Ekonomi Haji Rp4 Triliun, UMKM Sulsel Incar Cuan
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 32 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : haji.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Ekonomi Haji Rp4 Triliun, UMKM Sulsel Incar Cuan, potensi belanja jemaah ini menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar dan ikut menikmati perputaran uang dari penyelenggaraan ibadah haji.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyebut, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), belanja jemaah haji Indonesia mencapai sekitar Rp4 triliun. Sulawesi Selatan diperkirakan menyumbang sekitar 25 persen dari total tersebut.
Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian UMKM Expo Sulsel 2026 di Gowa, 17 Oktober 2026. Irfan mendorong pelaku usaha daerah agar tidak sekadar menyaksikan besarnya pasar haji, tetapi mampu mengambil peluang melalui produk dan jasa yang dibutuhkan jemaah.
“UMKM harus kita dorong agar bisa naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas. Potensi ekonomi haji ini perlu dimanfaatkan sehingga pelaku usaha daerah tidak hanya menjadi penonton,” demikian pesan Menhaj melansir di laman resmi haji.
Peluang tersebut terbuka melalui beragam kebutuhan jemaah, mulai dari produk konsumsi hingga barang dan jasa penunjang perjalanan ibadah. Namun, UMKM perlu menyiapkan kualitas produk, kapasitas produksi, dan ketersediaan pasokan agar mampu bersaing.
Pemerintah juga paparnya, berupaya menjaga keterjangkauan biaya haji. Irfan menyampaikan bahwa penurunan biaya haji tahun ini didukung kebijakan subsidi pemerintah atas dukungan Presiden Prabowo Subianto.
“Tahun ini biaya haji turun, dan untuk pertama kalinya pemerintah memberikan subsidi kepada jemaah sebesar Rp3,4 juta,” ujarnya.
UMKM Expo Sulsel 2026 turut diisi pemberian hadiah perjalanan umrah kepada dua guru ngaji serta sepeda dan uang tunai bagi pelajar terpilih di Sulawesi Selatan.
Besarnya belanja jemaah akan menjadi peluang nyata bagi UMKM apabila pelaku usaha daerah mampu memenuhi kebutuhan pasar dan memperoleh akses ke rantai pasok haji dan umrah. Dengan begitu, perputaran ekonomi haji berpotensi memberi manfaat lebih luas bagi perekonomian daerah. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
