Minggu, 6 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Buku Makin Banyak, Tapi Apakah Kita Makin Cerdas?

Buku Makin Banyak, Tapi Apakah Kita Makin Cerdas?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 19 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA kabar baik dari Sumatera Selatan (Sumsel) dalam urusan literasi sebab daerah ini berhasil menempati peringkat ketiga Nasional dalam tingkat kegemaran membaca. Festival Literasi Sumatera Selatan 2026 yang kembali digelar juga menggambarkan upaya menumbuhkan budaya membaca masih mendapat perhatian.

Capaian itu layak mendapat acungan jempol, namun di tengah perubahan zaman saat ini sangat cepat, mungkin ada satu pertanyaan yang juga perlu menjadi renungan bersama, karena ketika buku semakin mudah ditemukan dan budaya membaca semakin tumbuh, apakah kemampuan kita dalam memahami informasi juga ikut berkembang?

Pertanyaan ini bukan untuk mengurangi arti sebuah capaian, justru sebaliknya, keberhasilan membangun kegemaran membaca seharusnya menjadi awal untuk melangkah ke tahap berikutnya.

Sebab, membaca dan menjadi cerdas bukanlah dua hal yang selalu berjalan otomatis. Membaca memberi kita pengetahuan. Tetapi bagaimana pengetahuan itu dipahami, diperiksa, dibandingkan dengan informasi lain, lalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari, merupakan persoalan yang berbeda.

Tantangan tersebut terasa semakin nyata sekarang, apalagi informasi yang datang itu bisa dikatakan dari berbagai arah, misalnya melalui telepon genggam, seseorang bisa membaca berita, melihat video, mengikuti percakapan di media sosial, dan bahkan menerima berbagai klaim dalam waktu yang hampir bersamaan.

Belum lagi kehadiran kecerdasan buatan atau AI membuat proses mencari dan menghasilkan informasi menjadi jauh lebih cepat.

Teknologi ini tentu membawa banyak manfaat, seperti pelajar dapat menggunakannya untuk membantu memahami pelajaran. Pekerja bisa memanfaatkannya untuk mengolah data dan mencari gagasan. Masyarakat pun dapat memperoleh bantuan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.

Tetapi semakin mudah informasi diperoleh, semakin penting pula kemampuan untuk menyaringnya. Jawaban dari AI, misalnya, bisa terlihat sangat meyakinkan. Namun tetap perlu diperiksa dan dibandingkan dengan sumber yang dapat dipercaya.

Begitu pula informasi yang beredar di media sosial, tidak semua yang ramai yang dibicarakan itu sudah otomatis benar alias 100 persen kebenarannya. Oleh sebab itu, literasi memiliki tantangan baru.

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru saat membuka Festival Literasi Sumsel 2026 menyampaikan literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana mengolah informasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat.

Pandangan itu  benar, sebab ketika masyarakat menghadapi arus informasi yang semakin deras arus dapat disaring kembali kebenarannya.

Oleh karena itu, gerakan literasi tentunya tidak harus berhenti pada ajakan untuk membaca. Membaca tetap menjadi fondasi, tetapi masyarakat juga perlu dibiasakan untuk memahami isi bacaan, mengenali sumber informasi, memeriksa kebenarannya dan berpikir sebelum menyebarkannya.

Dalam masalah ini, berbagai kegiatan literasi yang selama ini dilakukan tetap memiliki arti penting. Apalagi ada kegiatan, seperti Festival, lomba, pameran hingga donasi buku merupakan cara guna memperkenalkan dan mendekatkan literasi kepada masyarakat.

Dalam Festival Literasi Sumsel 2026 bahkan disebutkan telah dilakukan donasi sebanyak 4.648 buku.

Angka itu luar biasa dan patut dihargai sebagai bentuk kepedulian, namun tentunya akan lebih baik apabila buku-buku itu tidak berhenti sebagai koleksi dan hiasan pemanis rak di ruangan saja, melainkan benar-benar menjadi bagian dari kebiasaan membaca masyarakat.

Mungkin di sinilah pekerjaan rumah berikutnya, bagaimana memastikan buku yang sudah tersedia memiliki pembaca? Bagaimana membuat kegiatan membaca berlanjut setelah festival selesai?

Dan satu lagi tidak kalah penting pertanyaan, bagaimana mengubah kebiasaan membaca menjadi kemampuan berpikir yang semakin baik?

Pertanyaan-pertanyaan itu tidak harus dilihat sebagai kritik terhadap apa yang sudah dilakukan. Justru bisa menjadi bahan untuk memperkuat gerakan literasi ke depan.

Sekolah, perpustakaan, keluarga dan komunitas dapat berjalan bersama. Kegiatan membaca bisa dilanjutkan dengan diskusi sederhana.

Bahkan, anak-anak tidak hanya diajak menceritakan kembali isi buku, tetapi juga bisa menyampaikan pendapat dan alasan mereka.

Buku dan teknologi

Di ruang digital, pembelajaran tentang cara memeriksa sumber informasi juga semakin penting. Begitu pula pemahaman mengenai penggunaan AI secara bijak.

Kita tidak perlu memilih antara buku dan teknologi. Keduanya bisa berjalan berdampingan.

Buku memberi kedalaman, dan teknologi memberi kecepatan, sedangkan kemampuan berpikir kritis membantu manusia menentukan bagaimana keduanya digunakan.

Oleh sebab itu, capaian Sumsel dalam meningkatkan kegemaran membaca sebaiknya tidak menjadi garis akhir. Setidaknya justru bisa menjadi modal untuk membangun budaya literasi yang lebih luas.

Bukan hanya masyarakat yang gemar membaca, tetapi juga masyarakat yang mampu memahami apa yang dibaca itu dan terapkan.

Bukan hanya cepat memperoleh informasi, tetapi juga mampu menentukan informasi mana yang layak dipercaya.

Dan bukan hanya mampu menggunakan AI, tetapi tetap mampu menggunakan akal sehat ketika berhadapan dengan jawaban yang diberikan teknologi.

Mungkin ukuran keberhasilan literasi bukan semata-mata berapa banyak buku yang dibaca atau berapa banyak kegiatan yang digelar.

Ukuran lebih penting itu adalah  ketika semua itu bisa membuat kita menjadi manusia yang lebih ingin tahu, lebih terbuka menerima pengetahuan, lebih hati-hati mempercayai informasi, dan lebih bijak dalam menggunakannya.

Sebab, buku yang baik dapat membuka pikiran. Tetapi pikiran yang terbuka tetap membutuhkan kemampuan untuk menilai apa yang ditemukannya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Pramuka Bumi Ayu Jadi Tuan Rumah Karang Pamitran Kwarcab Muba

    Desa Pramuka Bumi Ayu Jadi Tuan Rumah Karang Pamitran Kwarcab Muba

    • calendar_month Senin, 23 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 804
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi sekaligus Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Muba membuka kegiatan Karang Pamitran, di Lapangan Bola Desa Bumi Ayu Kecamatan Lawang Wetan, Senin (23/12/2019). Dalam sambutannya kegiatan tersebut laksanakan di desa yang benar-benar memang memiliki potensi untuk dijadikan kampung atau desa pramuka di Kabupaten Musi Banyuasin. “Alhamdulillah […]

  • Pelabuhan Boom Baru Sulit Dikembangkan, Pelindo II Optimalkan Pelabuhan Sei Lais

    Pelabuhan Boom Baru Sulit Dikembangkan, Pelindo II Optimalkan Pelabuhan Sei Lais

    • calendar_month Selasa, 18 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.783
    • 0Komentar

    Palembang – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo II Cabang Palembang siap menggelontkan dana investasi senilai Rp 50 miliar guna pengembangan pelabuhan Sungai Lais di Palembang. General Manager PT Pelindo II (Persero) Cabang Palembang, Agus Edi Santoso, menjelaskan pengembangan tersebut ditargetkan dapat dimulai pada 2019. “Pelabuhan Boom Baru sudah sulit dikembangkan karena lahannya sempit, maka […]

  • Mau Tahu Sanksi Yang Melanggar PSBB Palembang ? Baca Ini !

    Mau Tahu Sanksi Yang Melanggar PSBB Palembang ? Baca Ini !

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.343
    • 0Komentar

    PEMKOT Palembang hari ini resmi mengeluarkan kebijakan Penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) berdasarkan Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 14 Tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB dalam penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Di dalam Perwali tersebut setiap masyarakat harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan dan pemerintah telah menetapkan sanksi bagi pelanggar PSBB berupa administratif teguran lisan/tertulis […]

  • Lanjut Vaksinasi Ketiga, Capaian Vaksinasi Satu Dan Dua Cukup Bagus

    Lanjut Vaksinasi Ketiga, Capaian Vaksinasi Satu Dan Dua Cukup Bagus

    • calendar_month Sabtu, 19 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 635
    • 0Komentar

    KAPOLDA Metro Jaya, Irjen Pol. Fadli Imran memantau secara langsung proses vaksinasi Covid-19 di Pusat Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangerang, kemaren guna melihat perkembangan Vaksinasi. Kapolda Metro Jaya didampingi oleh Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah juga mendengarkan arahan dari Presiden Jokowi yang disampaikan melalui video konferensi. Usai memantau program vaksinasi, Jenderal Bintang Dua tersebut menjelaskan bahwa […]

  • Jangan Ragu Divaksinasi, MUI: Penggunaan Vaksin AstraZeneca Hukumnya Boleh

    Jangan Ragu Divaksinasi, MUI: Penggunaan Vaksin AstraZeneca Hukumnya Boleh

    • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 801
    • 0Komentar

    MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) telah resmi menetapkan fatwa dibolehkan menggunakan vaksin Astrazeneca untuk vaksinasi COVID-19. Hal tersebut menjadi dasar bahwa jangan ada lagi keraguan dari masyarakat untuk divaksinasi COVID-19. Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, mengatakan fatwa tersebut ditetapkan melalui Nomor 14 Tahun 2021 tentang Hukum Penggunaan Vaksin COVID-19 Produk Astrazeneca yang selanjutnya 17 […]

  • Rumah Sehat Muara Enim, HNU : Trennya Kembali ke Zona Aman

    Rumah Sehat Muara Enim, HNU : Trennya Kembali ke Zona Aman

    • calendar_month Jumat, 7 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.662
    • 0Komentar

    Plh Bupati Muara Enim H Nasrun Umar (HNU) turun langsung mengecek rumah sehat atau rumah tempat isoslasi pasien positif terpapar Covid-19 di Komplek Islamic Center, Kecamatan Muara Enim dan RS Bukit Asam, di Tanjung Enim,  Kamis (6/5/2021). Rumah sehat gunanya memastikan kesiapan sarana prasarana dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Muara Enim. “Aku minta mulai hari ini […]

expand_less
WordPress Archive Struninn – Youtube Subscribers Live Count Studdy – E-Learning & Online Courses Elementor Template Kit Student’s Online e-Course Elementor Template Kit Studio Zen | Photography Theme for WordPress StudioPress Academy Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Agency Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Agent Focused Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Altitude Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Ambiance Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Aspire Pro Genesis WordPress Theme