Jumat, 28 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Begini Cara Petugas Mengendalikan Api di Hutan dan Lahan

Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Begini Cara Petugas Mengendalikan Api di Hutan dan Lahan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 55 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla bukan sekadar persoalan api yang terlihat di permukaan. Di balik asap tebal dan lahan yang terbakar, petugas sering menghadapi bara yang masih tersimpan, medan sulit hingga sumber air yang terbatas.

Kondisi itu membuat proses pemadaman tidak cukup dilakukan dengan menyemprotkan air ke titik api. Setelah kobaran berhasil ditekan, petugas masih harus memastikan tidak ada bara yang tertinggal dan berpotensi memicu kebakaran kembali.

Di sejumlah lokasi, perjuangan tersebut berlangsung di tengah pepohonan yang terbakar dan asap yang mengganggu pandangan. Petugas bergerak membawa peralatan pemadam, membentangkan selang dan mencari bagian lahan yang masih menyimpan panas.

Pekerjaan kemudian berlanjut dengan pendinginan. Tanah dan material yang masih panas harus diperiksa kembali agar api tidak muncul dari titik yang sebelumnya terlihat sudah aman.

Api Karhutla Tak Selalu Terlihat dari Permukaan

Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan karhutla muncul ketika api merambat di bawah permukaan tanah, terutama pada lahan gambut.

Kondisi tersebut membuat kobaran api tidak selalu terlihat jelas. Permukaan tanah bisa saja tampak sudah aman, sementara panas masih bertahan di bagian bawah.

Karena itu, petugas perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Area yang dicurigai masih menyimpan bara dicek kembali dan didinginkan untuk mencegah api kembali menjalar.

Proses tersebut membutuhkan ketelitian karena satu titik panas yang terlewat dapat berkembang menjadi kebakaran baru ketika kondisi lingkungan kembali mendukung.

Groundcheck Menjadi Bagian Penting

Informasi mengenai titik panas dari pemantauan satelit dapat membantu petugas menentukan lokasi yang perlu diperiksa. Namun, keberadaan hotspot tidak otomatis berarti terdapat kebakaran yang sedang berlangsung.

Petugas tetap perlu turun ke lapangan untuk melakukan groundcheck. Pemeriksaan secara langsung diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi.

Dari pengecekan tersebut, tim dapat menentukan apakah sebuah titik masih terbakar, sudah padam atau membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Langkah ini juga membantu petugas menentukan prioritas, terutama ketika terdapat banyak titik yang harus diperiksa dalam waktu bersamaan.

Medan Menentukan Strategi Pemadaman

Pemadaman karhutla di lapangan tidak selalu berlangsung dalam kondisi ideal. Petugas bisa menghadapi lahan yang sulit dijangkau, vegetasi rapat, permukaan tanah yang tidak stabil hingga sumber air yang jauh dari lokasi kebakaran.

Karena itu, sebelum melakukan pemadaman, tim biasanya melakukan pengamatan terhadap kondisi lokasi. Titik api aktif, arah penjalaran dan posisi sumber air menjadi beberapa hal yang harus diperhitungkan.

Personel kemudian dapat dibagi ke beberapa sektor agar penanganan berlangsung lebih efektif.

Pompa jinjing dapat digunakan ketika sumber air berada di sekitar lokasi. Jika jaraknya cukup jauh, air harus disalurkan secara bertahap dengan menggunakan peralatan pendukung.

Dalam kondisi tertentu, mobil tangki juga diperlukan untuk memastikan kebutuhan air tetap tersedia ketika parit, kolam atau sumber air alami tidak mencukupi.

Ketika Api Mendekati Permukiman

Situasi menjadi lebih serius ketika kobaran api bergerak mendekati rumah atau kawasan yang dihuni masyarakat.

Dalam kondisi seperti ini, petugas tidak hanya berusaha memadamkan api. Penyisiran dilakukan untuk mengetahui arah pergerakan api sekaligus memastikan tidak ada bara yang dapat menyulut kebakaran baru.

Koordinasi antarinstansi juga menjadi penting. Personel pemadam dapat bekerja bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, pemadam kebakaran dan masyarakat.

Keterlibatan warga di sekitar lokasi membantu mempercepat informasi mengenai titik api sekaligus mendukung penanganan ketika kebakaran terjadi di wilayah yang sulit dijangkau.

Pemadaman Tidak Berhenti Saat Api Padam

Kesalahan yang sering terjadi dalam melihat penanganan karhutla adalah menganggap pekerjaan selesai ketika kobaran api sudah tidak terlihat.

Padahal, tahap setelah pemadaman justru sangat penting.

Petugas melakukan mopping up atau penyisiran untuk mencari bara yang masih tersisa. Bagian lahan yang masih panas kemudian didinginkan agar tidak kembali terbakar.

Langkah tersebut dilakukan berulang jika kondisi lapangan menunjukkan masih terdapat potensi api.

Terlebih pada lahan gambut, kebakaran dapat bertahan di bawah permukaan dan menyebar tanpa selalu menghasilkan kobaran besar di atas tanah.

Dukungan Udara Membantu Menjangkau Area Sulit

Selain pasukan darat, penanganan karhutla juga dapat diperkuat dengan dukungan udara.

Helikopter dapat digunakan untuk melakukan water bombing pada kawasan yang sulit dijangkau personel di darat. Air dijatuhkan dari udara ke area yang terbakar untuk membantu menekan kobaran.

Pesawat tanpa awak atau drone juga dapat dimanfaatkan untuk membantu pemantauan. Dari udara, petugas dapat memperoleh gambaran mengenai lokasi api, arah penyebaran serta kondisi kawasan di sekitarnya.

Teknologi tersebut bukan pengganti pemadaman di darat. Fungsinya lebih sebagai pendukung agar petugas dapat menentukan lokasi dan strategi penanganan secara lebih tepat.

Mencegah Lebih Penting daripada Memadamkan

Karhutla tidak hanya menimbulkan kerusakan terhadap hutan dan lahan. Asap yang dihasilkan juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan menurunkan kualitas udara.

Karena itu, pencegahan menjadi bagian penting dalam pengendalian kebakaran.

Masyarakat di kawasan rawan kebakaran perlu menghindari penggunaan api untuk membuka atau membersihkan lahan. Aktivitas pembakaran yang tidak terkendali dapat dengan cepat menyebar ketika kondisi lingkungan kering dan angin cukup kuat.

Patroli, pemantauan titik rawan, edukasi masyarakat dan pemeriksaan lapangan menjadi langkah yang dapat dilakukan sebelum api berkembang menjadi kebakaran besar.

Pada akhirnya, menghadapi karhutla bukan hanya soal seberapa cepat petugas memadamkan api. Yang tidak kalah penting adalah kemampuan menemukan sumber panas, memahami kondisi lahan, memastikan bara benar-benar mati dan mencegah api kembali muncul.

Dibalik setiap kawasan yang berhasil diselamatkan dari kobaran, ada rangkaian pekerjaan yang berlangsung dari darat hingga udara. Api mungkin terlihat padam dalam hitungan waktu, tetapi memastikan lahan benar-benar aman membutuhkan pemeriksaan dan penanganan yang jauh lebih panjang. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi dengan 4 Brand dan UMKM, LindungiHutan Rehabilitasi Hutan Mangrove dengan Tanam 375 Pohon di Jawa Tengah

    Kolaborasi dengan 4 Brand dan UMKM, LindungiHutan Rehabilitasi Hutan Mangrove dengan Tanam 375 Pohon di Jawa Tengah

    • calendar_month Jumat, 13 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.546
    • 0Komentar

    Jalin kemitraan dengan TelusuRI, Control Zero, Tumbuh Setaman dan Trivadya Trip, LindungiHutan lakukan reboisasi dengan 375 mangrove di pesisir utara Desa Bedono, Sayung, Kab. Demak, Jawa Tengah. Sumselterkini.co.id [VRITIMES] -Kolaborasi LindungiHutan bersama Mitra Penghijauan seperti TelusurRI, Control Zero, Tumbuh Setaman, dan Trivadya Trip berhasil melakukan penanaman 375 pohon mangrove di Desa Bedono pada 12 Oktober […]

  • Aktivitas Masyarakat Selama Nataru Akan Dibatasi

    Aktivitas Masyarakat Selama Nataru Akan Dibatasi

    • calendar_month Rabu, 17 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 685
    • 0Komentar

    MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, menegaskan kebijakan pembatasan mobilitas jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) ditetapkan untuk menghindari kenaikan kasus COVID-19 secara signifikan, seperti yang terjadi pada tahun lalu. “Mari berjuang agar Indonesia berhasil melewati Nataru dengan level penyebaran COVID-19 yang terkendali,” ajak Menkominfo, Senin (15/11/2021) Menurutnya, semua pihak patut mensyukuri kondisi […]

  • Awak KRI Nanggala 402 Yang Tenggelam Ada Diantara Asal OKU Timur, Siapakah Dia ?

    Awak KRI Nanggala 402 Yang Tenggelam Ada Diantara Asal OKU Timur, Siapakah Dia ?

    • calendar_month Senin, 26 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.087
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru turut merasa prihatin atas musibah hilangnya  kapal KRI Nanggala 402 di perairan laut utara Bali beberapa waktu lalu. Diketahui, dua dari 53 awak kapal tersebut tercatat sebagai warga Sumsel yakni Letkol Laut Heri Oktavian selaku Komandan KRI Nanggala 402 dan Sertu Ryan Yogi Pratama. Mengetahui musibah yang dialami […]

  • 20 September 2021, SKD CPNS Kemenag Tahap I Digelar, Yang Ikutan Wajib Baca Ini

    20 September 2021, SKD CPNS Kemenag Tahap I Digelar, Yang Ikutan Wajib Baca Ini

    • calendar_month Selasa, 7 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.249
    • 0Komentar

    SELEKSI Komptetensi Dasar (SKD) Tahap I digelar pada 20 September sampai 7 Oktober 2021. Sekjen Kemenag Nizar mengatakan bahwa SKD dilaksanakan secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “SKD CPNS Kemenag Tahap I digelar secara luring. Sesuai rekomendasi Ketua Satgas Penanganan COVID-19, bahwa pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2021 wajib dilaksanakan dengan protokol kesehatan secara […]

  • Kondisi Kumuh, Pemkot Palembang Akan Revitalisasi Rusun 26 Ilir

    Kondisi Kumuh, Pemkot Palembang Akan Revitalisasi Rusun 26 Ilir

    • calendar_month Minggu, 3 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang, Sumatera Selatan, akan menata ulang rumah susun (rusun) di kawasan Kelurahan 26 Ilir. “Kondisinya kumuh dan tidak layak huni lagi. Perlu ditata ulang. Saat ini sedang dilakukan pendataan dan sosialisasi kepada warga yang menghuni rusun tersebut,” kata Wali Kota Palembang Harnojoyo, sebagai mana dilansir dari InfoPublik belum lama ini. Dia menyebutkan, rusun […]

  • Produk UMKM Mampu Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri

    Produk UMKM Mampu Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri

    • calendar_month Jumat, 25 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 705
    • 0Komentar

    MENTERI Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki menegaskan bahwa produk usaha mikro, kecil dan Menengah (UMKM) lokal mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Termasuk produk untuk alat kesehatan, alat pertanian dan teknologi pengelolaan makanan yang sudah bisa diproduksi masyarakat Indonesia. Namun demikian, dirinya mengakui jika pengembangan ekosistem supply chain produk UMKM pun harus […]

expand_less
WordPress Archive Limme – Limousine Transfers & Car Dealer WordPress Theme + RTL Linden — Single Property RealEstate Agent WordPress Line Agency | Interior Design & Architecture WordPress Theme Liner – SVG Animation for Elementor Linguini — Restaurant WordPress Theme Lingvico | Language Center & Training Courses WordPress Theme Link Whisper Pro Linoor – Digital Agency Services WordPress Theme Liotta – a Responsive Blog Theme For WordPress Liquory – Drinks Shop WooCommerce Theme