“Hari Merdeka” Bergema di Istana, 100 Siswa Sekolah Rakyat Tampil Memukau
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemensos.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 100 siswa Sekolah Rakyat tampil membawakan lagu “Hari Merdeka” dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Para siswa berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka bernyanyi bersama Paduan Suara Nasional Gita Bahana Nusantara dalam rangkaian perayaan kemerdekaan.
Para siswa tampil dengan seragam safari Sekolah Rakyat, lengkap dengan topi baret dan badge identitas sekolah. Mereka juga membawa aksesori kecil berbentuk bendera Merah Putih saat membawakan lagu-lagu kemerdekaan.
Penampilan tersebut mempertemukan para siswa Sekolah Rakyat dari berbagai wilayah dalam satu panggung. Mereka sebelumnya menjalani latihan di daerah masing-masing sebelum mengikuti latihan bersama di Jakarta.
Sepanjang Agustus, para siswa berlatih di daerah masing-masing. Setelah tiba di Jakarta, mereka mengikuti dua kali latihan terpadu untuk menyatukan suara, membangun harmoni, dan memperkuat kekompakan.
Siswa Antusias Tampil di Istana
Raisya Putri Ahmad dari SRT 4 DKI Jakarta menjadi salah satu siswa yang ikut tampil. Ia mengaku senang mendapat kesempatan bernyanyi di Istana Merdeka.
“Senang, bahagia, dan excited banget karena kapan lagi bisa ke sini,” ujar Raisya.
Raisya mengatakan dirinya bersama siswa lain menjalani latihan intensif selama sekitar dua minggu. Mereka juga mengikuti gladi bersih sebanyak dua hingga tiga kali di lokasi.
Kesempatan tampil di hadapan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membuat pengalaman tersebut semakin berkesan bagi Raisya.
Ia merasa penampilan di Istana memberinya keberanian untuk menunjukkan kemampuan yang selama ini belum banyak diketahui orang.
“Di sini aku bisa tampil di depan semua orang dengan percaya diri. Terus bisa menunjukkan bakat aku yang selama ini terpendam,” katanya.
Raisya juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas hadirnya Sekolah Rakyat. Menurut dia, program tersebut memberi ruang bagi anak-anak untuk kembali membangun cita-cita.
“Pak Prabowo Subianto, terima kasih sudah menciptakan Sekolah Rakyat yang bikin kita bisa bangkit lagi dan mulai mimpi kita lagi,” tutur Raisya.
Siswa lainnya, Ridho Rudiyansyah dari SRT 4 DKI Jakarta, juga merasakan kebahagiaan yang sama. Penampilan di Istana menjadi pengalaman pertama bagi Ridho.
“Senang banget, karena baru pertama kali,” kata Ridho.
Tujuh Siswa Bawa Prestasi Nasional
Dari 100 siswa yang tampil, tujuh di antaranya memiliki prestasi di tingkat nasional.
Mereka terdiri atas Akbar Farrel Areva dari SRMA 13 Bekasi, Jawa Barat, Ajeng Irma Azil Liyah dari SRMA 7 Palembang, Sumatera Selatan; Agustina Ramadani dari SRMA Kota Samarinda, Kalimantan Timur; Zahira Al Zahra dari SRMP 18 Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat; Salwa Dzakila Asmar dan Fahrani Ramadhani dari SRMA 26 Makassar, Sulawesi Selatan; serta Ribka Elisabeth Rumpampam dari SRMA 29 Jayapura, Papua.
Akbar meraih medali emas Olimpiade Tingkat Nasional OSSN bidang Matematika. Ajeng meraih medali emas tingkat nasional Kompetensi Sains Nusantara (LKN).
Agustina meraih medali perak Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat nasional. Zahira meraih medali emas cabang silat tingkat nasional dalam Kejuaraan Lomba Ariska Championship (LAC) 2026.
Salwa dan Fahrani masing-masing meraih medali emas Olimpiade Nasional Indonesia 15 bidang Biologi dan Matematika. Sementara itu, Ribka meraih Juara 3 Paduan Suara dalam Festival Senandung Anak Bangsa.
Penampilan 100 siswa Sekolah Rakyat di Istana Merdeka menjadi pengalaman penting bagi para siswa. Mereka tidak hanya tampil di hadapan Presiden, tetapi juga membawa semangat kemerdekaan dari daerah masing-masing ke panggung nasional.
Lewat lantunan “Hari Merdeka”, para siswa menyatukan suara dalam satu panggung dan ikut memeriahkan peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
