Cegah Bullying dan Narkoba di SMKN 6, Kapolda Sumsel Perkuat Pendekatan Humanis ke Pelajar
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Membangun generasi muda tidak cukup hanya melalui pendidikan di ruang kelas. Lingkungan yang aman, bebas perundungan, dan jauh dari penyalahgunaan narkoba juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter serta masa depan pelajar.
Pesan tersebut menjadi fokus Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., saat menggelar program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik) di SMK Negeri 6 Palembang, Senin (26/10/2026).
Melalui kegiatan edukasi dan dialog interaktif bersama siswa serta tenaga pendidik, Polda Sumsel mendorong sekolah menjadi ruang yang tidak hanya mendukung prestasi akademik dan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan kedisiplinan, kepedulian, serta keberanian menolak perilaku negatif.
Bagi Kapolda Sumsel, kehadiran Polri di lingkungan pendidikan tidak sebatas menjalankan fungsi keamanan. Komunikasi langsung dengan pelajar juga menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran hukum dan membangun karakter generasi muda.
“Institusi Polri tidak dapat berdiri sendiri tanpa sinergi dari seluruh elemen masyarakat. Tagline Polisi Bersama Masyarakat kami wujudkan nyata hari ini dengan mendampingi adik-adik sekalian, memastikan kalian tumbuh dalam lingkungan yang aman, bebas dari intimidasi atau perundungan, dan bersih dari narkoba. Teruslah berprestasi dan saling menguatkan demi masa depan bangsa,” ujar Rony.
Pendekatan yang dilakukan melalui Polidik tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga membuka kesempatan bagi siswa untuk berdialog mengenai pergaulan remaja dan tantangan di era digital.
Para siswa dari berbagai program keahlian, yakni Perhotelan, Tata Busana, Kuliner, Tata Kecantikan Kulit dan Rambut, serta Desain Komunikasi Visual, turut menyampaikan pandangan dalam diskusi tersebut.
Interaksi ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya menjaga diri, membangun pertemanan yang sehat, menghormati sesama, dan menolak tindakan yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Pencegahan perundungan dan penyalahgunaan narkoba pun ditekankan sebagai tanggung jawab bersama. Kesadaran pelajar perlu dibangun sejak dini agar lingkungan sekolah tetap kondusif bagi proses belajar, pengembangan keterampilan, dan pembentukan kepribadian.
Kepala SMKN 6 Palembang, Seriyani, S.Pd., mengapresiasi kehadiran Kapolda Sumsel beserta jajaran. Ia menilai interaksi langsung tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap pembinaan karakter dan keselamatan siswa.
“Kami merasa sangat bangga dan terhormat atas kehadiran Bapak Kapolda beserta jajaran. Semangat Polisi Bersama Masyarakat begitu terasa karena anak didik kami didorong secara langsung untuk menjaga disiplin, menjauhi narkoba, dan menolak aksi perundungan demi meraih cita-cita kejuruan mereka,” ungkap Seriyani.
Perlindungan pelajar perlu keterlibatan bersama
Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman membutuhkan keterlibatan lebih luas, mulai dari sekolah dan keluarga hingga masyarakat serta kepolisian. Edukasi berkelanjutan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kesadaran terhadap bahaya narkoba, dampak perundungan, dan pentingnya menghargai orang lain.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan Polri yang mengedepankan kemitraan dan kepedulian terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Menjaga masa depan generasi bangsa adalah tanggung jawab kolektif. Dengan mengedepankan prinsip Polisi Bersama Masyarakat, Polda Sumsel siap menjadi mitra terdepan bagi sekolah dan orang tua untuk melindungi anak-anak kita dari berbagai potensi ancaman sosial,” kata Nandang.
Polda Sumsel berkomitmen memperkuat sinergi dengan institusi pendidikan dan berbagai elemen masyarakat melalui kegiatan pembinaan serta edukasi yang berkelanjutan.
Program Polidik di SMKN 6 Palembang menjadi bagian dari upaya tersebut, dengan menempatkan komunikasi dan pendekatan humanis sebagai sarana membangun kedekatan antara polisi dan pelajar.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama Kapolda Sumsel, jajaran Polda Sumsel, dewan guru, serta siswa SMKN 6 Palembang.
Melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, upaya menjaga masa depan pelajar diharapkan tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi turut memperkuat kepedulian bersama dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, mendukung prestasi, dan membentuk generasi muda yang berkarakter. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
