UMKM Sumsel Sumbang 10 Persen Ekonomi, Produk Lokal Didorong Naik Kelas Lewat Digital
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 16 menit yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pelaku UMKM dinilai memiliki peran penting dalam menjaga geliat ekonomi Sumatera Selatan (Sumsel). Sektor ini disebut menyumbang sekitar 10 persen terhadap perekonomian daerah.
Jelajah UMKM Sumsel 2026 digelar ini merupakan program tidak hanya membawa tim untuk melihat aktivitas pelaku usaha, tetapi juga mencoba menangkap kondisi nyata, potensi, serta tantangan yang dihadapi UMKM di Sumsel.
Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group Arif Budisusilo mengatakan pelaku UMKM memiliki daya tahan yang cukup kuat ketika menghadapi perubahan situasi bisnis.
Menurut Arif, kondisi tersebut penting untuk dipotret secara langsung agar perkembangan ekonomi daerah tidak hanya dilihat melalui angka, tetapi juga dari aktivitas para pelaku usaha di lapangan.
“Kami memilih menjelajahi aktivitas UMKM karena meyakini para pelaku ekonomi ini memiliki daya tahan yang tangguh dalam menghadapi berbagai situasi bisnis,” kata Arif.
Pelepasan tim Jelajah UMKM Sumsel 2026 berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan perdana ini diharapkan dapat menghasilkan gambaran yang lebih lengkap mengenai perkembangan UMKM di Sumatera Selatan.
Penguatan UMKM Sumsel tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan produksi. Akses permodalan, keterampilan pelaku usaha, pemasaran, branding, hingga pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting agar usaha kecil bisa berkembang lebih jauh.
Pemerintah Provinsi Sumsel sendiri telah menjalankan sejumlah upaya pendampingan, termasuk peningkatan keterampilan atau upskilling, fasilitasi akses permodalan, serta perluasan pasar.
Dukungan dari berbagai pihak juga dinilai dibutuhkan agar pelaku UMKM tidak berjalan sendiri.
Keterlibatan media dapat membantu memperkenalkan produk lokal, sementara sektor perbankan seperti Bank Sumsel Babel (BSB) dapat mengambil peran dalam memperkuat akses pembiayaan.
Persoalan berikutnya adalah bagaimana produk UMKM Sumsel bisa keluar dari pasar yang terbatas. Perubahan kebiasaan konsumen membuat kanal digital semakin penting, terutama bagi pelaku usaha muda dan sektor ekonomi kreatif.
Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mendorong agar kemampuan mengelola usaha ikut berkembang bersama kemampuan memanfaatkan teknologi.
Herman Deru menilai tingginya literasi keuangan masyarakat Sumsel perlu diimbangi dengan pemanfaatan teknologi digital.
Pelaku UMKM tidak cukup hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga harus bisa mengemas dan memasarkannya melalui ekosistem digital.
“Harapan saya, setelah proses jelajah ini selesai, dapat memberikan potret komprehensif serta masukan konstruktif bagi pemerintah daerah. Kita ingin mendorong anak-anak muda kreatif ini tidak hanya memajang produk di rumah, tetapi mampu mengemas dan memasarkannya melalui ekosistem digital,” ujar Herman Deru.
Sebelumnya, ia juga menekankan pentingnya jaringan untuk membuka akses pasar bagi produk lokal.
“Apapun produknya, jika jaringannya terjalin dengan baik, akses pasar akan terbuka lebar. Tugas kita bersama adalah mengeskalasi kapasitas UMKM agar mereka benar-benar naik kelas,” tegasnya.
Dengan kontribusi UMKM yang berada di kisaran 10 persen terhadap ekonomi Sumsel, tantangannya kini bukan hanya mempertahankan keberlangsungan usaha. Pelaku UMKM diharapkan mampu memperkuat merek, memperluas pasar, dan memanfaatkan digitalisasi agar produk lokal Sumsel semakin kompetitif. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
