Prabowo Ingin Indonesia Tak Lagi Impor Minyak dan LPG, PLTS 100 GWp Dikebut
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 10 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : setneg.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Keinginan Indonesia untuk berdiri tanpa bergantung pada pasokan energi dari luar negeri kembali ditegaskan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah kini menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) selesai dalam tiga tahun.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menuju swasembada energi nasional. Prabowo bahkan berharap capaian itu bisa lebih cepat dari waktu yang telah ditetapkan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meluncurkan program PLTS 100 GWp di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).
Bagi Prabowo, energi surya bukan satu-satunya sumber yang dapat menopang kebutuhan energi Indonesia. Ia juga menyebut potensi energi panas bumi atau geotermal, ladang gas yang telah ditemukan, serta produksi minyak yang harus terus ditingkatkan.
Dari sejumlah sumber energi tersebut, pemerintah ingin mengurangi hingga menghentikan ketergantungan pada impor.
Prabowo secara terbuka menyatakan keinginannya agar Indonesia tidak lagi membeli minyak dari luar negeri. Target serupa juga diarahkan pada kebutuhan LPG.
“Kita tidak boleh impor lagi satu barrel pun minyak. Kita tidak boleh impor lagi, insyaallah dalam waktu sesingkat-singkatnya, satu tabung LPG pun kita tidak boleh impor lagi,” kata Prabowo.
Menurut dia, pembangunan PLTS 100 GWp tidak cukup hanya diumumkan. Pemerintah harus menunjukkan hasilnya dalam waktu yang sudah ditargetkan.
“Kita buktikan lagi, nanti tiga tahun lagi kita kumpul lagi. Kita sekarang selalu bicara dengan bukti,” ujarnya.
Presiden bahkan melihat peluang swasembada energi tercapai lebih cepat apabila seluruh unsur bekerja maksimal. Karena itu, target tiga tahun yang dipasang pemerintah bukan batas mutlak menurut Prabowo.
“Terima kasih semua unsur, hari ini hari penting, kita launching dan saya percaya mungkin kurang dari tiga tahun kita akan sampai swasembada energi,” tandasnya.
Program pembangkit listrik tenaga surya 100 GWp itu pun kini menjadi salah satu langkah pemerintah yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian energi Indonesia, bersamaan dengan pemanfaatan panas bumi, gas, dan peningkatan lifting minyak. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
