Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sumsel » 40 Persen Warga Sumsel Eks-Transmigran, Ada Masalah Aset yang Belum Beres

40 Persen Warga Sumsel Eks-Transmigran, Ada Masalah Aset yang Belum Beres

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • visibility 50
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Transmigrasi ternyata punya jejak yang sangat besar dalam perjalanan Sumatera Selatan. Dari sekitar 9 juta penduduk Sumsel, sebanyak 38 hingga 40 persen disebut merupakan eks-transmigran.

Angka itu disampaikan Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketransmigrasian di Auditorium Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Jumat (10/9/2026).

Menurutnya, masyarakat transmigran telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan Sumsel, terutama di sektor pertanian.

Kemampuan mereka, ungkapnya dalam mengolah sawah dan membangun sistem irigasi juga turut menjadi contoh bagi masyarakat lokal.

Kontribusi itu ikut mengantarkan Sumsel menjadi daerah yang diperhitungkan dalam sektor pangan. Sumsel saat ini berada di peringkat ketiga nasional sebagai produsen pangan.

“Saya lahir dan besar di kawasan transmigrasi, jadi sangat paham kehebatan sekaligus persoalan mereka,” ujar Herman Deru.

Namun, lanjutny, cerita keberhasilan ternyata masih menyisakan pekerjaan rumah.

Salah satu persoalan yang ikut dibawa ke pembahasan RUU Ketransmigrasian adalah terkait masalah aset dan infrastruktur peninggalan program transmigrasi.

Herman Deru meminta aset-aset tersebut diinventarisasi secara jelas. Ia menilai persoalan yang masih muncul di kawasan transmigrasi perlu mendapat tempat dalam regulasi baru sehingga tidak terus menjadi masalah di kemudian hari.

“Penempatan transmigrasi di wilayah perairan salah satunya menyisakan masalah infrastruktur. Ini poin penting yang saya minta, bahwa masalah-masalah yang ada dapat masuk dalam RUU agar ada regulasi konkret untuk mengatasinya,” tegasnya.

Transmigrasi Tak Lagi Cuma Soal Memindahkan Penduduk

Pembahasan RUU Ketransmigrasian kali ini juga ingin mengubah cara pemerintah melihat program transmigrasi.

Kepala Biro Hukum Kementerian Transmigrasi, Ruli Rahman, S.H., M.M., mengatakan keberhasilan transmigrasi ke depan tidak cukup hanya diukur dari jumlah penduduk yang dipindahkan.

Orientasinya akan bergeser pada bagaimana masyarakat di kawasan transmigrasi bisa memiliki sumber daya manusia yang unggul, meningkatkan daya saing, menghasilkan inovasi dan menciptakan nilai tambah bagi daerah.

“Keberhasilan transmigrasi ke depan tidak lagi diukur dari berapa banyak orang yang dipindahkan, tapi seberapa tinggi nilai tambah, daya saing, dan inovasi yang dihasilkan,” jelas Ruli.

Ia mengatakan pemerintah ingin masyarakat transmigran berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru di daerah.

“Kita ingin mencetak transmigran menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” katanya.

Sumsel dipilih menjadi lokasi FGD karena dinilai memiliki pengalaman panjang sekaligus sejumlah contoh keberhasilan kawasan transmigrasi.

Di Kabupaten Banyuasin, misalnya, terdapat kawasan terpadu pertanian padi. Sementara Kabupaten Empat Lawang dikenal memiliki sentra perkebunan kopi yang berkembang.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bahan dalam penyusunan aturan baru. Di satu sisi, keberhasilan transmigrasi perlu dipertahankan. Di sisi lain, persoalan yang masih tertinggal, terutama menyangkut aset dan infrastruktur, perlu dicarikan jalan keluar.

FGD yang digelar Tim Penyusun RUU dari Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Kementerian Transmigrasi ini juga membahas penyempurnaan tata ruang serta paradigma baru transmigrasi Indonesia.

Kegiatan tersebut turut diisi pemaparan Grand Design Penyelenggaraan Transmigrasi oleh Kepala Pusat Strategi Kebijakan Transmigrasi, Ir. Rajumber Prihatin, M.Si.

Lewat forum ini, masukan dari Sumsel diharapkan dapat masuk dalam penyempurnaan regulasi nasional. Sebab, jika transmigrasi ingin memasuki babak baru, keberhasilan masa lalu saja tidak cukup. Persoalan lama yang masih tertinggal juga harus dibereskan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diantaranya Wasit dan Panitia, Lima Pasien Covid Masih Jalani Isolasi Mandiri

    Diantaranya Wasit dan Panitia, Lima Pasien Covid Masih Jalani Isolasi Mandiri

    • calendar_month Kamis, 14 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 672
    • 0Komentar

    MESKI pelaksanaan PON Papua telah sampai di penghujung kegiatan, panitia PON Klaster Merauke tetap memberi perhatian kepada lima orang yang terpapar COVID-19, yaitu satu wasit, tiga panitia pelaksana, dan satu kontingen. Kelimanya masih menjalani isolasi mandiri sembari diobati. Dilansir dari www.ponxx2020 Papua.com, Panitia penyelenggara bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk merawat pasien selama isolasi […]

  • Mengenal topi

    Mengenal topi

    • calendar_month Jumat, 16 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.552
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –   Kebiasaan menggunakan topi banyak kita temui, orang menggunakan topi banyak manfaatnya, yang utama, melindungi panas dan hujan, kemudian kebiasaan itu sudah menjadi gaya hidup dan tren. Sejarah topi dapat ditelusuri kembali ribuan tahun yang lalu, sejak zaman kuno hingga masa modern. Topi telah menjadi bagian penting dari budaya manusia di berbagai belahan dunia. […]

  • Satu Hari di Arafah, Seumur Hidup Bermakna

    Satu Hari di Arafah, Seumur Hidup Bermakna

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 760
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Hari ini, 8 Zulhijah 1446 H alias 4 Juni 2025, jemaah haji Indonesia resmi “diarak” dari hotel ke Padang Arafah, bukan diarak pakai ogoh-ogoh, tentu saja. Namun dimobilisasi dengan rapi, seperti pindahan RT ke tempat resepsi mantu, ini bukan sekadar pindahan, tapi pindahan rohani, karena besok adalah puncak segala puncak wukuf di Arafah. […]

  • Bersama Pemkab OKI, Pertamina gelar Safari Ramadhan Kementerian BUMN

    Bersama Pemkab OKI, Pertamina gelar Safari Ramadhan Kementerian BUMN

    • calendar_month Minggu, 7 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.125
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,-  Pemerintah Kabupaten OKI telah secara simultan menggelar Operasi Pasar Murah. Dalam kurun tiga bulan terakhir telah terlaksana tiga puluh tiga kali kegiatan di berbagai lokasi. Bersama PT. Pertamina, Pemkab OKI gelar kegiatan Safari Ramadhan Kementerian BUMN di Bumi Bende Seguguk dengan bagikan Ribuan Paket Sembako dan Bazar UMKM. Kamis, (4/4/2024). Pj Sekretaris Daerah Kabupaten […]

  • Natal 2017, Alex Ingatkan Soal Kerukunan Umat Beragama

    Natal 2017, Alex Ingatkan Soal Kerukunan Umat Beragama

    • calendar_month Senin, 25 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.223
    • 0Komentar

    “Saya himbau untuk kita terus jaga nama baik Sumsel ini,”

  • Bagikan 10 Ribu Masker

    Bagikan 10 Ribu Masker

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 859
    • 0Komentar

    TP PKK Sumsel  mensosialisasi penerapan protokol kesehatan covid-19 serta membagikan 10 ribu masker di Pasar Burung, Pasar Sayangan, Lorong Basah, pasar 16 Ilir, dan dermaga Ampera. Ketua TP PKK Sumsel dan Wakilnya Feby Deru dan Fauziah Mawardi Yahya selain membagikan masker ke lapak-lapak pedagang juga menyempatkan diri menyosialisasikan serta mengedukasi pedagang dan masyarakat untuk menggunakan […]

expand_less
WordPress Archive Tetriz – Creative Portfolio WordPress Theme Tetta – Photography & Portfolio Elementor Template Kit Texter – Content Writing Service Agency Elementor Kit Textilery – Textile & Garment Industry Elementor Template Kit TextLocal for LatePoint (SMS Addon) TGomatic – Telegram Bot Thatha – Elderly Home & Senior Nursing Care WordPress Theme Thatix – Food Recipes WordPress Theme The Admin Post Statistics The Affair – Creative Theme for Personal Blogs and Magazines