Literasi Digital untuk Cegah KBGO Digelar Pemkot Palembang
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 42 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Literasi digital menjadi salah satu langkah yang ditempuh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk mencegah kekerasan berbasis gender online (KBGO). Upaya itu diwujudkan melalui pelatihan bagi perempuan guna meningkatkan kemampuan menggunakan ruang digital secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab.
Pelatihan Literasi Digital bagi Perempuan bertujuan Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) berlangsung di Ruang Parameswara, kemarin.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Palembang, serta peserta dari berbagai unsur perempuan.
Dalam pelatihan itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan berbasis gender online, cara mengenali risikonya, hingga langkah pencegahan serta penanganan apabila menjadi korban di ruang digital.
Pemkot Palembang menilai meningkatnya penggunaan media sosial dan berbagai platform digital membuat perempuan menjadi salah satu kelompok yang rentan mengalami KBGO.
Oleh sebab itu, penguatan literasi digital dinilai penting agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.
Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, mengatakan perempuan harus menjadi pengguna internet yang cerdas dan kritis.
“Dengan literasi digital yang baik, perempuan tidak hanya terlindungi, tetapi juga bisa menjadi agen perubahan dalam menciptakan ruang digital yang sehat,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Palembang berharap semakin banyak perempuan memiliki kecakapan digital, mampu melindungi diri dari risiko kekerasan di dunia maya, sekaligus ikut mewujudkan ruang digital yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan berbasis gender online.
Ke depan, pelatihan serupa ditargetkan menjangkau lebih banyak komunitas perempuan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan agar edukasi mengenai pencegahan KBGO dapat diterima masyarakat secara lebih luas. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
