordPress Archive Restrict Content Pro REST API Restrict Content Pro Restrict Past Content Restrict Content Pro Restriction Timelock Restrict Content Pro Restriction Timeouts Restrict Content Pro Site Creation RestroFood | Online Food Ordering & Delivery WordPress Plugin Resty – Restaurant WooCommerce WordPress Theme Resume Theme ResumeX – Resume & One Page Portfolio WordPress Thmee Retro Portfolio – One Page Vintage Template