10 Ribu Santri Sumsel Bebas Buta Aksara Al-Qur’an, Ada Target Besar Setelahnya
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 10 ribu santri di Sumatera Selatan (Sumsel) dinyatakan telah terbebas dari buta aksara Al-Qur’an. Capaian ini menjadi salah satu catatan penting dalam upaya memperluas kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan anak-anak di daerah tersebut.
Momen itu ditandai melalui Tasyakuran Akbar ribuan Santri Bebas Buta Huruf Al-Qur’an sekaligus Wisuda Akbar Santri TK/TPA BKPRMI di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Selasa (25/8/2026).
Jumlah ini tak hanya angka dalam sebuah kegiatan wisuda, karena terdapat proses belajar melibatkan santri, keluarga, serta para ustadz dan ustadzah yang mendampingi mereka selama mengikuti pendidikan Al-Qur’an.
Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan 10 ribu anak mampu membaca Al-Qur’an layak menjadi catatan dalam perjalanan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di Sumsel.
“Alhamdulillah, hari ini sebanyak 10 ribu anak kita dinyatakan pandai membaca Alquran. Ini layak menjadi rekor dalam upaya pelepasan buta aksara Alquran di Sumsel,” ujar Herman Deru.
Namun, capaian itu tidak berhenti pada seremoni wisuda, upaya memperluas pendidikan Al-Qur’an masih membutuhkan keterlibatan banyak pihak, terutama keluarga dan lembaga pendidikan, sebab selama ini menjadi tempat anak-anak belajar.
Herman Deru menambahkan keluarga tetap memiliki posisi paling penting dalam pendidikan anak.
Sementara itu, keberadaan ustadz dan ustadzah ikut memperkuat pembelajaran agama serta terus membantu membentuk generasi yang memiliki pengetahuan dan pemahaman keagamaan.
Pesan itu, kemudian diarahkan langsung kepada para santri. Mereka diminta tidak melupakan orang tua yang telah mendukung perjalanan pendidikan sejak awal, termasuk para guru yang memberikan ilmu dan membimbing mereka dalam belajar Al-Qur’an.
“Hormat dan sayangilah orang tua, serta hormati ustadz dan ustadzah yang telah memberikan ilmu kepada kita semua,” pesannya.
Ketua Umum BKPRMI Sumsel Ustadz Firdaus, S.H., turut menyampaikan apresiasi atas perhatian terhadap perkembangan pendidikan Al-Qur’an dan gerakan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di Sumsel.
Dalam acara tersebut, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah santri berprestasi. Mereka berasal dari Palembang, OKU Timur dan Muara Enim.
Kegiatan di PSCC itu turut dihadiri Bupati OKU Timur H. Lanosin, Bupati OKI Muchendi Mahzarekki, Wakil Bupati Banyuasin Netta Indrian, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan serta sejumlah pejabat lainnya.
Capaian 10 ribu santri tersebut pada akhirnya menjadi pengingat kemampuan membaca Al-Qur’an tidak hanya lahir dari satu kegiatan.
Ada proses pendidikan yang harus terus berjalan agar semakin banyak anak di Sumatera Selatan mendapatkan kesempatan belajar dan mengenal Al-Qur’an sejak dini. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
