Karhutla Picu Kabut Asap di Palembang, Menko Polkam Desak Penindakan!
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 30 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kominfo palembang
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Dudung Abdurachman, meminta penindakan tegas terhadap perusahaan maupun oknum masyarakat yang terbukti melakukan pembakaran lahan terkait kabut asap yang masih menyelimuti Kota Palembang.
Menurutnya kabut asap menjadi peringatan serius di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang belum mereda.
Dampak Karhutla ini tak lagi sebatas persoalan di lokasi kebakaran. Asap dari wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) turut dirasakan di Palembang. Kondisi tersebut terungkap saat Dudung meninjau posko dan lokasi Karhutla di Kecamatan Sematang Borang didampingi Wali Kota Palembang Ratu Dewa,Kamis (15/10).
Dudung mengaku merasakan langsung kabut asap yang masih cukup tebal pada pagi hari. Berdasarkan laporan Danrem 044/Garuda Dempo, kondisi itu berkaitan dengan kebakaran lahan di wilayah OKI, yang memiliki sejumlah titik panas dan membutuhkan penanganan serius.
Dudung tak ingin pelanggaran dibiarkan, oleh sebab itu, ia meminta Pangdam II/Sriwijaya dan Kapolda Sumsel untuk bertindak tegas terhadap perusahaan yang terbukti melanggar aturan terkait Karhutla.
Sejumlah perusahaan, katanya, telah disegel, penindakan, juga harus menyasar oknum masyarakat yang sengaja membakar lahan. Jika dibiarkan, api berpotensi meluas dan memperberat upaya pengendalian kebakaran.
Perwakilan BMKG turut hadir menyampaikan sejumlah wilayah Sumsel, terutama bagian tenggara yang didominasi lahan gambut, diperkirakan baru memasuki musim hujan pada November. Bahkan, beberapa titik diprakirakan baru diguyur hujan pada awal Desember.
Artinya, kondisi kering masih berpotensi bertahan ketika ancaman Karhutla belum sepenuhnya teratasi. Sumatera Selatan dan Lampung juga diperkirakan termasuk wilayah yang belakangan memasuki musim hujan di kawasan rawan kebakaran.
Dia menerangkan, penanganan tidak cukup hanya menunggu api muncul lalu melakukan pemadaman. Pengawasan titik panas, kesiapsiagaan petugas, pencegahan pembakaran lahan, serta penegakan hukum harus berjalan bersamaan.
Kehadiran Ratu Dewa bersama Menko Polkam dan jajaran terkait dalam peninjauan tersebut menjadi bagian dari koordinasi penanganan Karhutla.
Namun, pekerjaan besarnya masih menanti: menekan kebakaran selama cuaca kering berlangsung agar kabut asap tidak terus menjadi ancaman bagi masyarakat Palembang. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
