Gempa NTT M7,7 Rusak Kantor Kemenhaj, Begini Kondisi Pelayanan Haji di 4 Daerah
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 18 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : haji.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Gempa NTT M7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) berdampak pada sejumlah kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di daerah. Kerusakan dilaporkan terjadi di kantor Kemenhaj Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai, sementara kondisi pelayanan haji di wilayah terdampak masih terus dipantau.
Gempa terjadi pada pukul 05.58.24 WITA. Berdasarkan pemutakhiran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer. Episenter berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj RI Provinsi NTT Hasan Manuk mengatakan koordinasi langsung dilakukan dengan jajaran Kemenhaj kabupaten/kota setelah gempa terjadi. Pemantauan diarahkan untuk memastikan kondisi pegawai, bangunan kantor, serta aktivitas pelayanan di masing-masing wilayah.
Di Kabupaten Manggarai Barat, sejumlah bagian bangunan kantor mengalami kerusakan. Tembok kantor dilaporkan retak di beberapa bagian, sedangkan pintu kaca pecah akibat guncangan.
Kerusakan juga ditemukan di Kantor Kemenhaj Kabupaten Manggarai. Retakan terlihat pada sejumlah bagian tembok bangunan.
“Untuk Manggarai Barat, terdapat cukup banyak retakan pada bagian tembok dan pintu kaca pecah akibat guncangan. Sementara di Manggarai, tembok kantor juga mengalami retak di beberapa titik,” kata Hasan.
Berbeda dengan dua daerah tersebut, kondisi Kantor Kemenhaj Kabupaten Ende dilaporkan aman. Saat pemantauan awal, akses di sejumlah ruas jalan sempat terkendala karena warga berada di jalan dan mengungsi untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
Setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan kerusakan berarti pada gedung Kantor Kemenhaj Kabupaten Ende. Aktivitas pelayanan di wilayah tersebut tetap menjadi bagian yang dipantau jajaran Kemenhaj NTT.
Sementara itu, kondisi Kantor Kemenhaj Kabupaten Sikka masih dalam proses pemeriksaan. Kemenhaj NTT terus berkoordinasi dengan jajaran setempat untuk mendapatkan laporan terbaru mengenai kondisi bangunan dan aktivitas pelayanan.
Hasan meminta jajaran Kemenhaj di Sikka, Ende, Manggarai, dan Manggarai Barat untuk terus memperbarui laporan dari lapangan. Informasi mengenai kondisi daerah terdampak juga telah disampaikan kepada Sekretaris Jenderal Kemenhaj melalui grup pimpinan.
“Kami meminta teman-teman di Sikka, Ende, Manggarai, dan Manggarai Barat terus melaporkan perkembangan kondisi masing-masing daerah,” ujarnya.
Kepala Biro Umum Kemenhaj RI Slamet mengatakan pihaknya prihatin atas dampak gempa terhadap masyarakat dan sejumlah wilayah di NTT. Kemenhaj juga menyiapkan tindak lanjut terhadap laporan kerusakan kantor di daerah terdampak.
Menurut Slamet, kantor Kemenhaj kabupaten/kota yang mengalami kerusakan dapat mengajukan surat kepada Kemenhaj RI untuk ditindaklanjuti, termasuk apabila diperlukan perbaikan bangunan maupun infrastruktur lainnya.
Kemenhaj berharap kondisi di wilayah terdampak segera pulih sehingga aktivitas masyarakat dan pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal. Sementara itu, jajaran Kemenhaj di daerah diminta tetap mengutamakan keselamatan dan memantau perkembangan kondisi pascagempa. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
