Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » OPOSISI SEMU

OPOSISI SEMU

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 21 Agt 2019
  • visibility 1.549
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SAAT ini media di Indonesia tengah ramai memperbincangkan pertemuan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonsia Perjuangan (PDI.P) Megawati Soekarno Putri dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Pertemuan ini menjadi perhatian publik luas, dan munculah (kembali) diskursus koalisi dan oposisi. Terjalinnya komunikasi antara Prabowo-Jokowi dan Prabowo-Megawati pasca pilpres 2019 membentuk persepsi publik bahwa Prabowo akan bergabung dengan pemerintah setelah berhadapan saat pilpres 2019. Lalu, siapa yang akan mengambil “posisi” (oposisi) berlawanan dengan pemerintah ?

Perbincangan oposisi tidak bisa dilepaskan dalam konteks demokrasi, walaupun terdapat banyak pemaknaan/pendefenisian demokrasi dari klasik sampai saat ini, akan tetapi subtansi demokrasi berlabuh pada satu titik ide utama yaitu kedaulatan rakyat. Di titik inilah diskursus oposisi menjadi penting dalam menguatkan gagasan/ide utama demorasi (kedaulatan rakyat).

Diskursus Oposisi mendskusikan bagaimana pemerintah (rulling party) yang berkuasa tidak akn mampu mengakomodir kepentingan rakyat secara keseluruhan maka perlu adanya pihak yang megambil posisi berlawanan. Selain itu juga, oposisi merupakan manifestasi partisipasi publik dalam artian partisipasi masyarakat dalam melakukan kritik kepada pemerintahan.

Terakhir, oposisi merupakan penyeimbang, dalam artian ada kelompok di luar pemerintah yang memberikan alternatif ide/gagasan dan sikap agar pemerintah tidak keluar jalur dari kehendak mayoritas masyarakat. Lalu, bagaimana oposisi di indonesia?

Posisi kelompok “oposisi” Dari awal kemerdekaan  belum dapat dilihat dengan jelas, misalnya pada masa awal kemerdekaan dua partai besar yaitu PNI yang mewakili kaum nasionalis dan Masyumi yang mewakili kelompok islam mengambil posisi sebagai pengkritik pemerintah akan tetapi posisi ini menjadi dilematis dan abu abu karena menteri menteri yang ada di pemerintahan saat itu berasal dari dua partai tersebut.

Di masa demokrasi terpimpin kelompok oposisi semakin hilang dalam peta politik, Soekarno sebagai presiden berusaha memandulkan peran dan fungsi partai politik yang ada dan membubarkan 3 partai yang kritis, yaitu partai solidaritas indonesia (PSI), MURBA dan Masyumi. Tidak jauh berbeda dengan masa orde lama, kelompok oposisi semakin kehilangan posisi dan terbatas rang gerak akibat kebijakan politik Suharto yang refresif terhadap pengkritik pemerintah dan partai politik pun disederhanakan menjadi 3 partai saja.

 

Ideologi

Pasca jatuhnya rezim otoriter, muncul harapan akan terciptanya pemerintahan yang demokratis, partai partai baru bermunculan dengan cepat dan subur akan tetapi kemunculan partai partai politik ini tidak berbanding lurus dengan kondisi politik, partai partai yang muncul nyaris tidak menjalankan fungsinya sebagai alat kontrol kebijakan. Hal ini salah satunya disebabkan oleh ketidakjelasan ideologi dan identitas partai partai yang ada sehingga membuat kabur posisi partai politik.

Partai partai politik cenderung pragmatis yang hanya muncul saat pemilu dan tidak konsisten mewakili bagian dari kelompok masyarakat tertentu. Keadaan ini jelas “membunuh” dan menghilangkan subtansi demokrasi yang seharusnya ada kelompok penyeimbang (oposisi).

Di masa kepemimpinan awal Jokowi-JK (2014-2019), beberapa partai politik mendeklarasikan sebagai partai oposisi, akan tetapi secara subtansial partai oposisi kehilangan peran kelompok oposisi yang seharusnya memberikan alternatif kebijakan dan menawarkan solusi kongkrit (konstruktif) terjebak kepada hal hal yang remeh temeh dan cenderung mengangkat isu isu sensitif seperti agama, suku dan masalah pribadi (personal), sehingga membuat kegaduhan dan gesekan sosial di tengah masyarakat.

Pasca kemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin pada pilpres 2019, Partai Partai politik yang mendukung pasangan calon Prabowo-Sandi yang tergabung dalam Koalisi Adil.

Makmur mulai mendekat ke koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin (PAN dan Demokrat), bahkan pasca terjalinnya komunikasi Prabowo-Jokowi dan Prabowo-Megawati publik berspekualsi bahwa kelompok oposisi akan hilang pada pemerintahan Jokowi 5 tahun ke depan.

Hal ini semakin membentuk persepsi publik bahwa partai-partai yang ada cenderung pragmatis dan hanya sekedar mencari kekuasaan. Pertanyaan pentingnya adalah, bagaimana seharusnya oposisi muncul dan memerankan fungsinya secara subtansial?.

Sebagai contoh yang elok untuk dilihat adalah dinamika partai politik di prancis yaitu kelompok sosialis (kiri) dan kelompok kanan (gaullist) yang mampu membentuk suasana oposisi dan koalisi sehingga inti dari demokrasi yaitu kedaulatan rakyat benar-benar berjalan.

Beberapa pendapat menyatakan bahwa sistem presidensial yang diterapkan di Indonesia membatasi kemunculan dan pembentukan oposisi, akan tetapi hal itu bukanlah penyebab utama.

Dalam konteks Indonesia partai politik yang cenderung tidak mempunyai ideologi dan identitas (abu abu) yang jelas membuat sempitnya peluang untuk terciptanya kelompok oposisi.

Hal ini jugalah yang membuat banyaknya partai politik menjadi kutu loncat dan tidak konsisten, yang pada akhirnya publik hanya dipertontonkan dagelan politik ala elit seperti yang saat ini menghiasi banyak media di Indonesia. Pun pada nantinya ada partai politik yang mendeklarasikan diri sebagai partai di luar pemerintah akan terjebak dengan hal yang remeh temeh dengan sebutan partai (kelompok) pencari kesalahan.[**]

 

Oleh : Yulion Zalpa, M.A

 Dosen Ilmu Politik UIN Raden Fatah Palembang

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nikmati Spot Wisata Kekinian, Embung Senja Muba Destinasi Daya Tarik Wisata

    Nikmati Spot Wisata Kekinian, Embung Senja Muba Destinasi Daya Tarik Wisata

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 920
    • 0Komentar

    BERJARAK tempuh sekitar 2 jam dari Kota Sekayu untuk menuju Wisata Embung Senja Kecamatan Babat Supat Kabupaten Muba. Ya, benar saja untuk bisa menikmati spot wisata kekinian tersebut bisa terbayar dengan puas meski jarak tempuhnya cukup jauh. Wisata Embung Senja ini juga, Jumat (24/12/2021) kemarin secara resmi meraih juara III Anugerah Pesona Desa Wisata Provinsi […]

  • [WISATA KESEHATAN] Wellness Tourism Indonesia di NATAS Holidays 2025 – Menjual Santai, Menyeduh Sehat hingga Membungkus Bahagia

    [WISATA KESEHATAN] Wellness Tourism Indonesia di NATAS Holidays 2025 – Menjual Santai, Menyeduh Sehat hingga Membungkus Bahagia

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 835
    • 0Komentar

    SATU hal yang paling dicari orang Singapura, bukan sekadar diskon belanja di Orchard atau tiket promo ke Universal Studio, jawabannya justru simpel kesempatan untuk bernapas panjang tanpa dikejar jam kerja. Di negeri tetangga yang super sibuk itu, jam sudah seperti bos galak. Telat satu menit saja naik MRT, bisa bikin keringat dingin, oleh karena itu, […]

  • 2-Rapat Konsultasi TP PKK

    TP. PKK Sumsel Evaluasi dan Integrasikan Program Kerja Antar Daerah

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.163
    • 0Komentar

    Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Provinsi Sumatera Selatan menggelar rapat konsultasi bersama seluruh ketua dan anggota TP. PKK Kabupaten/Kota se-Sumsel guna mengevaluasi dan mengintregrasikan program kerja antar daerah.

  • Cegah COVID-19, Legislator PKB  Adakan Bakti Sosial

    Cegah COVID-19, Legislator PKB  Adakan Bakti Sosial

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.933
    • 0Komentar

    LEGISLATOR DPRD Banyuasin Fraksi PKB, Emi Sumirta Bersama, SE. M.Si, beserta Kepala Polisi Sektor(Kapolsek)  Muara Padang, Camat Muara Padang, Kepala Puskesmas Daya Makmur dan MWC NU Muara Padang, serta siswa siswi SMK NU Muara Padang mengadakan Bakti Sosial berupa pembagian masker debnayak 200 Lembar, Vitamin C 300 Tablet, dan Telur Bebek Matang di Pasar Minggu […]

  • Katalog Lokal & Belanja Daring Sokong Realisasi P3DN, Data RUP Cadangkan belanja Pengadaan Barang/jasa Segini Nilainya…

    Katalog Lokal & Belanja Daring Sokong Realisasi P3DN, Data RUP Cadangkan belanja Pengadaan Barang/jasa Segini Nilainya…

    • calendar_month Jumat, 14 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 966
    • 0Komentar

    Peningkatan penyerapan PDN Kabupaten Musi Banyuasin saat ini berdasarkan data RUP telah mencadangkan belanja pengadaan barang/jasa sebesar 98,97 persen dari total belanja Pengadaan Barang/Jasa sebesar Rp958,4 Miliar.Hal itu dilakukan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk  terus mempercepat penayangan kataloh lokal dalam penerapan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) di Kabupaten Musi Banyuasin. Hal ini juga sejalan […]

  • Angka Pengangguran Menurun, Ini Menunjukkan Kebijakan Yang Diambil Sudah Baik

    Angka Pengangguran Menurun, Ini Menunjukkan Kebijakan Yang Diambil Sudah Baik

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 699
    • 0Komentar

    KEPALA Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menjelaskan bahwa performa dari APBN dalam konteks stabilitas fiskalnya dinilai sangat menggembirakan karena angka Pengangguran sudah menurun. “Per 31 Maret kuartal pertama, kondisi APBN kita sehat di mana pendapatan negara tumbuh sangat tinggi mencapai 32,1 persen,” kata Febrio dalam acara Tanya BKF, Jumat (13/05). Dalam kesempatan […]

expand_less
WordPress Archive Molla – eCommerce HTML5 Template Molla | Multi-Purpose WooCommerce Theme Molli – Creative Portfolio & Agency Theme Molongui Authorship Pro Molte Fashion and Food WooCommerce Theme Momen – Photography & Blog Elementor Template Kit Monali – Business Agency WordPress Theme Monalisa | Hotel & Resort WordPress Theme Monarch – Innovative WordPress Community Theme Moncler – Food Blog Elementor Template Kit