Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Anak Menggunakan AI, Ini Risiko yang Mengintai

Anak Menggunakan AI, Ini Risiko yang Mengintai

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 27 menit yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Anak menggunakan AI tanpa pendampingan orang tua berisiko mengalami ketergantungan teknologi yang dapat mengikis kemampuan berpikir kritis dan kemandirian.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengingatkan pentingnya pengawasan keluarga agar kecerdasan buatan tidak mengambil alih proses berpikir anak di tengah pesatnya perkembangan dunia digital.

Nezar menyampaikan peringatan tersebut saat peluncuran Kelas Pengasuhan Digital di Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, kemudahan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan anak untuk berpikir mandiri, menilai informasi, dan mengambil keputusan tanpa selalu mengandalkan jawaban dari mesin.

“Jangan sampai anak kita menjadi tergantung dengan artificial intelligence sehingga mereka kehilangan kepribadiannya sendiri, mereka kehilangan kemampuan berpikir kritis. Ini yang saya kira paling berisiko buat generasi kita ke depan,” ujar Nezar.

Menurutnya, sekitar 70 juta anak Indonesia akan tumbuh di tengah ekosistem digital yang semakin kompleks.

Masalah ini tentu ungkapnya membuat orang tua perlu lebih aktif mendampingi anak, bukan hanya membatasi waktu penggunaan gawai, tetapi juga mengajarkan cara memanfaatkan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.

Risiko yang perlu diwaspadai, papar Nezar, yaitu meliputi interaksi dengan orang asing, paparan konten yang tidak sesuai usia, ancaman terhadap data pribadi, hingga kecanduan digital. Karena itu, komunikasi terbuka antara orang tua dan anak menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan digital yang sehat.

Oleh sebab itu, Pemerintah tambahnya, mendorong kolaborasi dengan platform digital dan keluarga untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.

Nezar menegaskan, perlindungan anak di dunia digital membutuhkan keterlibatan semua pihak agar teknologi tidak menjadi ancaman bagi tumbuh kembang generasi muda.

“Kita punya tanggung jawab yang cukup besar bagaimana menjamin ruang yang aman dan sehat buat anak-anak kita itu. Itu sebabnya pemerintah membuat PP TUNAS dalam rangka membangun ruang aman dan sehat bagi anak di dalam ekosistem digital. Melindungi anak kita adalah melindungi peradaban,” urainya.

WhatsApp Perkenalkan Fitur Parental Control

Sejalan dengan upaya tersebut, WhatsApp memperkenalkan fitur Parental Control untuk membantu orang tua mendampingi aktivitas digital anak remaja.

Fitur ini memungkinkan orang tua melihat informasi mengenai grup dan kanal yang terhubung dengan akun anak, mengatur sejumlah pilihan terkait konten yang dapat dilihat dan dibagikan, serta menerima notifikasi atas perubahan tertentu pada akun.

Wakil Presiden Business Operations and External Affairs WhatsApp Victoria Grant menjelaskan fitur tersebut dirancang untuk mendukung keselamatan anak tanpa mengharuskan orang tua membaca percakapan pribadinya.

Menurut Grant, pengaturan keamanan sebaiknya dilakukan bersama anak agar mereka memahami tujuan pengawasan dan tidak merasa kehilangan kepercayaan dari orang tua.

“Dengan begitu, tidak ada pengaturan yang tiba-tiba muncul dan mengejutkan anak Anda. Anda dapat membuka dan mengatur fitur-fitur tersebut bersama-sama,” ungkap Grant.

Kelas Pengasuhan Digital juga mengenalkan buku saku, video, dan permainan edukatif untuk membantu orang tua mempelajari fitur Parental Control bersama anak. Setelah digelar di Jakarta, pelatihan direncanakan berlanjut ke Padang dan Cirebon.

Program ini merupakan kolaborasi WhatsApp dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, ICT Watch, serta Keluarga Kita untuk memperluas literasi pengasuhan digital di Indonesia.

Nezar berharap orang tua dapat menanamkan kesadaran mengenai perlindungan data pribadi, etika berkomunikasi, serta penggunaan AI secara bijak dan kreatif.

Di tengah kemajuan teknologi, tantangan terbesar bukan hanya menjauhkan anak dari layar, melainkan memastikan mereka mampu menggunakan AI tanpa kehilangan daya kritis, kreativitas, dan kemandirian. Pendampingan orang tua menjadi kunci agar teknologi berfungsi sebagai alat bantu belajar, bukan pengganti kemampuan berpikir anak. (***) sumber : komdigi

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Astra Internasional UD Trucks Optimistis Bisnis Berkembang di Sumsel

    Astra Internasional UD Trucks Optimistis Bisnis Berkembang di Sumsel

    • calendar_month Kamis, 5 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 979
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Winarto Martono, COO Astra International UD Trucks Sales Operations optimistis bisnis Astra Internasional UD Trucks berkembang di Sumsel, terutama di Kota Palembang menyusul Palembang merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia dimana keberadaan transportasi darat tetap menjadi sebuah faktor penting. “Ini adalah alasan mengapa kami sangat yakin bahwa UD Trucks Quester CKE, […]

  • HUT Korpri, Pelayanan ASN Sangat Berdampak Bagi Kehidupan Bangsa

    HUT Korpri, Pelayanan ASN Sangat Berdampak Bagi Kehidupan Bangsa

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 951
    • 0Komentar

    EKSPEKTASI masyarakat terhadap pelayanan publik yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) semakin meningkat. Oleh karena itu, kualitas diri dari setiap pegawai pemerintahan itu senantiasa harus dilakukan peningkatan dari waktu ke waktu. “Pengabdian yang diberikan setiap anggota korpri kepada bangsa dan negara tidaklah boleh berhenti. Ekspektasi masyarakat semakin tinggi, maka kualitas pegawai juga harus semakin […]

  • Agus DW Martowardojo

    Ribut-ribut Soal Bank Ambil Untung Biaya Top Up E- Money, Begini Kata Gubernur BI

    • calendar_month Rabu, 20 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.145
    • 0Komentar

    Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo Bank Indonesia (BI) menegaskankan tetap akan memberlakukan biaya isi ulang atau top up uang elektronik (e-money), baik untuk transaksi sesama bank (on us) maupun antarbank (off us).

  • 2020, WhatsApp Umumkan Tak Lagi Beri Dukungan untuk Sistem Operasi iOS 8 &Andrroid 2.3.7

    2020, WhatsApp Umumkan Tak Lagi Beri Dukungan untuk Sistem Operasi iOS 8 &Andrroid 2.3.7

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 860
    • 0Komentar

    WHATSApp, aplikasi perpesanan instan milik Facebook, mengumumkan tidak akan lagi memberikan dukungan untuk sistem operasi (operating system/OS) iOS 8 dan Andrroid 2.3.7 (Gingerbread) serta yang lebih lama mulai Februari 2020. Artinya, WhatsApp tidak akan bisa digunakan lagi pada semua platform tersebut. Pengguna iPhone dengan sistem operasi iOS 8 dan versi yang lebih lama pun dipastikan […]

  • Siap-siap..Ada Regsosek, Warga Sumsel Diminta Beri Data yang Benar

    Siap-siap..Ada Regsosek, Warga Sumsel Diminta Beri Data yang Benar

    • calendar_month Senin, 12 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.485
    • 0Komentar

    Gubernur Sumsel H Herman Deru mengajak para Bupati/Walikota untuk mengawal Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel agar berjalan sukses. Hal ini menurutnya sebagai momentum Emas dalam menurunkan kemiskinan di Sumsel menjadi 1 digit. “Kita harus bangga Sumatera Selatan, Provinsi pertama di Indonesia yang mengadakan Rakor,   Ini bukti komitmen   kuat […]

  • Malam Tahun Baru, 2.000 Kembang Api Siap Terangi Langit Palembang

    Malam Tahun Baru, 2.000 Kembang Api Siap Terangi Langit Palembang

    • calendar_month Sabtu, 29 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.492
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – PT Jakabaring Sport City (JSC) akan mengadakan pertunjukan kembang api pada saat pergantian tahun 2018 ke 2019. JSC sudah menyiapkan sebanyak 2.000 kembang api berwarna warni yang siap diluncurkan di langit Palembang. Pertunjukan kembang api tersebut akan dirayakan tepat pukul 24.00 WIB sebagai puncak pergantian tahun,guna menghibur masyarakat Palembang. “Silahkan bagi masyarakat […]

expand_less
WordPress Archive WordPress Multilingual Media Add-On WordPress Multilingual Multisite WordPress Multilingual String Translation Addon WordPress Multilingual Translation Analytics Add-On WordPress Multilingual Translation Management Addon WordPress Multilingual WooCommerce Gateways Country Limiter Add-On WordPress Multilingual Yoast SEO Addon WordPress Multisite Content Copier/Updater WordPress MultiSite Taxonomy Sync WordPress NFT Creator