Sungai Sekanak Sudah Ditata, Mengapa Pemkot Palembang Kembali Turun Tangan?
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 8 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Penataan sungai tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Kebersihan dan pemeliharaan aliran air juga membutuhkan keterlibatan masyarakat agar fungsi sungai tetap terjaga, terutama menjelang musim penghujan.
Hal inilah yang menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang saat menggelar aksi gotong royong membersihkan Sungai Sekanak di Kelurahan Lorok Pakjo, Rabu (4/11/2026).
Bersama Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Sumsel dan masyarakat setempat, kegiatan tersebut diarahkan untuk menjaga kebersihan aliran sungai sekaligus mengantisipasi potensi banjir saat intensitas hujan meningkat.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palembang, Isnaini Madani, mengatakan Sungai Sekanak memiliki posisi penting bagi Kota Palembang.
Selain menjadi salah satu anak Sungai Musi, kawasan ini juga berkaitan dengan aktivitas perekonomian masyarakat.
Menurut Isnaini, Sungai Sekanak sebelumnya telah mendapatkan penataan melalui bantuan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Penataan tersebut membuat kawasan di sepanjang aliran sungai menjadi lebih tertata sekaligus mendukung fungsi pengendalian banjir.
“Beberapa tahun yang lalu, Sungai Sekanak ini sudah ditata dengan bantuan dari Kementerian PU, sehingga kiri dan kanannya sudah sangat tertata. Selain itu, sungai ini juga memiliki fungsi dalam pengendalian banjir,” ujar Isnaini.
Namun, keberadaan infrastruktur yang sudah tertata tetap membutuhkan pemeliharaan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kegiatan gotong royong menjadi salah satu bentuk kolaborasi untuk menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi sungai.
Pemkot Palembang juga mengerahkan personel dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Sejumlah armada juga disiapkan untuk mendukung proses pembersihan.
Isnaini menerangkan keterlibatan Gerakan Pemuda Ansor Sumsel menjadi bagian penting dari upaya bersama menjaga kebersihan lingkungan.
“Aksi ini berkolaborasi langsung dengan Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Selatan. Tentunya kita berharap kegiatan seperti ini juga mendapat dukungan dari masyarakat sekitar,” katanya.
Kolaborasi pemerintah, organisasi kepemudaan, dan warga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan gotong royong sesaat. Sebab, menjaga kebersihan sungai merupakan pekerjaan berkelanjutan yang membutuhkan kesadaran bersama, terutama untuk mempertahankan fungsi sungai dalam mendukung aktivitas masyarakat dan mengurangi risiko banjir. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
