Kamis, 8 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Asap, Banpres Rp100 Miliar, dan Pertanyaan Kesiapan Sumsel

Asap, Banpres Rp100 Miliar, dan Pertanyaan Kesiapan Sumsel

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 21 menit yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Bayu Apriliawan

 

Penulis adalah penikmat dinamika sosial dan praktisi people development. Pernah menjadi pimpinan redaksi media daring di Sumatera Selatan serta Ketua BEM Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Saat ini aktif sebagai People Development & Training Center Manager di salah satu perusahaan swasta terkemuka di Kalimantan Barat.

 

PALEMBANG kembali sesak. Pada 7 Oktober 2026, pemantauan real-time IQAir menempatkan Palembang sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia dengan AQI sekitar 491, kategori berbahaya, bahkan titik pemantauan Musi 2 sempat menunjukkan angka lebih dari 800. Ini bukan sekadar langit kelabu yang mengganggu foto cityscape. Pada level seperti itu, yang dipertaruhkan adalah paru-paru warga, anak sekolah, lansia, pekerja luar ruang, dan siapa pun yang terpaksa tetap beraktivitas.

Yang membuat publik pantas kesal, pemerintah sebenarnya sudah diberi alarm. BMKG Sumatera Selatan pada 30 September 2026 sudah memperingatkan bahwa sebagian besar wilayah Sumsel akan mengalami curah hujan rendah pada awal Oktober dan secara eksplisit meminta kewaspadaan terhadap peningkatan hotspot di daerah rawan karhutla. 

Artinya, ini bukan bencana yang datang seperti maling tengah malam. Waktunya diketahui, wilayah rawannya diketahui, pola cuacanya dibaca, bahkan titik apinya bisa dilihat dari satelit. Kalau sesudah semua itu udara Palembang tetap masuk kategori berbahaya, pertanyaan rakyat sederhana, yang lambat itu apinya dipadamkan, atau keputusan pemerintahnya yang terlambat panas?

Situasi ini makin sulit dicerna, karena dukungan pusat sebenarnya sudah datang. Pada 16 September 2026, Sumatera Selatan menerima Bantuan Presiden senilai Rp100 miliar untuk penanganan karhutla,  Rp30 miliar untuk Pemprov Sumsel, Rp20 miliar masing-masing untuk OKI dan Musi Banyuasin, serta Rp15 miliar masing-masing untuk Ogan Ilir dan Banyuasin. Tentu uang negara tidak bisa dibelanjakan seperti membeli kopi di minimarket,  ada prosedur, pengadaan, dan pertanggungjawaban. 

Tetapi, publik juga bukan anak kecil yang cukup ditenangkan dengan kalimat “sedang berproses”. Dalam kondisi darurat, prosedur memang harus benar, tetapi kecepatan juga bagian dari kompetensi pemerintahan. Kalau banpres sudah turun pertengahan September lalu warga masih menghirup asap pekat pada awal Oktober, wajar kalau masyarakat bertanya, mana hasil percepatannya?

Tak heran perbandingan dengan era Alex Noerdin kembali muncul. Bukan karena masa lalu selalu lebih indah, tetapi karena Sumsel sebenarnya pernah menunjukkan bahwa setelah dihantam krisis, pemerintah bisa belajar dan memperketat kendali. 

Pemprov Sumsel sendiri pada 2018 mencatat  setelah tragedi besar 2015, karhutla pada 2016 dan 2017 berhasil ditekan hingga sekitar 95 persen. BNPB pada periode yang sama juga mencatat penurunan hotspot nasional yang sangat tajam dari 129.813 titik pada 2015 menjadi 10.174 titik hingga Agustus 2016, yang mereka kaitkan dengan pencegahan lebih kuat, pengerahan personel masif, dan pengawasan ketat pemerintah pusat dan daerah, meski cuaca yang lebih basah juga ikut membantu. 

Dan inilah ironi terbesarnya, Sumatera Selatan hari ini seharusnya jauh lebih pintar daripada Sumsel 2015. Teknologi pemantauan lebih maju, data cuaca lebih cepat, hotspot bisa dipantau harian, struktur satgas sudah ada, pengalaman pahit juga bukan barang baru.

Tetapi kalau sebelas tahun kemudian kita masih mengulang adegan yang sama—kabut turun, kualitas udara jatuh, sekolah terganggu, pejabat rapat, helikopter dikerahkan, masyarakat menjerit—berarti ada sesuatu yang tidak tumbuh secepat teknologinya. Kita punya lebih banyak data, tetapi seolah masih kekurangan insting untuk bertindak sebelum krisis membesar. Dashboard makin canggih, respons jangan-jangan masih manual.

Pemprov tentu bisa menjawab bahwa operasi sudah dilakukan, personel sudah turun, koordinasi berjalan, anggaran tersedia, dan pemadaman terus berlangsung. Semua itu mungkin benar. Tetapi rakyat tidak mengukur keberhasilan penanganan karhutla dari jumlah rapat koordinasi atau berapa pejabat yang turun meninjau titik api. Ukurannya jauh lebih sederhana, apakah udara yang mereka hirup aman? 

Oleh karena itu, kalau hari ini muncul kerinduan pada masa kepemimpinan sebelumnya, Pemprov sebaiknya tidak buru-buru menganggapnya romantisme politik. Kadang nostalgia muncul karena publik sedang mencari pembanding terhadap standar kepemimpinan yang mereka rasakan sekarang. Herman Deru tidak perlu menjadi Alex Noerdin. Ia hanya perlu membuktikan bahwa Sumsel 2026 lebih siap daripada Sumsel sebelas tahun lalu. (***) 

 

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan opini pribadi penulis. Pandangan, argumentasi, serta isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Publikasi artikel ini merupakan bagian dari komitmen redaksi dalam menyediakan ruang bagi beragam pandangan dan diskusi publik. Isi artikel tidak selalu mencerminkan sikap atau pandangan redaksi.
  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siap Sukseskan Pesta Demokrasi 2024,981 PPS di OKI Resmi Dilantik

    Siap Sukseskan Pesta Demokrasi 2024,981 PPS di OKI Resmi Dilantik

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 639
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKI- Sebanyak 981 Orang Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat Kelurahan/Desa se Kabupaten Ogan Komering Ilir, Selasa (24/1/23) resmi dilantik. Pelantikan tersebut dilaksanakan dengan metode hybrid secara daring dan luring, di Gedung Kesenian Kayuagung dan 2 Kecamatan secara Daring yaitu kecamatan Tulung Selapan & Sungai Menang. Bupati Ogan Komering Ilir H. Iskandar, SE melalui Staf […]

  • Ada 25 Peserta Ikut FIFA Technical Leadership Diploma di Brasil, Salah Satunya Direktur Teknik PSSI

    Ada 25 Peserta Ikut FIFA Technical Leadership Diploma di Brasil, Salah Satunya Direktur Teknik PSSI

    • calendar_month Minggu, 21 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 6.170
    • 0Komentar

    25 Peserta Ikut FIFA Technical Leadership Diploma di Brasil, Salah Satunya Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri terpilih sebagai salah satu dari 25 peserta FIFA Technical Leadership Diploma yang baru diluncurkan di Brasil minggu ini. Indra bergabung dengan direktur teknik terpilih lainnya dari asosiasi anggota dan konfederasi dari seluruh dunia di Kompleks Pelatihan Federasi Sepak Bola Brasil […]

  • Inisiasi HIPMI dan PMI, Ribuan Pendonor Ikut Donor Cinta Sriwijaya

    Inisiasi HIPMI dan PMI, Ribuan Pendonor Ikut Donor Cinta Sriwijaya

    • calendar_month Senin, 14 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 750
    • 0Komentar

    DENGAN menerapkan protokol kesehatan yang ketat, kegiatan Donor Cinta Sriwijaya yang diinisiasi PMI Sumsel-Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Palembang secara resmi mulai dilaksanakan di RS Siti Fatimah Az-Zahra, Senin (14/2). Kegiatan yang diikuti sebanyak 5000 pendonor se Sumsel ini diprediksi bakal memecahkan rekor MURI “Yang daftar ada 5000 pendonor dan ini akan memecahkan rekor MURI. […]

  • Sebatang rokok teman perlipur lara di malam hari…

    Sebatang rokok teman perlipur lara di malam hari…

    • calendar_month Kamis, 29 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.742
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Rabu malam yang sunyi pekan ini, jarum jam menunjuk angka 22.30 WIB, ku duduk sendiri di kursi teras rumah, ke dua mata ku menyorot ke arah rumput-rumput yang diterangi lampu jalan.Sekali-kali kendaraan roda dua, empat dan orang melintas di jalan depan rumah -Ku.Malam itu semakin sunyi ketika sebagian tetangga rumah mematikan lampu ruang tamunya. […]

  • Pelindo III- Pushidrosal Teken MoU Keselamatan Pelayaran

    Pelindo III- Pushidrosal Teken MoU Keselamatan Pelayaran

    • calendar_month Kamis, 20 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.035
    • 0Komentar

    BUMN kepelabuhanan Pelindo III terus berkomitmen untuk mendukung keselamatan pelayaran dan meningkatkan layanan lalu lintas kapal di pelabuhan, aksi ini tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilakukan antara Pelindo III dengan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) di Jakarta, pada Rabu (19/05).   Perjanjian kerja sama ini dilakukan langsung oleh Direktur Utama Pelindo III, […]

  • Semoga Bisa Jadi Renungan, Selamat Tahun Baru Islam 1445 H & Berikut Puisinya

    Semoga Bisa Jadi Renungan, Selamat Tahun Baru Islam 1445 H & Berikut Puisinya

    • calendar_month Selasa, 18 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.675
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Besok kita sudah berada di Tahun baru Islam, 1445 H, dan meninggalkan 1444 H, banyak rintangan yang telah kita lewati, ada duka, ada cinta, ada canda, dan lainnya, semoga di 1444 H menjadi pelajaran untuk menatap esok di 1445 H, semoga di Tahun Baru Islam  1445 H besok  memberikan berbagai hikmah yang berharga […]

expand_less
WordPress Archive Eletra – Marketplace Electronics Store ELEVATION – Charity/Nonprofit/Fundraising WP Theme Eleven – Music Concert Event WordPress Theme Eliah – Beauty Salon & Cosmetic Elementor Template Kit Elime – Multipurpose Cosmetics & Fashion WordPress Theme Elira – Adventure Travel & Tourism Elementor Template Kit Elision – Retina Multi-Purpose WordPress Theme Elite Quiz – Trivia Quiz | Quiz Game – Flutter Full App + Admin Panel Elite Quiz – Trivia Quiz | Quiz Game – Web Version Elite Video Player