Kamis, 29 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Begini Cara Petugas Mengendalikan Api di Hutan dan Lahan

Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Begini Cara Petugas Mengendalikan Api di Hutan dan Lahan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • visibility 62
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla bukan sekadar persoalan api yang terlihat di permukaan. Di balik asap tebal dan lahan yang terbakar, petugas sering menghadapi bara yang masih tersimpan, medan sulit hingga sumber air yang terbatas.

Kondisi itu membuat proses pemadaman tidak cukup dilakukan dengan menyemprotkan air ke titik api. Setelah kobaran berhasil ditekan, petugas masih harus memastikan tidak ada bara yang tertinggal dan berpotensi memicu kebakaran kembali.

Di sejumlah lokasi, perjuangan tersebut berlangsung di tengah pepohonan yang terbakar dan asap yang mengganggu pandangan. Petugas bergerak membawa peralatan pemadam, membentangkan selang dan mencari bagian lahan yang masih menyimpan panas.

Pekerjaan kemudian berlanjut dengan pendinginan. Tanah dan material yang masih panas harus diperiksa kembali agar api tidak muncul dari titik yang sebelumnya terlihat sudah aman.

Api Karhutla Tak Selalu Terlihat dari Permukaan

Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan karhutla muncul ketika api merambat di bawah permukaan tanah, terutama pada lahan gambut.

Kondisi tersebut membuat kobaran api tidak selalu terlihat jelas. Permukaan tanah bisa saja tampak sudah aman, sementara panas masih bertahan di bagian bawah.

Karena itu, petugas perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Area yang dicurigai masih menyimpan bara dicek kembali dan didinginkan untuk mencegah api kembali menjalar.

Proses tersebut membutuhkan ketelitian karena satu titik panas yang terlewat dapat berkembang menjadi kebakaran baru ketika kondisi lingkungan kembali mendukung.

Groundcheck Menjadi Bagian Penting

Informasi mengenai titik panas dari pemantauan satelit dapat membantu petugas menentukan lokasi yang perlu diperiksa. Namun, keberadaan hotspot tidak otomatis berarti terdapat kebakaran yang sedang berlangsung.

Petugas tetap perlu turun ke lapangan untuk melakukan groundcheck. Pemeriksaan secara langsung diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi.

Dari pengecekan tersebut, tim dapat menentukan apakah sebuah titik masih terbakar, sudah padam atau membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Langkah ini juga membantu petugas menentukan prioritas, terutama ketika terdapat banyak titik yang harus diperiksa dalam waktu bersamaan.

Medan Menentukan Strategi Pemadaman

Pemadaman karhutla di lapangan tidak selalu berlangsung dalam kondisi ideal. Petugas bisa menghadapi lahan yang sulit dijangkau, vegetasi rapat, permukaan tanah yang tidak stabil hingga sumber air yang jauh dari lokasi kebakaran.

Karena itu, sebelum melakukan pemadaman, tim biasanya melakukan pengamatan terhadap kondisi lokasi. Titik api aktif, arah penjalaran dan posisi sumber air menjadi beberapa hal yang harus diperhitungkan.

Personel kemudian dapat dibagi ke beberapa sektor agar penanganan berlangsung lebih efektif.

Pompa jinjing dapat digunakan ketika sumber air berada di sekitar lokasi. Jika jaraknya cukup jauh, air harus disalurkan secara bertahap dengan menggunakan peralatan pendukung.

Dalam kondisi tertentu, mobil tangki juga diperlukan untuk memastikan kebutuhan air tetap tersedia ketika parit, kolam atau sumber air alami tidak mencukupi.

Ketika Api Mendekati Permukiman

Situasi menjadi lebih serius ketika kobaran api bergerak mendekati rumah atau kawasan yang dihuni masyarakat.

Dalam kondisi seperti ini, petugas tidak hanya berusaha memadamkan api. Penyisiran dilakukan untuk mengetahui arah pergerakan api sekaligus memastikan tidak ada bara yang dapat menyulut kebakaran baru.

Koordinasi antarinstansi juga menjadi penting. Personel pemadam dapat bekerja bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, pemadam kebakaran dan masyarakat.

Keterlibatan warga di sekitar lokasi membantu mempercepat informasi mengenai titik api sekaligus mendukung penanganan ketika kebakaran terjadi di wilayah yang sulit dijangkau.

Pemadaman Tidak Berhenti Saat Api Padam

Kesalahan yang sering terjadi dalam melihat penanganan karhutla adalah menganggap pekerjaan selesai ketika kobaran api sudah tidak terlihat.

Padahal, tahap setelah pemadaman justru sangat penting.

Petugas melakukan mopping up atau penyisiran untuk mencari bara yang masih tersisa. Bagian lahan yang masih panas kemudian didinginkan agar tidak kembali terbakar.

Langkah tersebut dilakukan berulang jika kondisi lapangan menunjukkan masih terdapat potensi api.

Terlebih pada lahan gambut, kebakaran dapat bertahan di bawah permukaan dan menyebar tanpa selalu menghasilkan kobaran besar di atas tanah.

Dukungan Udara Membantu Menjangkau Area Sulit

Selain pasukan darat, penanganan karhutla juga dapat diperkuat dengan dukungan udara.

Helikopter dapat digunakan untuk melakukan water bombing pada kawasan yang sulit dijangkau personel di darat. Air dijatuhkan dari udara ke area yang terbakar untuk membantu menekan kobaran.

Pesawat tanpa awak atau drone juga dapat dimanfaatkan untuk membantu pemantauan. Dari udara, petugas dapat memperoleh gambaran mengenai lokasi api, arah penyebaran serta kondisi kawasan di sekitarnya.

Teknologi tersebut bukan pengganti pemadaman di darat. Fungsinya lebih sebagai pendukung agar petugas dapat menentukan lokasi dan strategi penanganan secara lebih tepat.

Mencegah Lebih Penting daripada Memadamkan

Karhutla tidak hanya menimbulkan kerusakan terhadap hutan dan lahan. Asap yang dihasilkan juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan menurunkan kualitas udara.

Karena itu, pencegahan menjadi bagian penting dalam pengendalian kebakaran.

Masyarakat di kawasan rawan kebakaran perlu menghindari penggunaan api untuk membuka atau membersihkan lahan. Aktivitas pembakaran yang tidak terkendali dapat dengan cepat menyebar ketika kondisi lingkungan kering dan angin cukup kuat.

Patroli, pemantauan titik rawan, edukasi masyarakat dan pemeriksaan lapangan menjadi langkah yang dapat dilakukan sebelum api berkembang menjadi kebakaran besar.

Pada akhirnya, menghadapi karhutla bukan hanya soal seberapa cepat petugas memadamkan api. Yang tidak kalah penting adalah kemampuan menemukan sumber panas, memahami kondisi lahan, memastikan bara benar-benar mati dan mencegah api kembali muncul.

Dibalik setiap kawasan yang berhasil diselamatkan dari kobaran, ada rangkaian pekerjaan yang berlangsung dari darat hingga udara. Api mungkin terlihat padam dalam hitungan waktu, tetapi memastikan lahan benar-benar aman membutuhkan pemeriksaan dan penanganan yang jauh lebih panjang. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Negara di Asean Komit  dalam Pemulihan Ekonomi & Digitalisasi, Ini 9 Kesepakatannya

    Negara di Asean Komit dalam Pemulihan Ekonomi & Digitalisasi, Ini 9 Kesepakatannya

    • calendar_month Rabu, 31 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 936
    • 0Komentar

    NEGARA negara ASEAN berkomitmen untuk meningkatkan upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19 dan mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang melalui dukungan  digitalisasi dan pendekatan yang lebih berkelanjutan. Hal tersebut mengemuka dalam Pertemuan Tahunan ke-7 Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN1 yang diselenggarakan secara virtual pada 30 Maret 2021. Selain itu, terdapat beberapa komitmen lain yang […]

  • Bupati Muba Minta Para Kades Baru Dilantik Bekerja dan Bijak Melayani Masyarakat

    Bupati Muba Minta Para Kades Baru Dilantik Bekerja dan Bijak Melayani Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 858
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin minta para kades yang baru di lantik ditengah pandemi covid-19,  untuk segera melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan massif meningkatkan atisipasi penyebaran Covid-19  atau virus Corona di desanya masing-masing. Hal ini, diungkapkan Bupati Dodi saat menerima Audiensi Para Kades dari tiga kecamatan yang ada di wilayah Muba, […]

  • MUI Keluarkan Fatwa Terkait Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa

    MUI Keluarkan Fatwa Terkait Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa

    • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 886
    • 0Komentar

    MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa terkait hukum vaksinasi Covid-19 saat berpuasa.Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, dikeluarkannya fatwa ini memberikan kepastian bagi umat Islam yang akan berpartisipasi dalam program vaksinasi dalam bulan Ramadhan. Fatwa MUI tersebut memutuskan bahwa vaksinasi Covid-19 yang disuntikkan melalui intramoskuler tidak membatalkan ibadah puasa yang dijalankan. Dengan […]

  • Pelatihan Diverifikasi Penting, Karena Ikan Harus Dimanfaatkan Secara Beragam

    Pelatihan Diverifikasi Penting, Karena Ikan Harus Dimanfaatkan Secara Beragam

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.350
    • 0Komentar

    BERLIMPAHNYA sumber daya perikanan air tawar di daerah harus dapat dimanfaatkan para pelaku usaha untuk menciptakan diversifikasi olahan ikan sehingga hasil perikanan tersebut semakin beragam. Dengan adanya program pelatihan diversifikasi olahan ikan yang dilanjutkan program pemasaran olahan ikan, diharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi ikan dan terlaksana penyerapan produk hasil olahan ikan karya anak […]

  • Menkeu Kawal Uang Belanja APBN 2021

    Menkeu Kawal Uang Belanja APBN 2021

    • calendar_month Jumat, 31 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 732
    • 0Komentar

    REALISASI APBN 2021 sampai 24 Desember sudah mencapai 92,9 persen. KPPN siap bekerja sampai tutup buku 31 Desember. KPPN Jakarta punya peran penting dan strategis. Menjelang pergantian tahun, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati setia menjalani tradisinya sendiri, yakni meninjau Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KKPN). Menkeu belum lama ini meluncur dari kantornya di Kawasan Lapangan […]

  • Ribuan Driver Transfortasi Daring Aksi Solidaritas di DPRD Sumsel

    Ribuan Driver Transportasi Daring Aksi Solidaritas di DPRD Sumsel

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.269
    • 0Komentar

    Ribuan driver transfortasi daring (gojek, go car, grep dan uber) yang tergabung dalam Paguyuban Driver Online Palembang mendatangi Gedung DPRD Sumsel, Rabu (23/8/2017). 

expand_less
WordPress Archive Limme – Limousine Transfers & Car Dealer WordPress Theme + RTL Linden — Single Property RealEstate Agent WordPress Line Agency | Interior Design & Architecture WordPress Theme Liner – SVG Animation for Elementor Linguini — Restaurant WordPress Theme Lingvico | Language Center & Training Courses WordPress Theme Link Whisper Pro Linoor – Digital Agency Services WordPress Theme Liotta – a Responsive Blog Theme For WordPress Liquory – Drinks Shop WooCommerce Theme