Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » Kenapa Ada Orang Berkali-kali Dapat Bantuan Sosial? Ini Penyebab dan Solusinya

Kenapa Ada Orang Berkali-kali Dapat Bantuan Sosial? Ini Penyebab dan Solusinya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
  • visibility 36
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Bantuan sosial menjadi salah satu program penting untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, namun di tengah penyalurannya, masih sering muncul pertanyaan di masyarakat, kenapa ada orang yang berkali-kali dapat bantuan sosial, sementara warga lain yang kondisi ekonominya juga sulit belum pernah menerima bantuan?

Pertanyaan tersebut kerap muncul setiap kali bantuan sosial disalurkan, baik melalui program pemerintah maupun lembaga sosial lainnya, sebagian warga merasa heran ketika melihat nama yang sama kembali muncul sebagai penerima bantuan, sementara ada keluarga lain yang merasa belum pernah tersentuh program apa pun.

Situasi seperti ini kemudian muncul anggapan  bantuan belum sepenuhnya tepat sasaran, ada yang mempertanyakan proses pendataan, dan ada pula yang merasa bantuan belum menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Namun, persoalannya tidak selalu sesederhana itu, sebab beberapa kasus, penyebabnya bukan karena bantuan hanya diberikan kepada orang tertentu, tantangan terbesar justru berada pada data penerima bantuan yang belum sepenuhnya terhubung antarprogram.

Ketika Data Penerima Bantuan Belum Terintegrasi

Indonesia memiliki banyak program bantuan yang berasal dari berbagai lembaga. Ada bantuan sosial dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga bantuan yang disalurkan oleh lembaga zakat, yayasan, dan organisasi sosial lainnya sementara semua lembaga tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu masyarakat yang membutuhkan.

Tetapi, setiap lembaga bisa saja memiliki sistem pendataan sendiri, ketika data tersebut belum saling terhubung, peluang terjadinya penerima bantuan ganda menjadi lebih besar, sedangkan seseorang yang sudah menerima bantuan dari satu program bisa saja kembali tercatat dalam program lain karena lembaga berbeda tidak memiliki informasi yang sama.

Dibagian lainnya, masih ada masyarakat yang sebenarnya membutuhkan bantuan, tetapi belum masuk dalam daftar penerima. Bukan karena mereka tidak layak, melainkan karena kondisi mereka belum teridentifikasi dalam sistem pendataan.

Persoalan inilah yang membuat data menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan sosial benar-benar tepat sasaran.

Bantuan Sosial Bukan Hanya Soal Anggaran

Selama ini, pembahasan mengenai bantuan sering kali berfokus pada jumlah anggaran yang disediakan. Padahal, keberhasilan sebuah program bantuan tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana yang tersedia.

Hal ini tidak kalah penting adalah memastikan bantuan tersebut sampai kepada orang yang tepat, pasalnya data yang akurat dapat membantu lembaga penyalur memahami kondisi penerima secara lebih lengkap. Tidak hanya nama dan alamat, tetapi juga kondisi sosial ekonomi serta riwayat bantuan yang pernah diterima.

Dengan informasi yang lebih baik ini, tentunya bantuan dapat diberikan sesuai kebutuhan, karena ada masyarakat yang membutuhkan bantuan pangan, ada yang memerlukan dukungan pendidikan, kesehatan, atau bahkan pemberdayaan ekonomi agar bisa lebih mandiri.

Mengapa Zakat Juga Membutuhkan Data yang Akurat?

Persoalan pendataan tidak hanya terjadi dalam program bantuan pemerintah. Pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya juga menghadapi tantangan yang sama. Di Indonesia, banyak lembaga  menyalurkan dana umat kepada masyarakat  membutuhkan,  misalnya dimulai dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) hingga berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Oleh sebab itu, peran lembaga-lembaga tersebut sebenarnya sangat penting, terutama dalam membantu masyarakat melalui berbagai program sosial. Namun, agar manfaat dana umat semakin luas, diperlukan data yang lebih lengkap mengenai siapa yang sudah menerima bantuan dan siapa yang masih membutuhkan dukungan. Tujuannya bukan hanya menghindari bantuan yang berulang, tetapi juga memastikan semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat.

Satu Data ZIS-DSKL untuk Mendorong Bantuan Lebih Tepat Sasaran

Salah satu langkah  dilakukan pemerintah adalah mengembangkan Satu Data Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL), sistem ini dibangun guna mengintegrasikan data penerima manfaat dana sosial keagamaan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sehingga melalui integrasi tersebut, lembaga pengelola zakat dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai calon penerima bantuan. Data yang digunakan tidak hanya berupa identitas penerima, tetapi juga mencakup kondisi sosial ekonomi, alamat, serta riwayat penerimaan bantuan dari berbagai program. Dengan demikian, lembaga pengelola ZIS-DSKL memiliki dasar yang lebih kuat dalam menentukan sasaran penyaluran.

Bukan Mengurangi Bantuan, tetapi Membuatnya Lebih Adil

Masih ada anggapan bahwa integrasi data akan membuat masyarakat semakin sulit mendapatkan bantuan, padahal, tujuan utamanya bukan untuk mengurangi hak masyarakat menerima bantuan sosial. Yang ingin diperbaiki adalah mekanisme penyalurannya agar lebih adil. Dalam kondisi tertentu, seseorang tetap bisa menerima lebih dari satu jenis bantuan apabila memang memiliki kebutuhan yang berbeda. Misalnya bantuan pendidikan, kesehatan, atau pemberdayaan ekonomi. Yang ingin dikurangi adalah kemungkinan bantuan yang sama terus berulang kepada penerima yang sama, sementara masih ada masyarakat lain yang belum mendapatkan bantuan.

Menag: Data Penting Agar Bantuan Tidak Berulang pada Orang yang Sama

Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai integrasi data diperlukan agar penyaluran dana sosial keagamaan dapat berjalan lebih tepat sasaran. Menurutnya, tanpa data yang terhubung, ada kemungkinan seseorang menerima bantuan dari beberapa sumber, sementara masyarakat lain yang membutuhkan justru belum memperoleh bantuan.

“Kalau ini semuanya kita perbaiki datanya, kalau Anda sudah dapat di BAZNAS pusat, nggak usah BAZNAS daerah lagi. Kalau sudah dapat dari BAZNAS, tidak usah dapat lagi dari Kementerian Sosial,” ujar Nasaruddin Umar saat peluncuran Satu Data ZIS-DSKL di Jakarta.

Pembenahan data, tambahnya bukan bertujuan membatasi masyarakat menerima bantuan, tetapi memastikan distribusi bantuan dapat menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan.

Data yang Baik Membantu Lebih Banyak Masyarakat Terbantu

Data mungkin terlihat hanya sebagai angka dan daftar administrasi, padahal, dibalik setiap data penerima bantuan ada kehidupan manusia. Ada keluarga yang membutuhkan biaya pendidikan anaknya, dan ada juga warga yang membutuhkan dukungan kesehatan, bahkan ada masyarakat yang ingin bangkit melalui bantuan modal usaha.

Oleh sebab itu, memperbaiki data penerima bantuan bukan hanya pekerjaan teknis, pasalnya data yang akurat dapat membantu memastikan setiap bantuan memiliki dampak yang lebih besar.

Yang  jelas, tujuan utama bantuan sosial maupun dana sosial keagamaan bukan hanya menyalurkan bantuan sebanyak-banyaknya, tetapi memastikan bantuan tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, sebab, bantuan yang tepat sasaran bukan hanya soal efisiensi, melainkan juga tentang menghadirkan keadilan bagi mereka yang membutuhkan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan Sebut  Serapan DAK Fisik OKI Tertinggi di Sumsel.

    Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan Sebut  Serapan DAK Fisik OKI Tertinggi di Sumsel.

    • calendar_month Selasa, 27 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 980
    • 0Komentar

      PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi  raih capaian tertinggi realisasi anggaran dana alokasi khusus (DAK) Fisik Triwulan II Tahun Anggaran 2021 di wilayah Provinsi Sumatera Selatan, cut of 21 Juli 2021 sebesar 32,3 % yang diikuti oleh Kota Prabumulih dengan realisasi sebanyak 22,7% dan Provinsi Sumatera Selatan dengan realisasi sebanyak 20,8%. Hal itu terungkap […]

  • Benarkah AI Bisa Mendiagnosis Mentalmu? Kok Banyak yang Percaya?

    Benarkah AI Bisa Mendiagnosis Mentalmu? Kok Banyak yang Percaya?

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.404
    • 0Komentar

    AI Jadi Dokter Dadakan, Kita Jadi Pasien Khayalan BELAKANGAN ini, jagat media sosial riuh rendah oleh unggahan anak muda yang memamerkan diagnosis AI. Ada yang bilang “AI bilang aku introvert tipe 4B” ada pula yang bilang “AI bilang aku burnout level naga api”. Entah sejak kapan AI bisa membagi manusia ke dalam jenis yang mirip […]

  • Gerakan Sadar Sedekah, Jumlah Sedekah Pemkot Bengkulu Capai Rp 35 Juta

    Gerakan Sadar Sedekah, Jumlah Sedekah Pemkot Bengkulu Capai Rp 35 Juta

    • calendar_month Sabtu, 9 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 638
    • 0Komentar

    GAGASAN Walikota Bengkulu Helmi Hasan yakni gerakan sedekah Rp 2.000 kian meningkat antusiasmenya. Dengan adanya gerakan tersebut sehingga perlahan masyarakat sadar akan kebermanfaatan gerakan sedekah untuk membantu warga tak mampu di Kota Bengkulu. Terlihat, beberapa OPD, Kecamatan, Kelurahan, masyarakat hingga pihak lainnya berdondong-bondong berperan aktif dalam menyukseskan gerakan ini. Berdasarkan laporan di hari Jumat (8/10/2021), […]

  • Asa Pj Bupati Muba kepada JCH Muba

    Asa Pj Bupati Muba kepada JCH Muba

    • calendar_month Minggu, 12 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.105
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Diiringi doa dan harapan, Pj Bupati Muba H Sandi Fahlepi didampingi  Sekda Musi Banyuasin H Apriyadi Bersama Kakan Kemenag Muhammad Makki, Kabag Kesra Setda Muba H Opi Palopi, pada hari ini Jum’at (10/5/2024) secara resmi melepas 270 jemaah calon haji asal Kabupaten Musi Banyuasin di Hotel Gambo & Residence Sekayu. Rasa haru bercampur […]

  • Terkait Jawaban Gubernur tentang 7 Raperda, DPRD Sumsel Bakal Bentuk Pansus

    Terkait Jawaban Gubernur tentang 7 Raperda, DPRD Sumsel Bakal Bentuk Pansus

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.853
    • 0Komentar

    DPRD Prov. Sumsel menggelar Paripurna XI DPRD Provinsi Sumsel dengan agenda menyampaikan jawaban Gubernur Sumsel terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi atas 7 Raperda usulan Pemprov di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi, Jumat (28/2/2020) pagi. Rapat ini dipimpin langsung  Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Kartika Sandra Desi. Pimpinan Rapat, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Kartika Sandra Desi […]

  • Muba Bakal Peringati HUT RI ke 75 Sesuai Pedoman Pemerintah Pusat

    Muba Bakal Peringati HUT RI ke 75 Sesuai Pedoman Pemerintah Pusat

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.183
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] akan menyelenggarakan detik-detik Upacara Perayaan HUT RI ke -75 sesuai Pedoman Pemerintah Pusat. Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Muba Yusuf Amilin mengikuti rapat koordinasi persiapan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun 2020 secara virtual melalui video conference, di Ruang Rapat Serasan Sekate Setda Muba, Kamis (30/7/2020). Rakor […]

expand_less
WordPress Archive Boldnote – Portfolio WordPress Theme Boliin – Resort & Hotel Booking WordPress Theme Bolt – Electronics, Furniture, Gym & Fashion Store Multipurpose WooCommerce WordPress Theme Bonete – Feminine Blog Elementor Template Kit Bonfire Creative Multipurpose WordPress Theme Bonjour – Magazine and Blog WordPress Theme Bonko | Safari & Zoo WordPress Theme Bonne – Chiropractic & Physiotherapy Elementor Template Kit Bonus Product for WooCommerce Booco – Responsive Magazine & Blog WordPress Theme