Zakat ASN Palembang, BAZNAS Incar Partisipasi 100 Persen
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 8 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Palembang masih menyimpan peluang besar.
Saat ini, partisipasi ASN dalam menyalurkan infak dan sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Palembang baru berkisar 60 hingga 70 persen.
Hal ini tentu menjadi perhatian BAZNAS, pasalnya Lembaga pengelola dana umat ini memasang target agar keterlibatan ASN bisa mencapai 100 persen, sehingga semakin banyak dana yang dapat dihimpun dan dimanfaatkan guna membantu masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS Palembang mencatat penghimpunan infak dan sedekah telah mencapai Rp12 miliar. Dari jumlah tersebut, hampir 95 persen sudah disalurkan kepada para mustahik atau masyarakat yang berhak menerima.
Dengan raihan itu potensi solidaritas sosial di lingkungan aparatur pemerintah sangat besar. Namun, tingkat partisipasi belum mencapai 100 persen memperlihatkan masih ada ruang untuk memperluas gerakan berbagi tersebut.
Ketua BAZNAS Kota Palembang Kgs. M. Ridwan Nawawi mengatakan, pihaknya akan memperluas keterlibatan ASN, termasuk menyasar kalangan guru agar menyalurkan infak dan sedekah melalui BAZNAS.
Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kearsipan, dan Dinas Perdagangan, juga menjadi perhatian untuk meningkatkan partisipasi.
Menurut Ridwan, upaya itu akan diperkuat melalui kerja sama resmi dengan Pemerintah Kota Palembang.
Dengan adanya kesepakatan bersama, penghimpunan dan penyaluran dana umat diharapkan memiliki koordinasi yang lebih baik.
“Target tahun ini kita akan mengajak guru-guru agar bisa menyalurkan infak sedekahnya melalui BAZNAS. Ini bentuk baru, selama ini sudah ada tapi belum tertulis. Sekarang kita formalkan agar penyaluran zakat, infak, dan sedekah ASN bisa lebih optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Dana Umat Harus Punya Dampak
Persoalan penghimpunan sebenarnya hanya satu bagian dari pengelolaan ZIS, yang lebih besar adalah memastikan dana tersebut mampu memberikan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.
Apalagi, hampir 95 persen dana yang telah disalurkan tentu menjadi capaian tersendiri. Namun, keberhasilan pengelolaan zakat tidak semestinya hanya diukur dari seberapa besar dana yang masuk dan seberapa cepat dana tersebut dibagikan.
Dampak setelah bantuan diterima juga perlu menjadi perhatian, misalnya, bantuan ekonomi diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Bantuan pendidikan diharapkan membuka kesempatan belajar yang lebih baik, sementara dukungan kesehatan dapat meringankan beban warga yang membutuhkan.
Dengan pendekatan seperti ini, dana ZIS tidak hanya berfungsi sebagai penyangga ketika masyarakat mengalami kesulitan, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat kemandirian ekonomi.
Hal itu sangat penting terutama pada ketepatan sasaran, transparansi, serta evaluasi program secara berkala. Terlebih masyarakat perlu mengetahui dana yang dihimpun benar-benar dikelola secara amanah dan memberikan manfaat.
Komitmen memperluas penghimpunan dan penyaluran ZIS diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Palembang dan BAZNAS Kota Palembang, Rabu (5/11/2026).
Kesepakatan ditandatangani langsung Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Ketua BAZNAS Kota Palembang Kgs. M. Ridwan Nawawi.
Ratu Dewa menilai potensi zakat di lingkungan ASN perlu dioptimalkan.
Menurutnya, dana umat dapat menjadi salah satu kekuatan untuk mendukung program pemerintah, terutama dalam pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pemberdayaan ekonomi umat, pertumbuhan ekonomi di Palembang cukup menjanjikan. Dengan kehadiran BAZNAS, khususnya di kalangan ASN, optimalisasi baik penghimpunan maupun distribusi harus lebih ditingkatkan. Kalau optimal, tentu akan membantu program pemerintah dan kemasyarakatan,” kata Ratu Dewa.
Kerja sama ini sekaligus memperkuat sinergi yang selama ini telah berjalan antara Pemkot Palembang dan BAZNAS.
Ke depan, target partisipasi 100 persen tentu bukan sekadar persoalan meningkatkan angka penghimpunan. Yang jauh lebih penting adalah membangun kepercayaan dan kesadaran bahwa dana umat memiliki peran strategis dalam membantu sesama.
Jika partisipasi semakin luas, pengelolaan semakin transparan, dan program semakin tepat sasaran, zakat, infak, dan sedekah berpeluang menjadi kekuatan sosial-ekonomi yang ikut membantu mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan warga Palembang. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
