Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Kabut Asap Kian Pekat, Penderita ISPA di Sumsel Bertambah, Berapa Jumlahnya ?

Kabut Asap Kian Pekat, Penderita ISPA di Sumsel Bertambah, Berapa Jumlahnya ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 15 Sep 2019
  • visibility 1.021
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEBAKARAN Hutan dan Lahan [Karhutlabun] di Sumsel selama musim kemarau tahun ini membuat beberapa Wilayah di Sumsel terutama di Kota Palembang diselimuti kabut asap. Bahkan kabut asap semakin pekat terlihat pada pagi hari dan sore yang berdampak pada gangguan pernapasan masyarakat di Sumsel.

Hingga Agustus ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan mencatat jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat terpapar virus yang menyerang ke saluran pernapasan mencapai 34.583 orang.

“Data Agustus baru sementara karena ejumlah kabupaten dan kota yang belum mengirimkan datanya, “sebut Kepala Dinkes Provinsi Sumatera Selatan, Lesty Nurainy, kemarin.

Menurutnya ada 9 daerah lagi yang belum mengirimkan data masyarakatnya yang terkena ISPA. Seperti Kabupaten OKI, Lahat, Musi Rawas, OKU Timur, Ogan Ilir, Pagaralam, Lubuk Linggau, PALI, dan Muratara.

Namun lanjut dia  tidak semua daerah itu terdapat karhutla, hanya OI dan OKI saja dari semua itu yang terdapat karhutla dan kemungkinan masyarakatnya terkena ISPA.

Sepanjang Agustus, menurut Lesty, Kabupaten Musi Banyuasin memang meningkat cukup signifikan masyarakatnya yang terkena ISPA. Dari Juli ada 4.094 masyarakat Muba yang terkena ISPA, sementara selama Agustus mencapai 6.326 orang.

“Angka tersebut meningkat 50 % dari Juli, mungkin dari dampak dari semakin bertambahnya karhutla di sana. Sedangkan Kota Palembang masih menjadi daerah yang masyarakatnya palling banyak terkena ISPA yakni sebanyak 11.863 orang,” katanya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Sumsel, Mulyono mengatakan, jumlah penderita tersebut masih terus bertambah karena belum seluruh 17 kabupaten dan kota yang ada di wilayahnya mengirimkan laporannya.

Ia juga menambahkan, Dinkes Provinsi Sumsel telah menerbitkan surat edaran kepada kabupaten dan kota yang terdampak untuk melakukan antisipasi pencegahan ISPA akibat kabut asap selama musim kemarau.

“Dalam surat diinstruksikan agar seluruh dinas kesehatan di Sumsel untuk menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan seperti poskesdes, puskesmas pembantu, puskesmas, dan rumah sakit,” tutupnya.

Pantauan ST Minggu [15/9/2019] kabut asap mulat tampak di pagi hari, sekitar Pukul 05.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB, bahkan setiap sore pun kabut asap pun sangat terasa mengganggu pernapasan, selain itu pada malam hari.

Dengan kondisi itu, sebelumnya juga Gub. Sumsel sudah mengajak masyarakat di Sumsel untuk melaksanakan lagi Sholat Istisqo berjamaah, guna memohon untuk meminta hujan dan bermunajat kepada Allah SWT.

Sekda Palembang Ratu Dewa belum lama ini guna mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan dan hutan, Pemkot terus melakukan pemantau hospot di beberapa titik yang rawan terjadi kebakaran, dengan menugaskan Camat dan Kelurahan dan bekerja sama dengan aparat setempat, seperti Babinsa dan kepolisian Sekta setempat

“Saya juga sudah meminta Kasatpol PP Kota Palembang membentuk tim khusus pemantau kebakaran di Wilayah Palembang, bahkan sudah mensosiliasikan melarang warga jangan membakar lahan atau sampah, karena dapat menyebabkan kebakaran besar, hal itu juga ada sanksi pidananya.

Kualitas udara

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang Bambang Benny Setiajidi mengatakan, asap yang beredar mengandung partikel-partikel kering menyebabkan jarak pandang berkisar antara 1.000-8.000 meter dengan jarak pandang terendah terjadi pada pukul 06.00 WIB. “Selain mengganggu jarak pandang, asap juga akan terasa berbau, perih di mata dan menyebabkan sesak pada pernafasan,” ujar Benny.

Hal itu, dirinya melanjutkam, dikarenakan angin dari arah Tenggara berikut titik-titik panas dengan tingkat kepercayaan >80 persen yang berkontribusi asap di Palembang dan sekitarnya, yakni Air Sugihan, Pampangan, Banyuasin I, Tulung Selapan, Pedamaran, Cengal dan Pematang Panggang.

Kondisi ini menyebabkan data pada pukul 10.00 pagi tadi dalam kategori ‘Tidak Sehat’ dengan rentang 180-187 µgram/m3 dan diprakirakan kondisi asap ini akan terus berlangsung di wilayah Palembang dan sekitarnya hingga titik-titik panas hilang.

Sedangkan berdasarkan model prakiraan cuaca BMKG dengan rentang prakiraan pada 9-16 September belum ada potensi hujan di wilayah Sumsel. Ia mengatakan BMKG berulang kali mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran dan tetap membuang sampah pada tempatnya.

Sebelumnya Kebakaran hutan terjadi kemarin di daerah Kalidoni tepat di Perum Pesona Harapan, namun api tidak sempat menyebar karena tim damkar dari Pemkot Palembang dan Pusri siap siaga. Selain itu terjadi juga kebakaran hutan di Desa Teluk Tenggulang kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan  hampir tiga hari di daerahnya.[**]

Penulis :one

 

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sembako Murah, Berkah Sementarakah?

    Sembako Murah, Berkah Sementarakah?

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.462
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pagi itu, ratusan warga Palembang berbondong-bondong menuju Kantor Pos Merdeka. Suasana riuh rendah terdengar di antara antrean panjang, didominasi oleh ibu-ibu yang berharap bisa mendapatkan sembako dengan harga lebih murah. Di tengah kerumunan, seorang ibu berusia 50-an tampak menggenggam kupon sembako erat-erat. “Lumayan bisa hemat buat beli beras dan minyak,” ujarnya penuh harap. […]

  • Kasihan..! Listrik Padam, UNBK SMAN 1 Pemulutan Selatan Diganti Malam Hari

    Kasihan..! Listrik Padam, UNBK SMAN 1 Pemulutan Selatan Diganti Malam Hari

    • calendar_month Selasa, 10 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.021
    • 0Komentar

    Adanya pembatasan jam hingga pukul 24.00 WIB membuat siswa yang telah letih menunggu sejak pagi terpaksa mengikuti agar tidak terjadi ujian susulan.

  • Liburan, Amanzi WaterPark Masih Banyak Dikunjungi

    Liburan, Amanzi WaterPark Masih Banyak Dikunjungi

    • calendar_month Jumat, 5 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.904
    • 0Komentar

    Membuat daya tarik wisatawan baik dari daerah Palembang ataupun luar Palembang

  • Penanganan COVID-19, Posko Perbatasan di Muba Diperketat

    Penanganan COVID-19, Posko Perbatasan di Muba Diperketat

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.075
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Muba terus maksimalkan antisipasi serta penanganan wabah Covid-19 di Kabupaten Musi Banyuasin terus. Beberapa Posko di wilayah perbatasan Muba pun diperketat guna meminimalisir penularan wabah Covid-19 yang masuk di wilayah Muba. Plt Kepala BPBD Muba, Indita Purnama menyebutkan, saat ini posko-posko penanganan dan pencegahan Covid-19 di area perbatasan Muba terus […]

  • Polri Minta Masyarakat Berperan Serta Berantas Penyebaran Terorisme di Tanah Air

    Polri Minta Masyarakat Berperan Serta Berantas Penyebaran Terorisme di Tanah Air

    • calendar_month Sabtu, 20 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 834
    • 0Komentar

    DENSUS 88 Anti-teror Polri semakin gencar memberantas penyebaran aksi terorisme di Tanah Air pasca ditangkapnya Ketua Umum PDRI Ahmad Farid Okbah dan anggota MUI Ahmad Zain An-Najah. Polri mengakui tidak bisa bergerak sendiri lantaran kelompok terorisme selalu memiliki celah untuk melakukan penyusupan sehingga perlu kerjasama. “Kita monitor setiap aktivitas terorisme di Tanah Air. Tapi, memang […]

  • Pemda OKI & Polres Ajak Forum Mahasiswa, Pemuda & Organisasi Diskusi Dampak Kenaikan BBM

    Pemda OKI & Polres Ajak Forum Mahasiswa, Pemuda & Organisasi Diskusi Dampak Kenaikan BBM

    • calendar_month Selasa, 6 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 707
    • 0Komentar

    Jajaran Pemerintah Daerah bersama Polres Ogan Komering Ilir (OKI) mengajak  forum mahasiswa, pemuda dan berbagai organisasi masa lainnya untuk diskusi bersama terkait dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak. Diskusi melalui Fokus Grup Discussion (FGD) ini merupakan model baru dalam penyampaian aspirasi. Bupati OKI melalui Asisten Bidang Pemerintahan, Antonius Leonardo mengapresiasi pelaksanaan FGD yang dinilai cerdas […]

expand_less
WordPress Archive Flasaphic – Spa Beauty WordPress Theme FlashMart – Multipurpose Elementor WooCommerce WordPress Theme (10+ Homepages & Mobile Layout Ready) Flashnet – Broadband & Telecom Internet Provider Elementor Template kit Flatastic Responsive Multipurpose VirtueMart Theme Flatastic – Versatile Multi Vendor WordPress Theme FlatFolio – Flat & Cool WP Portfolio Flati – Responsive Flat Design Bootstrap Template Flatkit | App UI Kit FLATPACK – Multipurpose Unbounce Pack FlatPrice – WordPress Pricing Tables