Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sumsel » Sudah Hujan, Hotspot Sumsel Malah Melonjak Jadi 285 Titik

Sudah Hujan, Hotspot Sumsel Malah Melonjak Jadi 285 Titik

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 36 menit yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Hujan mulai turun di sejumlah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel)  pada Minggu (20/9/2026). Namun, kondisi itu belum membuat ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mereda.

Data terbaru justru menerangkan jumlah titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Sumsel melonjak menjadi 285 titik.

Angka itu naik tajam dibandingkan sehari sebelumnya yang masih berada di angka 112 titik. Artinya, dalam satu hari terjadi tambahan 173 hotspot.

Kenaikan di Sumsel menjadi perhatian karena terjadi ketika hotspot di sejumlah daerah lain justru bergerak turun. Di Kalimantan Tengah, misalnya, jumlah hotspot high confidence turun dari 1.035 menjadi 968 titik.

Secara nasional, Kementerian Kehutanan mencatat 1.532 hotspot high confidence hingga Minggu (20/9) pukul 23.59 WIB.

Jumlah itu meningkat 209 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 1.323 titik. Data tersebut berasal dari pemantauan satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 melalui sistem SiPongi.

Hujan memang turun, tapi tidak merata

Fenomena ini menjadi penting karena Sumsel sebenarnya mulai mendapat guyuran hujan. BMKG Sumsel pada Minggu melaporkan hujan ringan telah terjadi di sejumlah wilayah. Potensi hujan juga masih muncul di beberapa daerah, termasuk OKU Selatan, OKU Timur, Musi Rawas Utara, Empat Lawang, Lahat, Pagaralam, Muara Enim, OKI dan Banyuasin. Bahkan kemarin di sebagian Kota Palembang mengalami hujan pada siang.

Pada malam hari, hujan sedang bahkan berpotensi terjadi di OKI dan Banyuasin, sementara beberapa daerah lainnya berpeluang mengalami hujan ringan. Kondisi tersebut juga dimanfaatkan dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mempercepat turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan.

Tetapi hujan tersebut belum terjadi secara merata di seluruh Sumsel. Data Stasiun Klimatologi Sumsel menyebutkan sejumlah wilayah memang sudah mengalami hujan hingga pembaruan data 20 September. Namun, Palembang, Prabumulih, sebagian besar OKI, Banyuasin, Ogan Ilir dan sejumlah wilayah lainnya masih masuk kategori Hari Tanpa Hujan sangat panjang, yakni 31-60 hari.

Bahkan beberapa wilayah masih berada dalam kategori kekeringan ekstrem, karena mengalami lebih dari 60 hari tanpa hujan. HTH terpanjang mencapai 87 hari, tercatat di Babat Supat, Musi Banyuasin, dan Tanjung Batu, Ogan Ilir. Hujan yang turun di sebagian wilayah belum serta-merta mengubah kondisi lahan di seluruh Sumsel.

Bagian tengah dan timur masih perlu waspada

BMKG memprakirakan sebagian besar Sumsel, terutama wilayah bagian tengah hingga timur, masih berpeluang mengalami curah hujan rendah pada dasarian III September.

Peluang terjadinya curah hujan rendah 0-50 milimeter berada di atas 70 persen untuk sebagian besar wilayah tersebut. BMKG juga memperingatkan penurunan curah hujan dapat mendorong peningkatan hotspot di daerah yang memang rawan karhutla.

Kondisi atmosfer juga masih mendukung cuaca kering. Dalam laporan BMKG, fenomena El Nino terpantau berada pada intensitas sangat kuat dan wilayah Indonesia secara umum diprediksi berada dalam kondisi kering.

Sehingga hujan turun di beberapa daerah lebih tepat dilihat sebagai kondisi yang belum merata, bukan tanda ancaman karhutla di Sumsel sudah berakhir.

Pemerintah tetap kerahkan operasi

Di tengah kenaikan hotspot, penanganan karhutla terus dilakukan melalui operasi darat dan udara. Kementerian Kehutanan menyebutkan pemerintah sejak Agustus telah mengerahkan 64 pesawat dan helikopter serta 54.394 personel gabungan untuk penanganan karhutla di berbagai wilayah terdampak.

Operasi udara mencakup pemadaman menggunakan helikopter water bombing, patroli udara, hingga dukungan terhadap Operasi Modifikasi Cuaca.

Sementara di darat, petugas melakukan pemadaman, patroli, groundcheck, penyekatan api, pembasahan dan pendinginan lahan.

Untuk Sumsel, pengelolaan tata air dan pembasahan kawasan gambut juga menjadi bagian penting dari upaya menekan risiko kebakaran selama kondisi kering masih berlangsung.

Kementerian Kehutanan mengingatkan angka hotspot tidak bisa langsung diterjemahkan sebagai jumlah kebakaran maupun luas lahan yang terbakar. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tetap membutuhkan verifikasi kondisi di lapangan.

Artinya, kenaikan menjadi 285 titik menjadi sinyal kewaspadaan, sementara kepastian mengenai kejadian dan luasan kebakaran tetap harus dilihat dari hasil pemeriksaan di lapangan.

Kondisi cuaca yang belum seragam membuat kewaspadaan tetap diperlukan. Warga di daerah rawan karhutla diminta tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun asap yang mengarah pada kebakaran. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kakanwil Kemenag Sumsel Serahkan Ribuan Blanko Ijazah, Mulai RA Hingga MA

    Kakanwil Kemenag Sumsel Serahkan Ribuan Blanko Ijazah, Mulai RA Hingga MA

    • calendar_month Kamis, 1 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 869
    • 0Komentar

    KANTOR Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumsel menggelar kegiatan pendistribusian blanko ijazah siswa madrasah serta Sosialisasi Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 15 Tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Shalat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di Aula Kanwil Kemenag Sumsel, Rabu (30/6). Kegiatan ini dibuka Kakanwil […]

  • Karhutla 2026: Ritual Tahunan yang Belum Kita Taklukkan

    Karhutla 2026: Ritual Tahunan yang Belum Kita Taklukkan

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 77
    • 0Komentar

      SETIAP tahun, Indonesia seperti mengulang adegan lama, langit memerah, udara menebal, dan rapat koordinasi kembali digelar. Tahun 2026 pun membuka bab yang serupa, bahkan dengan nada yang lebih mengkhawatirkan. Data yang disampaikan Hanif Faisol Nurofiq dalam Rakor Pengendalian Karhutla di Jakarta baru-baru menunjukkan lonjakan tajam, sekitar 700 titik panas hingga April, jauh di atas […]

  • Aplikasi ‘Wong Kito’, Yuk ! Belanja Sembako Online di PasarDHD

    Aplikasi ‘Wong Kito’, Yuk ! Belanja Sembako Online di PasarDHD

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.509
    • 0Komentar

    KOTA Palembang kini memiliki aplikasi belanja sembako online, bernama PasarDHD. Belanja berbasis aplikasi ini merupakan karya pengusaha muda wong Kito. Ide lahirnya belanja sembako online ini berawal dari keinginan untuk mensejahterakan petani dan pedagang kecil di pasar. Dimana para petani sering kali merasa dirugikan dengan permainan  harga. Selain itu keinginan untuk membantu ibu rumah tangga […]

  • DJP & Pemkot Palembang, Ketika Urusan Pajak Butuh ‘Koneksi Lancar’ Biar Nggak Lemot

    DJP & Pemkot Palembang, Ketika Urusan Pajak Butuh ‘Koneksi Lancar’ Biar Nggak Lemot

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.163
    • 0Komentar

    SEANDAINYA urusan pajak itu bisa ngomong, mungkin dia udah ngeluh sambil ngelap keringat “Aku ini bukan mantan, tapi kok ditagih terus kapan setor?”, tapi tenang, sekarang Pemerintah Kota Palembang dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akhirnya sepakat buat nyamain frekuensi, bukan frekuensi radio, tapi frekuensi kerja sama biar urusan pajak nggak lagi ngadat kayak printer kehabisan […]

  • Urbanisasi Meningkat, Tantangan Nyata Bagi Kota Palembang

    Urbanisasi Meningkat, Tantangan Nyata Bagi Kota Palembang

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.553
    • 0Komentar

    SEBAGAI salah satu kota besar di Indonesia, Palembang terus mengalami peningkatan populasi yang signifikan akibat urbanisasi. Fenomena ini membawa berbagai peluang dan tantangan yang perlu segera diatasi oleh pemerintah kota dan masyarakat. Secara definisi urbanisasi adalah proses perpindahan penduduk dari daerah pedesaan ke kota-kota besar, yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti peningkatan kesempatan kerja, pendidikan, […]

  • Tundukan Elmas, SSB Arepo Juara Turnamen Surya Cup 

    Tundukan Elmas, SSB Arepo Juara Turnamen Surya Cup 

    • calendar_month Sabtu, 13 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.499
    • 0Komentar

    Sekolah Sepakbola (SSB) Arepo berhasil meraih juara di turnamen Surya Cup U11 di Lapangan Sepakbola Putra Sunda Komplek Yuka Palembang, Sabtu (13/2/2021). Skuad Arepo yang diperkuat Jefri, Dewa, Dika, Rasya, Zidan, Zahir dan Umay berhasil menaklukan jawara Liga Arena tahun lalu SSB Elmas dengan skor 2-0. Dua gol olahraga Dewa menandai kemenangan di final dengan […]

expand_less
WordPress Archive Gravity Forms Disable Entry Creation Gravity Forms Discord Integration Gravity Forms Dropbox Addon Gravity Forms Emma Addon Gravity Forms Encrypted Fields Gravity Forms Freshbooks Addon Gravity Forms GetResponse Addon Gravity Forms Help Scout Addon Gravity Forms Highrise Addon Gravity Forms HipChat Addon