Model Koperasi Sawit Muba Disiapkan Jadi Percontohan Hilirisasi Nasional
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

fotp;ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Model koperasi sawit Musi Banyuasin (Muba) disiapkan menjadi percontohan hilirisasi perkebunan, yang menghubungkan petani, koperasi hingga industri. Gagasan ini mengemuka dalam Seminar Nasional Optimalisasi dan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi di Gedung Opproom Kabupaten Muba, Selasa (11/8/2026).
Sekitar 800 peserta dari 16 provinsi mengikuti seminar yang mempertemukan koperasi sawit, petani, pelaku perkebunan, BUMN serta kementerian dan lembaga terkait.
Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Joko Juliantono mengatakan model tersebut perlu diuji terlebih dahulu sebelum dikembangkan di daerah lain. Pengujian mencakup aspek hukum, sosial, teknis, lingkungan hingga komersial.
“Seminar ini membuktikan koperasi bisa menjadi badan usaha yang memberikan manfaat lebih besar bagi petani sawit. Kita ingin membangun model yang mengintegrasikan petani, koperasi dan industri dari hulu hingga hilir,” kata Joko.
Menurutnya, peresmian pabrik CPO KUD Sejahtera di Muba juga dapat menjadi salah satu contoh hilirisasi sawit berbasis koperasi.
Bupati Muba H M Toha Tohet mengatakan Muba memiliki peluang besar untuk mengembangkan pola itu, karena sektor perkebunan sawit menjadi salah satu potensi ekonomi daerah.
Ia menilai koperasi harus didorong tidak hanya menjadi wadah petani, tetapi juga mampu mengelola kegiatan usaha hingga pengolahan hasil.
“Kita ingin koperasi naik kelas. Tidak hanya menjadi wadah petani, tetapi mampu menjadi kekuatan ekonomi yang mengelola produksi hingga pengolahan. Dengan begitu, nilai tambah sawit bisa kembali lebih besar kepada masyarakat,” ujar Toha.
Penguatan koperasi dan hilirisasi, lanjutnya, diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkuat posisi petani dalam rantai usaha sawit.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Dr. Ir. Mohammad Abdul Ghani menyatakan kesiapan perusahaan membangun kemitraan dengan petani yang tergabung dalam koperasi.
“Kami akan membangun kemitraan dengan petani yang berhimpun dalam koperasi. Model kemitraan ini nantinya akan menjadi percontohan yang dapat dikembangkan di tempat-tempat lain,” katanya.
Konsep tersebut nantinya tidak hanya diuji dari sisi produksi, tetapi juga kelayakan usaha dan dampaknya terhadap petani. Jika berjalan sesuai rencana, model yang dikembangkan di Muba berpeluang menjadi rujukan bagi pengembangan koperasi sawit di daerah lain.
Seminar nasional itu turut dihadiri Wakil Menteri Koperasi RI Farida Farichah, Wakil Bupati Muba Kiai Abdur Rohman Husen, jajaran DPRD Muba, Kepala Dinas Koperasi Sumsel, Forkopimda serta kepala OPD di lingkungan Pemkab Muba. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
