Kabut Asap Palembang Hari Jumat
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 20 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : one
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Kondisi udara di Palembang masih perlu mendapat perhatian pada Jumat (16/10/2026). Data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan konsentrasi partikel halus PM2.5 di dua titik pemantauan kota ini berada dalam kategori tidak sehat.
Berdasarkan data BMKG pukul 10.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi II mencapai 92,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Sementara itu, pemantauan di Talang Betutu mencatat angka lebih tinggi, yakni 94,8 µg/m³.
Kedua angka tersebut masuk kategori tidak sehat berdasarkan klasifikasi konsentrasi PM2.5 yang digunakan BMKG. Data ini menjadi pengingat bagi warga untuk memperhatikan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
Informasi lain terlihat dari pengamatan cuaca di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Pada Jumat pukul 11.30 WIB, BMKG mencatat kondisi cuaca berasap dengan suhu udara 32 derajat Celsius. Jarak pandang saat pengamatan tersebut mencapai 3,5 kilometer.
Dalam prakiraan per jam berikutnya, kondisi berasap masih tercantum dengan jarak pandang sekitar 2 kilometer. Data tersebut menggambarkan kondisi di kawasan bandara. Situasi di wilayah lain di Palembang dapat berbeda, sehingga angka jarak pandang itu tidak bisa langsung dianggap mewakili seluruh kota.
Meski demikian, masyarakat yang berkendara tetap perlu berhati-hati apabila mendapati pandangan terbatas. Mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Konsentrasi PM2.5 di Musi II dan Talang Betutu menjelaskan persoalan kualitas udara perlu terus dipantau. Partikel halus ini berukuran sangat kecil dan dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan ketika terhirup.
Paparan polusi udara dapat berdampak pada kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung.
Warga sebaiknya mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat kualitas udara tidak sehat. Jika harus beraktivitas di luar, respirator N95 atau KN95 yang terpasang rapat dapat membantu mengurangi paparan partikel halus.
Masyarakat juga disarankan menutup jendela ketika asap masuk ke dalam rumah dan mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan yang memburuk.
Kondisi udara dapat berubah dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, data pada pukul 10.00 WIB tidak otomatis menggambarkan konsentrasi PM2.5 pada sore atau malam hari.
Warga Palembang dapat memantau pembaruan melalui kanal resmi BMKG untuk mengetahui perkembangan kualitas udara dan kondisi cuaca terbaru.
Data yang tersedia pada Jumat ini terkonsentrasi PM2.5 di dua titik pemantauan berada dalam kategori tidak sehat, sementara pengamatan cuaca bandara mencatat kondisi berasap. Pembaruan berikutnya diperlukan untuk mengetahui apakah kualitas udara membaik atau justru memburuk. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
