GSMP 2026, Asanya Ubah Pola Warga Plaju dari Pembeli Jadi Penghasil
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 9 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) 2026 asanya merubah pola warga Plaju Palembang dari pembeli pangan menjadi produksi pangan dengan memanfaatkan lahan di rumah untuk menanam tanaman sendiri.
Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan H. Edward Candra saat menyerahkan bantuan GSMP 2026 kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Barokah, Kecamatan Plaju, Kota Palembang, Minggu (20/9/2026).
Bantuan diberikan berupa bibit ikan, pakan ikan, serta berbagai bibit sayuran. Namun, bagi pemerintah, bantuan tersebut bukan tujuan akhir. Bibit yang diterima diharapkan berkembang menjadi sumber pangan yang bisa dimanfaatkan anggota kelompok dan keluarganya secara berkelanjutan.
Edward Candra mendorong warga mulai melihat halaman rumah dengan cara berbeda. Lahan yang selama ini mungkin hanya menjadi ruang kosong bisa dimanfaatkan untuk menanam cabai, terong, sayuran lainnya, hingga memelihara ikan lele.
“Pola pikir kita harus diubah, dari pembeli menjadi penghasil. Kita bisa mulai dari hal-hal sederhana, seperti menanam cabai, terong, dan sayuran lainnya, serta memelihara ikan lele untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Edward.
Menurut dia, kemandirian pangan tidak selalu membutuhkan lahan luas. Langkah kecil dari rumah justru dapat membantu keluarga memenuhi sebagian kebutuhan pangan tanpa sepenuhnya bergantung pada pasokan yang tersedia di pasar.
GSMP 2026 diarahkan bukan hanya sebagai program pemberian bantuan, tetapi sebagai upaya membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat.
Apa yang ditanam dan dipelihara di rumah diharapkan tidak berhenti pada konsumsi sesaat. Jika dikelola secara konsisten, hasilnya dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang.
KWT Barokah menjadi salah satu kelompok yang didorong untuk menjaga keberlanjutan kegiatan tersebut. Konsistensi kelompok dalam menjalankan kegiatan GSMP mendapat apresiasi dari Sekda Sumsel.
Edward berharap kegiatan yang sudah berjalan di KWT Barokah tidak pada kelompok itu saja. Pengalaman itu juga diharapkan dapat berkembang dan menjadi contoh bagi masyarakat lain yang ingin memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Dukungan terhadap GSMP juga datang dari PT Pertamina melalui bantuan yang disalurkan untuk memperkuat pelaksanaan program tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina yang telah memberikan bantuan untuk mendukung program pemerintah, khususnya Gerakan Sumsel Mandiri Pangan,” kata Edward.
Dengan bantuan bibit ikan dan sayuran tersebut, pekerjaan berikutnya berada di tangan penerima. Bibit perlu dipelihara, lahan perlu dikelola, dan hasilnya perlu dikembangkan.
Sebab, inti GSMP 2026 bukan hanya menerima bantuan hari ini. Lebih jauh, program tersebut ingin mendorong masyarakat mulai menghasilkan sebagian pangan yang mereka konsumsi sendiri. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
