44 Hotspot Masih Mengancam Kalsel, 1 Helikopter Water Bombing Didatangkan dari Riau
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 31 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemenhut.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – BNPB mendatangkan satu helikopter water bombing dari Riau untuk membantu penanganan karhutla menyusul masih terdeteksinya 44 hotspot di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).
Helikopter tersebut dijadwalkan tiba di Kalsel pada Minggu (23/8/2026) siang. Menteri Kehutanan Raja Antoni mengatakan helikopter itu didatangkan dari Riau karena kondisi karhutla di wilayah tersebut relatif lebih terkendali.
“Kita dapat informasi tadi dari BNPB akan ada penambahan satu water bombing lagi, helikopter yang diambil dari Riau, dibawa dari Riau,” ujar Raja Antoni saat meninjau lokasi karhutla di Penggalaman, Kabupaten Banjar, Minggu (23/8/2026).
Berdasarkan pemantauan pukul 06.00 WIB, sebanyak 44 hotspot tersebar di Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan (HSS), dan Tapin.
Jumlah itu meningkat dari 11 hotspot yang terpantau pada malam 22 Agustus. Sehari sebelumnya, data Sipongi Kementerian Kehutanan mencatat 157 hotspot di Kalsel.
Raja Antoni mengatakan pengerahan pasukan dan armada pemadam dilakukan berdasarkan lokasi yang membutuhkan penanganan. Operasi melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, serta dukungan water bombing dari BNPB.
“Pasukan darat, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD dan juga water bombing kita arahkan ke tempat-tempat yang memang sangat perlu,” katanya.
Raja Antoni meninjau langsung penanganan karhutla di Penggalaman, Kabupaten Banjar, untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan sesuai kondisi dan kebutuhan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
