Langit Palembang Belum Aman, BMKG Ungkap Kapan Hujan Turun
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 19 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Langit Palembang belum aman dari asap pada Rabu (30/9/2026). Kabut asap masih terlihat di sejumlah kawasan, sementara hujan yang ditunggu warga belum turun merata.
Hujan diharapkan bukan hanya membersihkan udara, tetapi juga membantu membasahi kembali lahan yang masih kering akibat panjangnya periode kemarau.
Di tengah kondisi tersebut, dampak kesehatan ikut menjadi perhatian. Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mencatat 29.969 kasus ISPA sepanjang 30 Agustus-19 September 2026.
Rinciannya, 9.823 kasus pada pekan pertama, naik menjadi 10.126 kasus pada 6- 12 September, lalu 10.020 kasus pada 13-19 September.
PM2.5 Tinggi, Udara Belum Pulih
Kabut asap bukan hanya mengganggu jarak pandang. Ada partikel halus seperti PM2.5 yang dapat masuk jauh ke saluran pernapasan.
Pemantauan Stasiun Talang Betutu pada 29 September mencatat PM2.5 mencapai 246,8- 383,3 mikrogram per meter kubik pada pukul 03.00 -07.00 WIB.
Kondisinya berubah sepanjang hari, sehingga langit yang terlihat lebih terang tidak otomatis berarti kualitas udara sudah kembali baik.
Kenapa Asap Masih Ada?
BMKG Sumatera Selatan menjelaskan kondisi kering masih dipengaruhi rendahnya curah hujan dan tingginya penguapan. Kelembapan tanah serta vegetasi pun menurun.
Kondisi tersebut membuat lahan lebih mudah terbakar. Selama karhutla masih terjadi, asap berpotensi kembali menyebar hingga ke kawasan perkotaan.
Kapan Hujan Palembang Turun?
BMKG masih membuka peluang hujan lokal pada akhir September hingga awal Oktober. Namun, hujan tersebut belum berarti Sumsel langsung memasuki musim hujan.
Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan diprakirakan sekitar November 2026.
Artinya, hujan dalam waktu dekat memang mungkin terjadi, tetapi belum tentu langsung mengakhiri persoalan asap. Dibutuhkan hujan yang lebih merata untuk membantu memulihkan kondisi lahan yang kering.
Yang Bisa Dilakukan Warga
Sambil menunggu hujan, masyarakat dapat mengurangi paparan asap dengan:
- Mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat.
- Menggunakan masker ketika harus keluar.
- Menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan.
- Menutup pintu dan jendela ketika asap dari luar sangat tebal.
- Memberi perhatian lebih kepada anak-anak dan lansia.
- Tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan.
Jika muncul batuk, sesak napas, iritasi mata atau keluhan pernapasan lain, kurangi paparan asap dan cari pertolongan medis bila keluhan menetap atau memburuk.
Hujan memang mulai punya peluang turun pada Oktober. Namun sampai datang lebih merata, warga Palembang tetap perlu waspada terhadap paparan asap.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
