Sumpah Pemuda 2026, Ratu Dewa Tekankan 3 Hal Penting
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 18 menit yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Apa yang membuat sebuah kota benar-benar maju? Bukan semata gedung yang semakin tinggi atau teknologi yang kian canggih. Kualitas manusia, semangat juang, dan kepedulian terhadap sesama justru menjadi fondasi yang tak kalah penting.
Pesan itu menjadi salah satu sorotan dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Kota Palembang. Wali Kota Palembang Ratu Dewa membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dalam upacara yang berlangsung di lapangan belakang Sekretariat Pemerintah Kota Palembang, Rabu (28/10/2026).
Di tengah suasana pagi yang sejuk dengan langit sedikit mendung, upacara berlangsung khidmat. Namun, pesan yang disampaikan tidak sekadar mengajak peserta mengenang sejarah perjuangan pemuda Indonesia.
Ada tanggung jawab yang lebih besar, yakni bagaimana generasi muda mengambil peran dalam menentukan masa depan bangsa.
Ratu Dewa menegaskan, semangat Sumpah Pemuda tidak semestinya berhenti pada upacara tahunan. Nilai persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 perlu diteruskan melalui karya, gagasan, dan tindakan nyata. “Kita ingin membangun Indonesia yang maju,” ujarnya.
Menurutnya, kemajuan tidak dinilai dari pembangunan fisik maupun kecanggihan teknologi. Bangsa yang maju juga membutuhkan manusia yang memiliki karakter kuat, tidak mudah menyerah, serta mampu menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
Ada tiga hal penting yang menjadi penekanan dalam amanat tersebut: patriotisme, kegigihan, dan empati.
Bukan Hanya Cinta Tanah Air
Hal pertama yang ditekankan adalah patriotisme, generasi muda, mencintai Indonesia bukan hanya soal mengucapkan kata-kata tentang nasionalisme, melainkan menunjukkan kontribusi yang bisa dirasakan masyarakat.
Kecintaan terhadap tanah air dapat diwujudkan melalui kesungguhan belajar, bekerja dengan baik, menjaga persatuan, hingga ikut menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitar.
Nilai kedua adalah kegigihan. Tantangan dan kegagalan merupakan bagian dari perjalanan, sehingga generasi muda perlu memiliki daya juang untuk terus berkembang dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Sementara itu, hal ketiga adalah empati. Keberhasilan seseorang tidak seharusnya membuatnya abai terhadap keadaan orang lain. Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan juga menjadi bagian dari karakter yang perlu ditumbuhkan.
Ketiga nilai tersebut saling berkaitan. Patriotisme tanpa tindakan akan kehilangan makna, kegigihan tanpa prinsip dapat kehilangan arah, sedangkan keberhasilan tanpa kepedulian belum mencerminkan kemajuan yang sesungguhnya.
“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya serta kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Anak Muda Tak Cukup Jadi Penonton
Pesan tentang karakter generasi muda itu juga berkaitan dengan tantangan pembangunan Kota Palembang. Di tengah perubahan zaman, anak muda diharapkan tidak hanya mengikuti perkembangan, tetapi ikut menciptakan perubahan melalui kemampuan dan gagasan yang mereka miliki.
Pendidikan, kreativitas, inovasi, prestasi, dan kegiatan sosial dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk memberikan kontribusi. Peran tersebut tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kepedulian terhadap lingkungan dan kesediaan membantu masyarakat pun merupakan bentuk pengabdian.
Hal ini sejalan dengan visi Palembang Cerdas yang diusung Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang, Ratu Dewa dan Prima Salam, yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian penting pembangunan daerah.
Generasi muda dengan karakter kuat dan daya saing diharapkan mampu mengambil bagian dalam perkembangan kota, sekaligus menjaga nilai kebersamaan di tengah perubahan sosial dan teknologi.
Sebab, pembangunan bukan hanya perkara apa yang berhasil didirikan hari ini, tetapi juga manusia seperti apa yang akan melanjutkannya pada masa mendatang.
Sumpah Pemuda Harus Terlihat dalam Tindakan
Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum untuk kembali menegaskan bahwa masa depan bangsa tidak terbentuk dengan sendirinya. Masa depan itu ditentukan oleh pilihan dan tindakan yang dilakukan generasi saat ini.
Oleh karena itu, semangat persatuan perlu diterjemahkan menjadi kerja nyata. Anak muda diharapkan terus mengembangkan potensi diri, berani menghadapi tantangan, serta tidak kehilangan kepekaan terhadap persoalan sosial di sekitarnya.
Ratu Dewa pun mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membangun bangsa dengan semangat pengabdian, kegigihan, dan kemanusiaan.
“Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama,” pungkasnya. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
